Jangan Anggap Sepele! Ini Gejala Omicron Siluman Baru yang Mesti Diwaspadai

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 04 Maret 2022 | 11:55 WIB
Jangan Anggap Sepele! Ini Gejala Omicron Siluman Baru yang Mesti Diwaspadai
Ilustrasi pusing.

Suara.com - Saat sejumlah negara melaporkan penurunan kasus COvid-19, ancaman varian omicron baru semakin mengintai. Mutasi masih terus terjadi pada virus tersebut.

Sesuai laporan, varian Delta memiliki lebih dari 200 sub-varian yang berbeda. Namun, dengan semakin mendominasinya varian omicron, dikhawatirkan bahwa subvarian BA.2 atau yang dikenal dengan istilah omicron siluman akan menggantikan posisi mutasi awal.

Dikutip dari India.com, para peneliti berpikir bahwa sebagian besar alasan Omicron dengan cepat menggantikan varian Delta adalah kemampuannya untuk menginfeksi dan menyebar di antara orang-orang yang kebal terhadap Delta.

Meski gejala umum covid termasuk sakit kepala, sakit/tenggorokan gatal, bersin, pilek dan sakit tubuh, laporan baru oleh KREM 2 News, Perpustakaan Kedokteran Nasional AS melaporkan dua gejala tambahan dari subvarian Omicron BA.2 yaitu pusing dan kelelahan.

Ilustrasi kelelahan, sedih, depresi (Pixabay/whoismargot)
Ilustrasi kelelahan, sedih, depresi (Pixabay/whoismargot)

Laporan tersebut lebih lanjut mengatakan bahwa varian baru dapat menyebar 30 persen lebih mudah daripada varian omicron sebelumnya.

Sebuah studi penelitian yang dilakukan oleh SSI Denmark telah menemukan bahwa BA.2 secara substansial lebih menular daripada sub-varian BA.1. Studi ini melibatkan 8.500 rumah tangga dan 18.000 individu.

Kesamaan pada kedua subvarian juga dideteksi oleh David Ho. Universitas Columbia, di mana sebuah penelitian mengatakan bahwa kedua sub-varian ini sama-sama efisien dalam melawan antibodi penetralisir pada orang yang sebelumnya telah terinfeksi atau divaksinasi. Sub-varian Omicron BA.1 terkenal sebagai penyebar super dan memiliki tingkat transmisi tertinggi dari semua nenek moyangnya.

Sub-varian lainnya, BA.2, juga dikatakan memiliki sifat yang sama dan diharapkan sangat baik dalam mengatasi kekebalan; maka para peneliti berharap itu menjadi penyebar super segera.

Pada 17 Februari, para ahli di WHO mengatakan BA.2 lebih menular daripada yang lain. Para ahli mengatakan bahwa saat memantau situasi, masih belum ada bukti bahwa sub-varian BA.2 lebih mematikan daripada BA.1.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 Global: Kematian di Dunia Tembus 6 Juta Jiwa, Indonesia Masuk 10 Besar Terbanyak

Update Covid-19 Global: Kematian di Dunia Tembus 6 Juta Jiwa, Indonesia Masuk 10 Besar Terbanyak

Health | Jum'at, 04 Maret 2022 | 09:30 WIB

Positif Covid-19, 12 WNI Tak Bisa Dievakuasi dari Ukraina

Positif Covid-19, 12 WNI Tak Bisa Dievakuasi dari Ukraina

Health | Jum'at, 04 Maret 2022 | 09:06 WIB

WHO Larang Molnupiravir Untuk Pasien Covid-19 Ibu Hamil dan Anak, Catat Kriteria yang Boleh Mendapatkannya!

WHO Larang Molnupiravir Untuk Pasien Covid-19 Ibu Hamil dan Anak, Catat Kriteria yang Boleh Mendapatkannya!

Health | Jum'at, 04 Maret 2022 | 09:02 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×