Cari Logo Ini pada Label Pangan Agar Terhindar dari Risiko Penyakit Tidak Menular

Vania Rossa

Selasa, 08 Maret 2022 | 07:32 WIB
Cari Logo Ini pada Label Pangan Agar Terhindar dari Risiko Penyakit Tidak Menular
Ilustrasi membaca label pangan. (Shutterstock)

Suara.com - Mulai saat ini, sempatkan diri untuk membaca label pangan setiap kali Anda hendak membeli makanan dalam kemasan. Pasalnya, informasi yang ada di label pangan tersebut bisa jadi salah satu upaya yang paling efektif untuk menangani penyakit tidak menular (PTM).

"Label pangan menjadi salah satu strategi yang paling efektif untuk penanganan penyakit tidak menular (PTM), yang salah satu faktornya konsumsi makanan tidak sehat," kata Direktur Standardisasi Pangan Olahan Badan POM, Anisyah, S.Si, Apt., MP, dalam webinar bertajuk "BeatObesity 2022 – Anak Muda Lawan Obesitas", Senin (7/3/2022).

Label pangan sendiri bentuknya tak selalu berupa tulisan, tapi juga bisa berupa gambar, ataupun kombinasi antara tulisan dan gambar.

Soal pencantuman label pangan ini sebenarnya sudah diatur oleh pemerintah. Ada ketentuan yang perlu diketahui terkait pelabelan pangan, salah satunya adalah harus menggunakan bahasa Indonesia. Istilah asing bisa digunakan, namun wajib dicantumkan keterangannya. Selain itu, label pangan juga harus mudah dibaca dan ukurannya proporsional dengan luas permukaan label.

"Nah, ini yang seringkali agak sedikit diabaikan pelaku usaha. Kadang informasi kecil sekali, padahal aturan pelabelan sudah clear ukuran huruf dan sebagainya, terutama informasi nilai gizi harusnya menjadi perhatian untuk mencantumkan informasi yang jelas supaya mudah dibaca konsumen," tutur Anisyah.

Label pangan pada kemasan produk juga perlu memuat sejumlah hal, yakni nama produk, berat bersih, nama dan alamat pihak yang memproduksi atau yang mengimpor, keterangan halal, keterangan kedaluwarsa dan nomor izin edar. Semua hal ini harus tercantum di bagian utama.

Informasi lainnya semisal komposisi produk, tanggal dan kode produksi, asal usul bahan tertentu termasuk informasi nilai gizi bisa ditempatkan pada bagian lain kemasan seperti sisi belakang.

"Pada bagian lain bisa memuat daftar bahan, informasi alergen, cara penyimpanan dan 2D barcode untuk mendeteksi produk terdaftar di Badan POM atau tidak," kata Anisyah.

Khusus zat gizi yang dicantumkan dalam label, umumnya dikelompokkan ke dalam kotak berbeda, yakni zat yang kalau dikonsumsi berlebihan bisa berisiko PTM seperti gula, garam dan lemak (GGL), serta karbohidrat total.

baca juga

Untuk memudahkan konsumen mengetahui informasi ini, maka Badan POM sudah memfasilitasi agar produsen mencantumkannya di bagian utama. Di sisi lain, kini tersedia logo Pilihan Lebih Sehat yang juga dapat memudahkan konsumen mencermati produk lebih sehat.

"Jadi yang di-highlight itu GGL-nya, gulanya berapa, garamnya berapa dan lemaknya berapa. Mulai sekarang aware dengan yang ada di kotak-kotak kecil di label. Lalu, Pilihan Lebih Sehat itu juga memudahkan karena hanya berupa logo, seperti halal tanpa harus rumit membaca," ujar Anisyah.

Pola makan tak sehat termasuk konsumsi berlebihan GGL diketahui menjadi salah satu faktor risiko PTM. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2018 menyebutkan, pada tingkat global PTM menyebabkan 71 persen penyebab kematian di dunia. Kematian akibat PTM seperti kanker, penyakit jantung dan diabetes diperkirakan akan terus meningkat di seluruh dunia, dimana peningkatan terbesar yakni 80 persen akan terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah.

Selain pola makan, faktor risiko PTM yang wujudnya bisa berupa kanker, stroke, penyakit ginjal kronik, diabetes, penyakit jantung dan hipertensi juga mencakup kurangnya beraktivitas fisik, kebiasaan merokok, konsumsi minuman beralkohol dan polusi udara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polemik Produk Vape dan Rokok, Mana Lebih Baik?

Polemik Produk Vape dan Rokok, Mana Lebih Baik?

News | Minggu, 05 Desember 2021 | 17:44 WIB

Pakar Keamanan Pangan IPB: Pelabelan Pangan Olahan oleh BPOM Harus Melalui Kajian Mendalam

Pakar Keamanan Pangan IPB: Pelabelan Pangan Olahan oleh BPOM Harus Melalui Kajian Mendalam

Press Release | Kamis, 02 Desember 2021 | 18:51 WIB

Tren Kesakitan Masyarakat Indonesia Berubah, Kemenkes Ungkap Penyebabnya

Tren Kesakitan Masyarakat Indonesia Berubah, Kemenkes Ungkap Penyebabnya

Health | Selasa, 01 Juni 2021 | 11:27 WIB

Terkini

Geser Dominasi, XL Jadi Provider Nomor 1 In This Economy

Geser Dominasi, XL Jadi Provider Nomor 1 In This Economy

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 10:11 WIB

BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun, Analis Optimistis Saham BBRI Masih Menarik

BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun, Analis Optimistis Saham BBRI Masih Menarik

Surakarta | Kamis, 03 September 2026 | 10:09 WIB

Kasus Jasad Perempuan Terbakar di Demak: Motif Diduga Cemburu, Tersangka Residivis Pembunuhan

Kasus Jasad Perempuan Terbakar di Demak: Motif Diduga Cemburu, Tersangka Residivis Pembunuhan

Jawa Tengah | Kamis, 03 September 2026 | 10:08 WIB

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia U-20 vs Laos di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia U-20 vs Laos di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 10:07 WIB

Tabungan Jadi Dana Bertahan, Salah Kelola atau Konsekuensi Keterbatasan?

Tabungan Jadi Dana Bertahan, Salah Kelola atau Konsekuensi Keterbatasan?

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 10:00 WIB

Menteri PANRB: Trade Corporate University Jadi Mesin Pencetak ASN Perdagangan Unggul

Menteri PANRB: Trade Corporate University Jadi Mesin Pencetak ASN Perdagangan Unggul

News | Kamis, 03 September 2026 | 09:59 WIB

25 Daerah Jateng Masuk Zona Kritis Kekeringan, Ancaman Air Bersih hingga Gagal Panen Mengintai

25 Daerah Jateng Masuk Zona Kritis Kekeringan, Ancaman Air Bersih hingga Gagal Panen Mengintai

Jawa Tengah | Kamis, 03 September 2026 | 09:59 WIB

Pemadaman Listrik di Medan Hari Ini 3 September 2026, Berikut Lokasinya

Pemadaman Listrik di Medan Hari Ini 3 September 2026, Berikut Lokasinya

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 09:56 WIB

Rusak Paru-paru Dunia, Legislator PKB Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rusak Paru-paru Dunia, Legislator PKB Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

News | Kamis, 03 September 2026 | 09:55 WIB

Ketegangan AS - Iran Mereda, Harga Minyak Mentah Dunia Merosot

Ketegangan AS - Iran Mereda, Harga Minyak Mentah Dunia Merosot

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 09:55 WIB

×