Invasi Rusia Mengganggu Akses Layanan Obat untuk Pengguna Narkoba di Ukraina

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Jum'at, 11 Maret 2022 | 10:53 WIB
Invasi Rusia Mengganggu Akses Layanan Obat untuk Pengguna Narkoba di Ukraina
ilustrasi obat-obatan terlarang. (Shutterstock)

Suara.com - Invasi Rusia ke Ukraina sangat menganggu akses ke layanan obat untuk mengurangi dampak buruk pada pengguna narkoba dan orang yang berisiko terkena HIV.

Sebelum perang, beberapa orang akan mengambil obat metadon yang diresepkan kepada mereka setiap hari.

Sekitar 317.000 orang Ukraina menyuntikkan obat-obatan seperti heroin secara teratur. Hingga Januari, 14.868 di antaranya menerima opiat pengganti, seperti metadon dan buprenorfin.

Namun, kini Kementerian Kesehatan Ukraina telah menyarankan pasokan untuk 15 hingga 30 hari perlu diberikan secara langsung.

Tujuannya untuk mengurangi jumlah perjalanan ke tempat fasilitas kesehatan. Bahkan, pada tahap awal perang sekarang ini, memastikan agar masyarakat dapat memperoleh pengobatan terbukti sulit, lapor The Conversation.

Foto oleh Karolina Grabowska dari Pexels
Ilustrasi obat (Foto oleh Karolina Grabowska dari Pexels)

Layanan obat di wilayah lain di Kyiv tidak berjalan dengan baik. Mereka kehabikan persediaan atau kehilangan kontak dengan tim perawat obat lokal.

Tanpa pasokan harian, pasien akan mengalami gejala penarikan yang parah karena berhenti mengonsumsi obat secara tiba-tiba.

Meskipun tidak mengancam jiwa, kondisi tersebut hanya akan menambah stres.

Kementerian Kesehatan Ukraina juga berusaha mencapai kesepakatan dengan negara tetangga untuk memastikan perawatan berlanjut bagi warganya yang membutuhkan pengobatan tuberkulosis atau HIV, mengingat semakin banyak warga sipil Ukraina yang mengevakuasi ke negara tetangga.

baca juga

Badan Pengawas Narkotika Internasional juga sudah mendorong negara-negara di sekitar Ukraina untuk memastikan adanya akses opiat pengganti bagi para pengungsi yang kecanduan zat.

Negosiasi telah berlangsung antara pejabat Ukraina dan otoritas kesehatan di Moldova, Rumania dan Polandia untuk memastikan pengguna narkotika bisa mendapatkan perawatan, meskipun tidak jelas seberapa banyak upaya atau keberhasilannya.

Ada perbedaan signifikan dalam cara negara-negara tetangga memberikan pengobatan kepada pasien yang bergantung pada obat-obatan seperti opiat.

Sebab, beberapa negara tidak seprogresif Ukraina dalam sikap mereka terhadap pengguna narkoba.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari-hati, Konsumsi Obat Painkiller Berlebihan Bisa Sebabkan Gagal Ginjal Kronis!

Hari-hati, Konsumsi Obat Painkiller Berlebihan Bisa Sebabkan Gagal Ginjal Kronis!

Health | Kamis, 10 Maret 2022 | 13:08 WIB

Rilis Lagu Obat Rindu, Suara Kayu Gandeng Penyanyi Malaysia Kucaimars

Rilis Lagu Obat Rindu, Suara Kayu Gandeng Penyanyi Malaysia Kucaimars

Entertainment | Kamis, 10 Maret 2022 | 04:15 WIB

Tindak Peredaran Kopi Mengandung Paracetamol dan Obat Kuat, Polri Tunggu Koordinasi dari BPOM

Tindak Peredaran Kopi Mengandung Paracetamol dan Obat Kuat, Polri Tunggu Koordinasi dari BPOM

News | Rabu, 09 Maret 2022 | 22:48 WIB

Terkini

Perluas Jaringan, OMODA dan JAECOO Indonesia Buka Dua Dealer Baru di

Perluas Jaringan, OMODA dan JAECOO Indonesia Buka Dua Dealer Baru di

Otomotif | Rabu, 16 September 2026 | 15:03 WIB

PM Shehbaz Sharif: Rakyat Pakistan Bersedih Makkah Diserang Bom Drone Houthi

PM Shehbaz Sharif: Rakyat Pakistan Bersedih Makkah Diserang Bom Drone Houthi

News | Rabu, 16 September 2026 | 15:02 WIB

Menjeda Rutinitas Sejenak, Menemukan Kebahagiaan Sederhana di Tempat Camping

Menjeda Rutinitas Sejenak, Menemukan Kebahagiaan Sederhana di Tempat Camping

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 15:00 WIB

Review Film It's My Time: Seni Menghargai Masa Tua dengan Cara yang Indah

Review Film It's My Time: Seni Menghargai Masa Tua dengan Cara yang Indah

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 15:00 WIB

Pergantian Menkeu Tak Serta-merta Bereskan Beban Fiskal, Utang Tembus Rp10.294 T

Pergantian Menkeu Tak Serta-merta Bereskan Beban Fiskal, Utang Tembus Rp10.294 T

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:59 WIB

7 Tips Merebus Telur Puyuh agar Mudah Dikupas dan Tidak Hancur

7 Tips Merebus Telur Puyuh agar Mudah Dikupas dan Tidak Hancur

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 14:58 WIB

Seribu Anak Muda Curhat Masal Bareng Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan di Stage of Mind 2.0

Seribu Anak Muda Curhat Masal Bareng Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan di Stage of Mind 2.0

Entertainment | Rabu, 16 September 2026 | 14:58 WIB

Panduan Lengkap Menghitung Denda Pajak Mobil Mati dan Cara Mengurusnya secara Resmi

Panduan Lengkap Menghitung Denda Pajak Mobil Mati dan Cara Mengurusnya secara Resmi

Otomotif | Rabu, 16 September 2026 | 14:58 WIB

Satu Beasiswa Indonesia Diluncurkan, 71 Program Kuliah Kini Bisa Dicari di Satu Platform

Satu Beasiswa Indonesia Diluncurkan, 71 Program Kuliah Kini Bisa Dicari di Satu Platform

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:56 WIB

Seret Korporasi Besar di kasus ATR/BPN, Independensi KPK Kini Diuji

Seret Korporasi Besar di kasus ATR/BPN, Independensi KPK Kini Diuji

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:54 WIB

×