Mengenal Dermatitis Atopik dan Perawatannya, Penyakit Kulit yang Tak Bisa Disembuhkan

Risna Halidi

Jum'at, 11 Maret 2022 | 13:44 WIB
Mengenal Dermatitis Atopik dan Perawatannya, Penyakit Kulit yang Tak Bisa Disembuhkan
Ilustrasi ruam, eksim, dermatitis atopik (Elements Envato)

Suara.com - Penyakit kulit merupakan salah satu penyakit yang umum dialami oleh masyarakat. Penyakit ini terbagi menjadi penyakit yang menular dan tidak menular.

Belum lama ini, Indonesia dihebohkan dengan adanya kasus dermatitis atopik pada anak-anak. Dermatitis atopik atau eksim susu sendiri merupakan kondisi peradangan kulit yang kronis dan kambuh.

Meski banyak terjadi pada kelompok anak, namun dermatitis atopik juga dapat menyerang segala usia mulai dari bayi, remaja, dewasa, bahkan orang tua di umur emasnya.

Gejala eksim pada bayi umumnya pertama kali muncul saat usia dua sampai tiga bulan, pada anak kecil biasanya muncul di usia dua tahun hingga masa pubertas. 

Anak-anak dengan dermatitis atopik sering mengalami disfungsi pelindung kulit yang menyebabkan kulit kering, gatal, bersisik, bergelombang, merah dan atau bengkak. Jika terjadi goresan kronis, kulit menjadi menebal dan atau mengeras.

Penyakit yang juga dikenal sebagai eksim kering ini bisa terus kambuh hingga dewasa, meski bagi sebagian anak gejalanya dapat membaik atau bahkan hilang.

Ilustrasi ruam, eksim, dermatitis atopik (Elements Envato)
Ilustrasi ruam, eksim, dermatitis atopik (Elements Envato)

Hal yang perlu diketahui, dermatitis atopik tidak bisa disembuhkan, tapi perawatan yang tepat bisa membantu mengendalikan dan meringankan gejalanya.

Angka Pengidap yang Makin Tinggi
Pada dasarnya, penyebab penyakit kulit sangat beragam mulai dari infeksi jamur, virus, dan bakteri yang kemudian menyebar melalui kontak langsung dengan kulit, udara, atau penggunaan barang bersama.

Berbagai macam faktor penyebab lainnya juga dapat disebabkan oleh faktor iklim, mulai dari suhu udara, kebersihan lingkungan dan juga kebersihan diri.

baca juga

Padatnya populasi masyarakat Indonesia terutama di kota besar, berikut dengan kondisi ekonomi dan kurangnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya kesehatan dan kebersihan kulit, turut memengaruhi angka kejadian berbagai penyakit kulit yang sering terjadi di Indonesia.
 
Penelitian oleh Soegiarto et al pada tahun 2019, melaporkan bahwa morbiditas penyakit alergi pada anak sekolah di kota metropolitan di Indonesia memiliki pola yang sama dengan negara berkembang lainnya. 

Penelitian itu melibatkan 499 anak dan remaja dari sekolah dan universitas di 5 kota. Dilaporkan 278 subjek setidaknya memiliki satu manifestasi penyakit alergi, di mana kasus dermatitis atopik sebesar 1,8 persen.

Urtikaria dan rhinitis alergi merupakan penyakit atopik yang paling sering muncul, dengan riwayat keluarga atopi positif sebesar 60,79 persen. Hasil penelitian ini pun menunjukkan peningkatan kasus dibandingkan tahun 1998.

Dibutuhkan Perawatan Khusus
Bagi sebagian orang yang mengalami kondisi kulit atopik,  mengunjungi dan berobat ke dokter kulit ternyata tidak selalu mudah.

Meski rasa gatal sudah tak tertahankan  dan permukaan kulit sudah berubah total, tetap saja ada beberapa orang yang merasa enggan untuk meminta bantuan kepada dokter spesialis kulit. 

Ilustrasi ruam, eksim, dermatitis atopik (Elements Envato)
Ilustrasi ruam, eksim, dermatitis atopik (Elements Envato)

Namun di sisi lain, banyak orang tidak ragu dan terkesan selalu menomorsatukan penampilan, dengan berkunjung ke klinik kecantikan tanpa melihat apakah dermatologistnya jelas dan terkredibilitas. 

Tentunya banyak faktor yang menyebabkan orang dengan penyakit kulit tersebut enggan berkunjung ke dokter spesialis kulit, seperti kurangnya pengetahuan mengenai penyakit kulit, kondisi pandemi yang menyebabkan orang takut keluar rumah, keterbatasan waktu dan biaya, serta masih banyak faktor lainnya.

Berangkat dari adanya isu ini, Erha meluncurkan lini baru yaitu Erha Ultimate Atopy Cure dan Erha Ultimate Skin Health.

Lini atopi merupakan lini yang fokus menyelesaikan masalah dermatitis atopik untuk tiga kategori yaitu bayi dan anak, dewasa dan kelompok usia emas.

Sementara lini kedua hadir dengan tiga kategori yaitu penanganan menjinakkan sel kulit tumbuh, hilangkan bekas luka, dan solusi kulit sehat untuk semua jenis kulit yang terinfeksi bakteri, infeksi jamur, infeksi virus, maupun kulit yang terinfestasi parasit.

"Kami sudah berdiri lebih dari 22 tahun di Indonesia dan memiliki dokter spesialis kulit yang berpengalaman, alat medis yang lengkap, sehingga tentunya juga memiliki kemampuan untuk memberikan solusi menyeluruh untuk kesehatan kulit, ucap Direktur Erha, Noviana Supit dikutip dari siaran pers Jumat (11/3/2022).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penyakit Lumpy Skin Disease Terdeteksi di Indonesia, Menular ke Manusia?

Penyakit Lumpy Skin Disease Terdeteksi di Indonesia, Menular ke Manusia?

Health | Senin, 07 Maret 2022 | 12:23 WIB

Penyakit Lumpy Skin Terdeteksi di 31 Daerah di Indonesia, Penyakit Apa Itu?

Penyakit Lumpy Skin Terdeteksi di 31 Daerah di Indonesia, Penyakit Apa Itu?

Health | Senin, 07 Maret 2022 | 09:30 WIB

Alert! Penyakit Lumpy Skin Telah Terdeteksi di Indonesia, Bisa Jadi Wabah Berikutnya?

Alert! Penyakit Lumpy Skin Telah Terdeteksi di Indonesia, Bisa Jadi Wabah Berikutnya?

Health | Senin, 07 Maret 2022 | 08:58 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×