Alert! Penyakit Lumpy Skin Telah Terdeteksi di Indonesia, Bisa Jadi Wabah Berikutnya?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 07 Maret 2022 | 08:58 WIB
Alert! Penyakit Lumpy Skin Telah Terdeteksi di Indonesia, Bisa Jadi Wabah Berikutnya?
Lumpy Skin Disease. (Dok: Sripiachai)

Suara.com - Otoritas biosekuriti utara bersiaga setelah penyakit virus serius yang menyerang sapi dan kerbau terdeteksi di Indonesia.

Dilansir dari ABC, Pemerintah Indonesia pekan ini memastikan lumpy skin disesase atau  penyakit kulit benjol telah ditemukan di 31 desa di Pulau Sumatera.

Penyakit virus ini menyebabkan luka pada kulit, demam, kehilangan nafsu makan, penurunan produksi susu, dan dapat menyebabkan kematian pada sapi dan kerbau.

Virus ini terus menyebar secara pasti melalui Asia Tenggara selama beberapa tahun terakhir, dan pihak berwenang memperingatkan akan ada konsekuensi besar bagi industri peternakan jika ada serangan di Australia.

Ilustrasi sapi - (Pixabay/athree23)
Ilustrasi sapi - (Pixabay/athree23)

Kepala veteriner Mark Schipp mengatakan tidak mengherankan penyakit kulit benjol telah terdeteksi di Indonesia.

"Kami telah mengamati penyebaran penyakit ini melalui Asia Tenggara selama beberapa tahun terakhir," kata Dr Schipp. Sangat memprihatinkan mengingat Indonesia sangat dekat dengan Australia utara dan beberapa tetangga yang rentan di utara kita, yaitu Timor Leste dan Papua Nugini," kata dia. 

“Saat ini baru dilaporkan di satu provinsi di Indonesia, tetapi kami berharap sepenuhnya, mengingat Ramadhan akan segera dimulai, di mana ada pergerakan ternak besar-besaran di seluruh Indonesia, itu akan menyebar ke seluruh kepulauan Indonesia. 12 bulan ke depan."

Tahun lalu, tinjauan protokol biosekuriti Australia merekomendasikan perubahan besar pada sistem ketertelusuran ternak untuk membantu menangani potensi wabah penyakit seperti penyakit kulit kental. Penyakit kulit benjolan terutama menyebar melalui gigitan lalat, nyamuk, dan mungkin kutu, sehingga sulit dikendalikan.

"Salah satu kekhawatiran kami sehubungan dengan [penyakit kulit kental] bergerak lebih dekat ke Australia adalah bahwa topan, angin kencang, kapal ternak yang kembali atau ruang kargo pesawat dapat membawa serangga ke Australia yang terinfeksi," kata Dr Schipp.

baca juga

Menteri Pertanian David Littleproud mengatakan pemerintah federal akan memberikan dukungan untuk membantu Indonesia menahan penyebaran penyakit tersebut.

“Australia siap membantu Indonesia dan tetangga dekat kami lainnya untuk menanggapi wabah ini dan departemen saya secara aktif terlibat dengan pejabat senior di sana,” katanya.

"Departemen saya akan memeriksa semua opsi yang tersedia untuk menahan penyebaran penyakit ini di Indonesia dan di seluruh wilayah."

Sebagai informasi, lumpy skin disease pertama kali dilaporkan di Zambia tahun 1929. Penyakit itu masih menjadi  endemik di Afrika sub-Sahara. Wabah pertama di luar zona ini muncul di Mesir pada tahun 1988 dan beberapa bulan kemudian di Israel pada tahun 1989.

Sejak saat itu, dengan konfirmasi uji laboratorium telah diamati di Semenanjung Arab dan di Timur Tengah. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tekan Harga Sembako Jelang Bulan Ramadan, Pemkab Cianjur Bakal Gelar Pasar Murah

Tekan Harga Sembako Jelang Bulan Ramadan, Pemkab Cianjur Bakal Gelar Pasar Murah

Jabar | Sabtu, 05 Maret 2022 | 19:14 WIB

Harga Daging Sapi di Bandung Berpotensi Tembus Rp 150 Ribu per Kilogram, Disdagin Lakukan Ini

Harga Daging Sapi di Bandung Berpotensi Tembus Rp 150 Ribu per Kilogram, Disdagin Lakukan Ini

Jabar | Sabtu, 05 Maret 2022 | 17:20 WIB

Harga Daging Sapi Tak Terkendali, Pedagang Pasar Tradisional di Cirebon Takut Gulung Tikar

Harga Daging Sapi Tak Terkendali, Pedagang Pasar Tradisional di Cirebon Takut Gulung Tikar

Jabar | Sabtu, 05 Maret 2022 | 15:27 WIB

Terkini

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

×