Kasus Baru Covid-19 Menurun Tapi Kok Kematian Masih Tinggi? Ini Penjelasan Kemenkes

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 11 Maret 2022 | 21:19 WIB
Kasus Baru Covid-19 Menurun Tapi Kok Kematian Masih Tinggi? Ini Penjelasan Kemenkes
Ilustrasi covid-19 pada anak (Pixabay)

Suara.com - Kasus Covid-19 harian di Indonesia terus mengalami penurunan, dan sebaliknya angka kesembuhan harian terus bertambah.

Namun banyak pakar kesehatan yang justru mengkritisi, kasus kematian Covid-19 harian yang tidak kunjung menurun dan melandai.

Bahkan per 11 Maret 2022 hari ini, tembus 290 kematian sehari, di saat kasus baru hanya 16 ribu.

Menanggapi ini Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan ini adalah potret yang wajar, karena hal yang sama juga terjadi di beberapa negara yang berhasil melewati puncak gelombang kasus Covid-19.

"Jadi angka kematian ini kalau dilihat polanya seperti Amerika, Inggris, South Afrika yang juga sudah melewati daripada puncak kasus yang disebabkan varian Omicron ini. Memang puncak kasus kematian itu baru akan kita akan bisa lihat terjadi penurunan setelah 8 hingga 10 hari," ujar Nadia dalam acara diskusi RCCE dan KPCPEN, Jumat (11/3/2022).

Hal yang sama juga pernah diutarakan Nadia dalam konferensi pers Selasa, 8 Maret 2022, bahwa kasus kematian ini sangat jauh lebih rendah dibandingkan pada gelombang kasus varian Delta pada Juni hingga Agustus 2021 lalu.

Nadia menambahkan, kasus kematian harian yang masih merangkak naik karena masih banyaknya jumlah orang sakit atau kasus aktif Covid-19, yaitu orang yang masih bisa menularkan virus SARS CoV 2.

"Otomatis kalau kasus aktif besar, maka persentase tingkat keparahan atau tingkat kematian itu akan menjadi lebih besar risikonya. Sehingga kita masih bisa lihat, walaupun kasus konfirmasi harian sudah turun, tapi kasus kematian masih cenderung naik," jelas Nadia.

Selain itu, masa inkubasi virus SARS CoV 2 bisa hidup di dalam tubuh manusia maksimal 14 hari, juga turut mempengaruhi banyaknya kasus kematian.

baca juga

"Virus masa inkubasi, masa penyembuhannya, dan pada waktu saat ini memang kasus konfirmasi atau kasus aktifnya masih sangat tinggi," tutup Nadia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus COVID-19 Bertambah 16.110, Jawa Tengah Sumbang 1.721

Kasus COVID-19 Bertambah 16.110, Jawa Tengah Sumbang 1.721

Jawa Tengah | Jum'at, 11 Maret 2022 | 20:46 WIB

Penghapusan Syarat Swab PCR Berpotensi Tingkatkan kasus Covid-19, Ketua Satgas Jogja Minta PPKM Mikro Diperketat

Penghapusan Syarat Swab PCR Berpotensi Tingkatkan kasus Covid-19, Ketua Satgas Jogja Minta PPKM Mikro Diperketat

Jogja | Jum'at, 11 Maret 2022 | 20:13 WIB

WHO Angkat Bicara Perihal Varian Deltacron: Belum Ada Perubahan dalam Tingkat Keparahannya

WHO Angkat Bicara Perihal Varian Deltacron: Belum Ada Perubahan dalam Tingkat Keparahannya

Health | Jum'at, 11 Maret 2022 | 20:23 WIB

Terkini

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

×