Hati-hati, Ini 7 Dampak Buruk Punya Tubuh Terlalu Kurus bagi Perempuan

Risna Halidi | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Selasa, 15 Maret 2022 | 11:52 WIB
Hati-hati, Ini 7 Dampak Buruk Punya Tubuh Terlalu Kurus bagi Perempuan
Ilustrasi perempuan terlalu kurus. (Pixabay/outsideclick)

Suara.com - Memiliki berat badan yang ideal adalah dambaan setiap orang. Hanya saja beberapa orang memiliki obsesi ingin memiliki tubuh kurus laiknya model.

Padahal, tubuh terlalu kurus atau memiliki berat badan terlalu ringan juga bisa menyabkan beragam masalah kesehatan.

Meski tidak semua orang yang kekurangan berat badan menghadapi efek samping. Namun, beberapa orang bisa merasakan tujuh dampak yang satu ini.

Apa saja? Simak ulasannya sebagai berikut yang dilansir dari Medical News Today.

1. Osteoporosis
Sebuah studi tahun 2016 menyebut kekurangan berat badan dapat meningkatkan risiko osteoporosis pada perempuan, di mana tulang-tulang akan menjadi lebih rapuh dan rentan patah.

2. Masalah Kulit, Rambut, dan Gigi
Jika tubuh kekurangan badan dan tidak mendapatkan nutrisi, maka bisa berdampak risiko bagi masalah kesehatan. Seperti kulit menipis, rambut rontok, kulit kering, dan kesehatan gigi yang buruk.

3. Sering Sakit-sakitan
Seseorang tidak mendapat cukup energi dari makanannya, apalagi tidak mempertahankan berat badan yang sehat, kemungkinan besar akan sering sakit-sakitan, seperti pilek yang bertahan lebih dari biasanya.

4. Lelah Sepanjang Waktu
Jika tubuh kekurangan kalori lewat makanan sehari-hari, apalagi kekurangan badan yang sehat, dapat menyebabkan seseorang merasa lelah sepanjang waktu. Tentunya, kelelahan ini akan berdampak pada produktivitas.

5. Anemia
Seseorang yang kekurangan berat badan lebih cenderung memiliki jumlah darah rendah. Dikenal sebagai anemia, risiko ini sering menyebabkan seorang mengalami pusing, sakit kepala, dan kelelahan.

6. Kelahiran Prematur
Sebuah penelitian dari Jurnal International Obstetri & Ginekologi mengatakan, perempuan hamil yang kekurangan berat badan berisiko lebih tinggi melahirkan bayi secara prematur, di mana bayi akan lahir sebelum 37 minggu.

7. Periode Menstruasi Tidak Teratur
Perempuan yang kekurangan berat badan mungkin tidak mengalami menstruasi teratur. <ereka lebih mungkin mengalami menstruasi berhenti, atau menstruasi yang tertunda. Menstruasi yang tidak teratur dapat menyebabkan kemandulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Alasan Penting Kenapa Kamu Harus Minum Air Putih Setiap Hari

5 Alasan Penting Kenapa Kamu Harus Minum Air Putih Setiap Hari

Your Say | Senin, 14 Maret 2022 | 12:35 WIB

Tidak Cuma Menurunkan Berat Badan, Ini 4 Manfaat Teh Hijau Bagi Kesehatan!

Tidak Cuma Menurunkan Berat Badan, Ini 4 Manfaat Teh Hijau Bagi Kesehatan!

Your Say | Minggu, 13 Maret 2022 | 10:45 WIB

Waspadai Faktor Risiko Memiliki Lemak Visceral, Letaknya Jauh di Bawah Otot Perut dan Berbahaya!

Waspadai Faktor Risiko Memiliki Lemak Visceral, Letaknya Jauh di Bawah Otot Perut dan Berbahaya!

Health | Minggu, 13 Maret 2022 | 07:00 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB