Kejang setelah Demam Tinggi, Bayi 4 Bulan Ini Ternyata Terinfeksi Virus Akibat Gigitan Nyamuk

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Selasa, 15 Maret 2022 | 16:17 WIB
Kejang setelah Demam Tinggi, Bayi 4 Bulan Ini Ternyata Terinfeksi Virus Akibat Gigitan Nyamuk
Ilustrasi bayi. (Pexels)

Suara.com - Seorang bayi bernama Sam asal Australia, berusia empat bulan, secara tiba-tiba mengalami demam tinggi 38 derajat Celcius dan kejang.

Insiden tersebut terjadi dua minggu setelah sang bayi ikut berkemah dengan keluarganya di sebuah taman karavan di Victoria, Australia.

Sam dilarikan ke unit perawatan intensif di The Royal Children's Hospital, dan dokter awalnya mendiagnosisnya dengan meningitis.

Namun, Rabu (9/3/2022) pekan lalu, dokter kembali mengonfirmasi bahwa bayi tersebut terinfeksi virus Japanese encephalitis (JEV).

Virus ini umumnya ditularkan oleh nyamuk jenis Culex tritaeniorhynchus. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh JEV adalah penyakit radang otak Japanese encephalitis.

Sam (GoFundMe)
Sam (GoFundMe)

Sang Ibu, Bec, mengatakan bahwa dirinya tidak ingat anaknya digigit nyamuk selama berkemah.

"Aku tidak pernah melihat nyamuk pada dirinya sepanjang waktu kami berkemah. Aku bahkan tidak melihat bekas gigitan nyamuk di tubuh Sam," ujar Bec, dilansir The Sun.

Selain demam dan kejang, lengan San juga terasa kaku dan tungkai bawah lemas.

Kini, setelah sebulan dirawat di rumah sakit, kondisi Sam menjadi lebih baik. Namun, sang bayi ini masih harus check up ke dokter setiap dua minggu sekali.

baca juga

Sebagia besar kasus Japanese encephalitis memang tidak menunjukkan gejala. Tetapi orang yang mengalami infeksi parah dapat mengalami koma hingga kematian.

Dari pengalamannya ini, Bec ingin memperingatkan para orang tua untuk menjaga bayi mereka dengan memakaikan pakaian lengan panjang ketika membawa anak ke luar rumah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Momen Baby Ameena Diapelin Baby Rayyanza, Circle Bayi Sultan!

5 Momen Baby Ameena Diapelin Baby Rayyanza, Circle Bayi Sultan!

Entertainment | Selasa, 15 Maret 2022 | 11:30 WIB

Keluarga Akhirnya Berani Bicara, Sebut Pemerkosa Bayi di Jeneponto Seorang Kakek

Keluarga Akhirnya Berani Bicara, Sebut Pemerkosa Bayi di Jeneponto Seorang Kakek

Sulsel | Selasa, 15 Maret 2022 | 11:30 WIB

Pemprov Sulsel Dampingi Bayi Diduga Korban Kekerasan Seksual di Kabupaten Jeneponto

Pemprov Sulsel Dampingi Bayi Diduga Korban Kekerasan Seksual di Kabupaten Jeneponto

Sulsel | Selasa, 15 Maret 2022 | 10:22 WIB

Terkini

Setelah Kantor PT Djarum, KPK Geledah 6 Perusahaan Afiliasi

Setelah Kantor PT Djarum, KPK Geledah 6 Perusahaan Afiliasi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Penyerapan Tembakau oleh Industri Rokok Melambat, Pabrik Pilih Habiskan Stok Lama

Penyerapan Tembakau oleh Industri Rokok Melambat, Pabrik Pilih Habiskan Stok Lama

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Bibit Siklon 91B Picu Ancaman Banjir dan Longsor, BNPB Beri Imbauan Waspada

Bibit Siklon 91B Picu Ancaman Banjir dan Longsor, BNPB Beri Imbauan Waspada

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026

BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Tinjau Irigasi, Gubsu Bobby Serap Aspirasi dan Beri Solusi untuk Petani di Gunungsitoli Nias

Tinjau Irigasi, Gubsu Bobby Serap Aspirasi dan Beri Solusi untuk Petani di Gunungsitoli Nias

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel

Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel

Bekaci | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Peretasan Binance Jadi Insiden Terbesar Sepanjang Sejarah Kripto, Lampaui Bybit

Peretasan Binance Jadi Insiden Terbesar Sepanjang Sejarah Kripto, Lampaui Bybit

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:33 WIB

Izin Obligasi Rp5,6 Triliun Belum Terbit, Pembahasan APBD DKI 2026 Kian Pelik

Izin Obligasi Rp5,6 Triliun Belum Terbit, Pembahasan APBD DKI 2026 Kian Pelik

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:32 WIB

BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM

BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Pekerja Migran Indonesia di Singapura Dipenjara 3 Tahun usai Pukuli Anak Berkebutuhan Khusus 23 Kali

Pekerja Migran Indonesia di Singapura Dipenjara 3 Tahun usai Pukuli Anak Berkebutuhan Khusus 23 Kali

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:30 WIB

×