Kemenkes Sebut Situasi Covid-19 Masih Belum Aman Menjelang Ramadan, Mudik Bakal Dibatasi?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 17 Maret 2022 | 11:50 WIB
Kemenkes Sebut Situasi Covid-19 Masih Belum Aman Menjelang Ramadan, Mudik Bakal Dibatasi?
Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (21/1/2021). [Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden]

Suara.com - Kasus Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan dalam sepekan terakhir. Penurunan ini diikuti juga oleh penurunan angka keterisian rumah sakit nasional menjadi 19 persen dari 21 persen  pada (14/3/2022).

Meski demikian, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa walau ada sejumlah indikator perbaikan dalam penanganan pandemi Covid-19, namun Indonesia belum bisa merasa aman. Terutama menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri saat orang cenderung lebih banyak melakukan mobilitas. 

"Kita sebentar lagi akan masuk bulan Ramadan dan juga Idulfitri, tai saya ingin sharing bahwa kita saat ini belum aman," ujar Siti Nadia saat webinar Do Research, Social Service and Innovation (D’RoSSI) Open Lecture: Omicron Benarkah Tidak Berbahaya, Kamis, (17/3/2022). 

Ia mengatakan bahwa saat ini masyraakat memang cenderung mengalami gejala ringan seperti flu dan relatif bisa cepat sembu. Nadia juga mengatakan bahwa hasil tes PCR saat ini umumnya akan negatif pada 5-6 hari setelah gejala pertama muncul. 

Ilustrasi virus corona. [Antara]
Ilustrasi virus corona. [Antara]

"Tapi laju penularan masih cukup tinggi, angkanya masih di 1,1, dan juga 1,0. Kita pernah turun Desember dan pertengan Januari, angka reproduksi di bawah 1. Ini indikator, kalau kita mau masuk ke endemi maka reproduksi di bawha angka satu dan harus dipertahankan cukup lama," kata Nadia. 

Nadia memaparkan, jika melihat pengalamman di gelombang sebelumnya, wilayah Jawa Bali memang relatif akan lebih dulu melandai. Sedangkan untuk wilayah luar Jawa dan Bali baru akan turun tiga hingga empat minggu kemudian. 

Jadi artinya fenomena ping pong haru kita jaga. Jangan sampai aktivitas meningkat di luar Jawa Bali, lalu ada mobilitas ke Jawa Bali, dan jadi meningkat, dan berlaku sebaliknya." kata Nadia. 

"Apalagi mendekati Idulfitri dan Ramadan banyak melakukan ritual pulang kampung, kemudian nyekar nanti akan melakukan mobilisasi. Makanya, kita terus melakukan monitor untuk pelonggaran dari pengetatan aktivitas masyarakat. Yang pasti masih harus tetep kita pantau," kata dia. 

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gawat! WHO Sebut Kasus Covid-19 di Dunia dalam Sepekan Terakhir Lebih Membahayakan

Gawat! WHO Sebut Kasus Covid-19 di Dunia dalam Sepekan Terakhir Lebih Membahayakan

Health | Kamis, 17 Maret 2022 | 10:23 WIB

Gercep, Kapolda Sumut Kerahkan Vaksinator Percepat Vaksinasi Jelang Ramadan

Gercep, Kapolda Sumut Kerahkan Vaksinator Percepat Vaksinasi Jelang Ramadan

Sumut | Kamis, 17 Maret 2022 | 10:03 WIB

Tenang dan Jangan Panik, Jelang Ramadan Minyak Goreng Langka di Kota Bogor, Bima Arya Beri Pesan Ini

Tenang dan Jangan Panik, Jelang Ramadan Minyak Goreng Langka di Kota Bogor, Bima Arya Beri Pesan Ini

Bogor | Kamis, 17 Maret 2022 | 09:24 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×