Tak Perlu Khawatir, Ini 3 Alasan Umum Bayi Baru Lahir Alami Kerontokan Rambut

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Senin, 21 Maret 2022 | 12:30 WIB
Tak Perlu Khawatir, Ini 3 Alasan Umum Bayi Baru Lahir Alami Kerontokan Rambut
Ilustrasi bayi tumbuh rambut (Unsplash)

Suara.com - Beberapa bayi dilahirkan dengan rambut yang lebat, sementara ada juga bayi yang hanya memiliki rambut tipis.

Seiring waktu, rambut ini bisa rontok atau semakin tipis dalam beberapa minggu. Perubahan ini mungkin mengejutkan, namun sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan.

Berdasarkan Verywell Family, rambut rontok pada bayi sangat umum terjadi.

Hal-hal seperti perubahan hormonal alami dan bahkan posisi tidur yang umum dapat menjadi salah satu faktor penyebabnya.

Apa penyebab rambut rontok pada bayi?

Foto oleh Pixabay dari Pexels
Ilustrasi bayi (Foto oleh Pixabay dari Pexels)

Ada beberapa alasan berbeda mengapa bayi yang baru lahir cenderung mengalami kerontokan rambut dalam beberapa bulan pertama kehidupan. Berikut beberapa pemicunya:

1. Perubahan hormonal

Bayi mendapatkan kadar hormon kehamilan yang sama dengan sang ibu saat di dalam rahim, membuat rambut Anda terlihat mengkilap dan cantik.

Namun, begitu mereka lahir, si kecil tidak lagi terpapar hormon yang sama. Ini mengubah kimia tubuh mereka, yang mengakibatkan hilangnya sebagian atau seluruh rambutnya.

baca juga

"Selama kehamilan, ada banyak hormon baik dan sehat yang mengalir ke bayi Anda. Setelah melahirkan, kadar hormon mulai turun dan kondisi ini dapat menyebabkan bayi Anda mulai kehilangan beberapa rambut," jelas spesialis pediatri Samantha Ball, DO, di Dacula, GA.

2. Gesekan saat tidur

Ball menyarankan agar bayi tidur telentang saat tidur siang dan sebelum tidur malam untuk mengurangi risiko Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS).

"Gosokan terus-menerus pada permukaan yang keras seperti kasur maupun kereta dorong, dapat menyebabkan rambut bayi patah dan rontok," imbuh Ball.

3. Cradle cap atau dermatitis seboroik

Dermatitis serboroik dapat terjadi pada bayi antara usia dua hingga 12 bulan. Kondisi ini bisa terlihat seperti bercak merah bersisik atau kuning berkerak di sekitar kulit kepala.

Ini biasanya hilang dengan sendirinya tetapi dapat menyebabkan beberapa bayi kehilangan rambut dalam waktu singkat.

Sisiknya biasanya tidak menyebabkan kerontokan rambut, tetapi menggosok dan mencuci rambut dalam upaya menghilangkan sisik dapat menyebabkan beberapa helai rambut tercabut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siti Badriah Melahirkan secara Caesar, Kenali Apa Saja Risikonya bagi Ibu dan Bayi

Siti Badriah Melahirkan secara Caesar, Kenali Apa Saja Risikonya bagi Ibu dan Bayi

Health | Minggu, 20 Maret 2022 | 21:15 WIB

Nyesek! Curhat Ibu Sibuk Mengurus Bayi setelah Melahirkan, Pasangan Malah Asyik Selingkuh

Nyesek! Curhat Ibu Sibuk Mengurus Bayi setelah Melahirkan, Pasangan Malah Asyik Selingkuh

Lifestyle | Minggu, 20 Maret 2022 | 14:29 WIB

5 Cara Pakai Pelembab Bayi yang Tepat: Gunakan Rumus Ruas Jari

5 Cara Pakai Pelembab Bayi yang Tepat: Gunakan Rumus Ruas Jari

Health | Sabtu, 19 Maret 2022 | 12:50 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB