Ahli Buat Tes PCR untuk Deteksi Dini Kanker Mulut, Ini Kelebihannya!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 22 Maret 2022 | 15:13 WIB
Ahli Buat Tes PCR untuk Deteksi Dini Kanker Mulut, Ini Kelebihannya!
Ilustrasi kanker mulut (pexels/jenna hamra)

Suara.com - Deteksi dini adalah kunci bagi pasien kanker untuk bertahan hidup. Kini, para peneliti telah mengembangkan alat inovatif untuk membantu mendeteksi kanker.

Para peneliti di Queen Mary University of London telah mengembangkan tes PCR pertama di dunia untuk mendeteksi kanker mulut.

Tes PCR untuk deteksi kanker mulut ini telah diuji tingkat akurasinya pada pasien dari China, India dan Inggris dan hasilnya dipublikasikan dalam jurnal internasional, Cancers.

Tes PCR ini disebut Sistem Diagnosis Indeks Malignant Kuantitatif (qMIDS) oleh penemu Dokter Muy-Teck Teh. Ia memiliki potensi mengurangi tekanan pada layanan kesehatan dan meningkatkan deteksi dini kanker mulut.

Tes untuk kanker mulut ini pun sangat cepat dan mudah. Seseorang hanya membutuhkan mesin PCR yang digunakan dalam pengujian virus corona Covid-19 dan seorang teknisi untuk mengoperasikannya.

Sampel kecil (seukuran setengah butir beras) diambil dari area yang mencurigakan di mulut pasien dan tes hanya membutuhkan waktu 90 menit, mirip dengan tes PCR Covid-19.

Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

Sampel kecil (seukuran setengah butir beras) diambil dari area yang mencurigakan di mulut pasien dan tes hanya membutuhkan waktu 90 menit, mirip dengan tes PCR Covid-19.

Sampai sekarang, belum ada cara yang sempurna untuk mengidentifikasi lesi yang kemungkinan berkembang menjadi kanker.

Ada sistem penilaian yang digunakan oleh konsultan ahli patologi mulut yang sangat terampil untuk menilai sampel jaringan melalui mikroskop.

baca juga

Namun dilansir dari Express, sistem penilaian ini tidak selalu secara akurat memprediksi atau menangkap lesi yang akan atau telah menjadi kanker.

Karena, perubahan awal dari pra-ganas menjadi kanker terjadi pada tingkat genetik dan kimia, yang tidak bisa dilihat dengan mikroskop.

Premalignancy biasanya terjadi di satu lokasi tetapi, juga dapat mempengaruhi seluruh mulut. Hal ini dapat mempersulit dokter untuk memutuskan di mana harus mengambil sampel.

Dalam kasus ini, ahli bedah mungkin perlu melakukan beberapa biopsi. Meski begitu, mereka mungkin tidak menangkap area yang akan menjadi kanker.

Tanpa mengetahui secara pasti apakah suatu lesi bersifat kanker, Anda bisa memeriksanya secara teratur dalam jangka waktu lama. Jika Anda berisiko rendah, hal ini menimbulkan kecemasan dan gangguan bagi pasien.

Di sisi lain, kasus ringan bisa berkembang menjadi kanker bila pasien mungkin sudah keluar dari rumah sakit dan menunda pengobatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Didiagnosis Refluks Asam, Wanita Ini Justru Lumpuh dari Pinggang ke Bawah!

Didiagnosis Refluks Asam, Wanita Ini Justru Lumpuh dari Pinggang ke Bawah!

Health | Minggu, 20 Maret 2022 | 16:06 WIB

Studi: Endometriosis Berisiko Menyebabkan Kanker Ovarium Epitel, Begini Penjelasannya

Studi: Endometriosis Berisiko Menyebabkan Kanker Ovarium Epitel, Begini Penjelasannya

Health | Sabtu, 19 Maret 2022 | 17:02 WIB

Obat Malaria Hydroxychloroquine Membantu Mengobati Kanker Kepala dan Leher yang Resisten Kemoterapi

Obat Malaria Hydroxychloroquine Membantu Mengobati Kanker Kepala dan Leher yang Resisten Kemoterapi

Health | Kamis, 17 Maret 2022 | 20:45 WIB

Terkini

Lionel Messi Bantah Argentina 'Anak Emas' FIFA: Kami ke Final karena Kerja Keras

Lionel Messi Bantah Argentina 'Anak Emas' FIFA: Kami ke Final karena Kerja Keras

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 10:09 WIB

Menembus Pelosok Desa, Kiprah Mantri BRI Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Menembus Pelosok Desa, Kiprah Mantri BRI Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Bali | Kamis, 16 Juli 2026 | 10:07 WIB

Menapaki Jalan Berlumpur hingga Pelosok Desa, Mantri BRI Menjadi Penggerak Ekonomi Rakyat

Menapaki Jalan Berlumpur hingga Pelosok Desa, Mantri BRI Menjadi Penggerak Ekonomi Rakyat

Lampung | Kamis, 16 Juli 2026 | 10:03 WIB

5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC

5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC

Tekno | Kamis, 16 Juli 2026 | 10:02 WIB

6 Cara Mencuci Sepatu Suede yang Benar, agar Tidak Kusam dan "Botak"

6 Cara Mencuci Sepatu Suede yang Benar, agar Tidak Kusam dan "Botak"

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 10:01 WIB

Animal Farm dan Cermin Politik Modern: Saat Kesetaraan Hanya Menjadi Slogan

Animal Farm dan Cermin Politik Modern: Saat Kesetaraan Hanya Menjadi Slogan

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 10:00 WIB

Dari Medan Berlumpur hingga Desa Terpencil, Mantri BRI Hadir Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan

Dari Medan Berlumpur hingga Desa Terpencil, Mantri BRI Hadir Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan

Riau | Kamis, 16 Juli 2026 | 09:58 WIB

GeForce RTX 3060 Hidup Kembali, GPU 12GB untuk Gaming 1080p dan AI Lokal

GeForce RTX 3060 Hidup Kembali, GPU 12GB untuk Gaming 1080p dan AI Lokal

Tekno | Kamis, 16 Juli 2026 | 09:56 WIB

109 PPPK Paruh Waktu di Pemkot Malang Diupayakan Naik Kelas Jadi Penuh Waktu

109 PPPK Paruh Waktu di Pemkot Malang Diupayakan Naik Kelas Jadi Penuh Waktu

Malang | Kamis, 16 Juli 2026 | 09:48 WIB

Sitaan Fantastis di Kasus Korupsi Terbaru, Sejauh Mana Urgensi RUU Perampasan Aset?

Sitaan Fantastis di Kasus Korupsi Terbaru, Sejauh Mana Urgensi RUU Perampasan Aset?

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 09:45 WIB

×