Ramai Ibu Bunuh Anak Kandung di Brebes, Psikolog: Jangan Hujat!

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Rabu, 23 Maret 2022 | 19:25 WIB
Ramai Ibu Bunuh Anak Kandung di Brebes, Psikolog: Jangan Hujat!
Ilustrasi kekerasan seksual (freepik.com)

Suara.com - Kasus ibu bunuh anak kandung di Brebes yang diduga karena depresi berhasil menyita perhatian dan rasa prihatin Psikolog Anak dan Keluarga, Roslina Verauli.

Perempuan yang akrab disapa Vera itu dengan sepenuh hati meminta masyarakat Indonesia tidak mudah memberikan judgement atau penghakiman pada tindakan ibu tersebut.

Menurut Vera, tindakan ini perlu dilakukan karena tidak semua orang, termasuk ibu berinisial NU itu lahir dengan kondisi mental dan lingkungan sosial yang sehat.

"Waduh, kok ada ibu yang bunuh anaknya sendiri? lantas kita menghakimi, kita menghujat. Hentikan ya, karena kita nggak pernah tahu apa yang dialami orang, apa yang mereka hayati tentang kehidupannya," ujar Vera dalam konten Instagram pribadinya @verauli.id, dikutip suara.com, Rabu (23/3/2022).

Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (ANTARA/Shutterstock)
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (ANTARA/Shutterstock)

Menjelaskan lebih jauh dugaan kondisi mental ibu tiga anak tersebut, Vera lantas menjelaskan bahwa setiap orang memiliki tangki emosionalnya masing-masing.

Kata dia, sudah seberapa penuh tangki inilah yang bisa mengatur seberapa rentan seseorang terhadap stres dan bagaimana ia menghadapinya masalah yang dihadapinya.

Apalagi ia tak menampik ada beberapa orang terlahir dengan tangki emosional yang sudah terisi sejak ia lahir, salah satunya sudah terisi dengan emosi kecemasan yang diturunkan dari orangtuanya.

"Pada beberapa individu ada loh yang terlahir dengan kondisi biologis punya kecemasan yang lebih tinggi dari orang kebanyakan, karena tadi, kecemasan memang diturunkan," jelas Vera.

Selain itu, psikolog dari Kids 911 ini juga membenarkan ada anak yang terlahir dengan kondisi yang sudah agresif, yang juga diturunkan dari orangtuanya.

"Jadi belum apa-apa tangki emosional sudah terisi dengan kecenderungan kecemasan, agresifitas misalnya," tutur Vera.

Kondisi tangki emosional yang sudah hampir penuh sejak lahir ini, akhirnya kerap diperparah saat ia lahir dan dibesarkan dalam kondisi sosial dan ekonomi yang semakin memenuhi tangki emosional ini.

"Bayangkan kalau kemudian dia punya kehidupan yang dihayati demikian berat, ketika tangki emosional ini, daya tampungnya sudah lebih dulu penuh," ungkapnya.

Sehingga ia berharap, masyarakat Indonesia untuk tidak menghakimi kondisi mental dan psikis seseorang, terlebih melihat kondisi ibu bunuh anak di Brebes, yang disebut alami kondisi depresi sebagai ibu.

"Lantas, orang bisa melakukan apa saja sebetulnya, ketika menghayati kehidupan begitu berat, sulit untuk bayar kontrakan, anak banyak, suami nggak peduli, stop judgment," tutup Vera.

Sekedar informasi, kasus pembunuhan yang dilakukan seorang ibu di Brebes, Jawa Tengah, berinisial KU menyita perhatian masyarakat Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Ibu Gorok Tiga Anaknya di Brebes, Ratih Ibrahim Sebut Ada Perasaan Putusasa, Frustrasi dan Kemarahan yang Hebat

Kasus Ibu Gorok Tiga Anaknya di Brebes, Ratih Ibrahim Sebut Ada Perasaan Putusasa, Frustrasi dan Kemarahan yang Hebat

Kalbar | Rabu, 23 Maret 2022 | 16:44 WIB

Niat Ikuti Saran Megawati, Aksi Ibu-ibu Bikin Kerupuk Tapi Direbus Ini Malah Tuai Perdebatan Warganet

Niat Ikuti Saran Megawati, Aksi Ibu-ibu Bikin Kerupuk Tapi Direbus Ini Malah Tuai Perdebatan Warganet

News | Rabu, 23 Maret 2022 | 17:14 WIB

Rawat Ibu Sejak 2017, Momen Haru Para Adik Berikan Acara Kejutan Hadiah Umrah ke Kakak Bikin Mewek

Rawat Ibu Sejak 2017, Momen Haru Para Adik Berikan Acara Kejutan Hadiah Umrah ke Kakak Bikin Mewek

Hits | Rabu, 23 Maret 2022 | 17:19 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB