Berawal dari Kegagalan Operasi Vagina, Wanita Ini Ingin Edukasi Publik tentang Anatomi Klitoris

Kamis, 24 Maret 2022 | 16:37 WIB
Berawal dari Kegagalan Operasi Vagina, Wanita Ini Ingin Edukasi Publik tentang Anatomi Klitoris
Jessica Pin mengedukasi publik tentang klitoris (Instagram)

Suara.com - Pada saat berusia 18 tahun, Jessica Pin merasa bahwa dirinya mempunyai kondisi vagina yang tidak normal. Ia pun menjalani operasi labiaplasty, tetapi sayangnya prosedur ini gagal.

Labiaplasty merupakan prosedur bedah untuk memperbaiki labia atau bibir vagina. Operasi vagina ini cukup populer di kalangan wanita.

Karena operasi gagal, Jessica menjadi tidak bisa merasakan 'sensasi' di organ intim karena saraf dosal klitorisnya rusak.

Gadis asal San Francisco, AS, ini mengatakan bahwa seluruh labia minoranya telah diangkat. Dokter bedah juga mengurangi ukuran tudung klitorisnya, yang disebut tanpa persetujuan Jessica.

Padahal, Jessica telah menghabiskan sekitar Rp 43 juta untuk labiaplasty. Itu pun belum termasuk anestesi dan fasilitas ruang operasi serta biaya terkait lainnya.

Jessica Pin mengedukasi publik tentang klitoris (Instagram)
Jessica Pin mengedukasi publik tentang klitoris (Instagram)

Kegagalan tersebut membuat Jessica mengalami masalah kesehatan mental karena tekanan yang dialaminya dari orang-orang di sekitarnya. Bahkan, ia sempat berulang kali mencoba bunuh diri.

Sementara sang dokter yang telah menanganinya tidak mau bertanggung jawab.

"Aku menyangkal selama bertahun-tahun, berpikir (hilangnya sensasi) dapat diperbaiki, atau beberapa cara untuk mengatasinya. Lalu aku coba bunuh diri. Mencoba untuk menerimanya sangat sulit," ujar Jessica, dilansir The Sun.

Sejak pengalamannya ini, Jessica pun lebih sering mengedukasi publik tentang labiaplasty. Ia telah menerbitkan anatomi klitoris secara lengkap dalam literatur medis.

Baca Juga: Muncul Jerawat di Area Labia, Apakah Sebabnya?

Dia juga memiliki penelitian yang terbit dalam Aesthetic Surgery Journal.

Menurut Jessica, banyak ahli bedah meremehkan risiko prosedur tersebut, yang dapat mencakup penurunan sensivitas, jaringan parut, hingga infeksi.

Operasi ini juga berisiko menyebabkan pembekuan darah dan reaksi alergi terhadap anestesi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI