4 Fakta Metode PBC untuk Atasi Nyeri Wajah Sebelah

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 25 Maret 2022 | 18:31 WIB
4 Fakta Metode PBC untuk Atasi Nyeri Wajah Sebelah
Ilustrasi: nyeri wajah sebelah

Suara.com - Trigeminal Neuralgia atau nyeri wajah sebelah adalah kondisi nyeri kronis di wajah, yang kerap membuat penderitanya 'menggila' saat sedang kambuh, karena seperti tersengat listrik atau tertusuk benda tajam.

Beruntung kini sudah ada metode PBC atau Percutaneous Balloon Compression untuk mengatasi serangan trigeminal neuralgia. Perlu diketahui, trigeminal neuralgia umumnya disebabkan gangguan saraf trigeminal, sehingga penderita bisa merasakan nyeri tanpa ada rangsangan apa pun.

Adapun metode PBC untuk trigeminal neuralgia dilakukan jika gejala sudah tidak bisa lagi diatasi dengan obat pereda nyeri. Apalagi serangan trigeminal neuralgia bisa sangat menyakitkan seperti tersayat benda tajam, tertusuk, bahkan terbakar.

"Teknologi atau metode PBC bisa menjadi salah satu solusi pilihan untuk atasi nyeri wajah sebelah akibat trigeminal neuralgia,” ujar Spesialis Bedah Saraf di Brain and Spine Center RSU Bunda Jakarta, dr. Heri Aminuddin, SpBS saat konferensi pers beberapa waktu lalu.

Ilustrasi sakit kepala/ nyeri wajah

Berikut ini beberapa fakta metode PBC untuk atasi keluhan trigeminal neuralgia, yang perlu diketahui yang berhasil dirangkum Suara.com, Jumat (25/3/2022)

1. Kondisi Pasien yang Bisa Jalani Metode PBC
Pasien yang bisa menjalani metode PBC, apabila kondisinya tidak bisa ditangani lagi oleh obat atau nyeri tidak kunjung hilang meski sudah mengonsumsi obat.

Kategori lainnya yaitu apabila pasien sudah lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun, takut menjalani operasi, pasien memiliki komorbid yang bisa memperparah kondisinya setelah operasi, dan jika nyeri yang dirasakan terjadi di area tengah dan bawah.

2. Metode yang Gunakan Balon
Seperti namanya ada kata balon, yang berarti prosedurnya menggunakan balon yang akan dimasukkan via guidewire ke dalam dasar tengkorak dekat dengan saraf trigeminal. Bila sudah mencapai titik ini, balon dikembangkan agar menekan saraf trigeminal.

Selama prosedur, dokter akan dipandu menggunakan C-arm agar letak balon tepat sasaran. Kemudian balon dikembangkan selama 1 hingga 1,5 menit. Setelah itu dikempiskan dan kembali dikeluarkan.

3. Tanpa Luka Bedah Terbuka
Lantaran menggunakan balon yang baru akan dimasukan saat mencapai lokasi, maka saat prosesnya tidak memerlukan pembedahan hanya membutuhkan alat kecil yang dimasukan sementara.

4. Keuntungan Metode PBC
"Dulu untuk penanganan trigeminal neuralgia dilakukan tindakan bedah MVD (Microvascular Decompression). Namun kini di beberapa negara, MVD sudah banyak ditinggalkan dan menjadikan PBC ini sebagai solusinya karena minimally invasive," jelas dr. Heri.

Beberapa keuntungan metode PBC untuk trigeminal neuralgia di antaranya simpel dan efektif, tanpa rawat inap, perlu waktu singkat hanya sekitar 30 menit, efektivitas hingga 90 persen, bisa kambuh bisa diulang, dan memperbaiki kualitas hidup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mata Kedutan Bisa Jadi Tanda Masalah Kesehatan, Ketahui Apa Saja

Mata Kedutan Bisa Jadi Tanda Masalah Kesehatan, Ketahui Apa Saja

Health | Jum'at, 14 Januari 2022 | 13:26 WIB

Lahir di Masa Pandemi Covid-19, Bayi Rentan Alami Gangguan Perkembangan Saraf

Lahir di Masa Pandemi Covid-19, Bayi Rentan Alami Gangguan Perkembangan Saraf

Health | Kamis, 06 Januari 2022 | 08:15 WIB

Mengenal Penyakit Trigeminal Neuralgia yang Bisa Mendorong Penderitanya Bunuh Diri

Mengenal Penyakit Trigeminal Neuralgia yang Bisa Mendorong Penderitanya Bunuh Diri

Lampung | Kamis, 14 Oktober 2021 | 10:53 WIB

Terkini

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB