Makan Daging Mentah Lebih Banyak Ruginya Dibanding Manfaatnya, Terutama Bahaya Kuman

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Jum'at, 25 Maret 2022 | 21:43 WIB
Makan Daging Mentah Lebih Banyak Ruginya Dibanding Manfaatnya, Terutama Bahaya Kuman
Daging merah, daging mentah. (Shutterstock)

Suara.com - Percaya atau tidak, masih banyak orang di luar sana yang suka memakan daging mentah. Misalnya saja artis asal Amerika Serikat Heidi Montag, yang beberapa waktu lalu tertangkap kamera sedang makan jantung bison mentah.

Daging mentah juga telah digunakan sebagai obat. Pada akhir abad ke-19, dokter Prancis menyarankan daging mentah sebagai pengobatan tuberkulosis atau TB.

Namun, ada dua masalah dalam Zomoterapi ini, yakni sulitnya mendapatkan daging mentah bersih dan pasien tidak menyukai dosis harian setengah pon daging mentah.

Tetapi, memakan daging mentah tentu memiliki dampak buruk bagi tubuh. Salah satunya menyebabkan infeksi bakteri.

Heidi Montag makan daging mentah (Instagram)
Heidi Montag makan daging mentah (Instagram)

Bahaya kuman pada daging mentah

Berdasarkan The Conversation, sepotong daging mentah dapat mengandung berbagai jenis kuman, baik bakteri, virus, jamur, parasit atau prion (pembawa penyakit menular yang hanya terdiri dari protein).

Meski banyak yang tidak berbahaya, beberapa di antaranya cukup mematikan kecuali jika diobati. Tapi, penyakit yang terkait prion tidak dapat disembuhkan.

Beberapa mikroorganisme jahat yang ada di daging, antara lain:

1. Bakteri Escherichia coli, pernah dianggap tidak berbahaya dalam sebuah jurnal yang terbit pada 1885. Hingga akhirnya ada kasus 50% ternak sehat dapat membawa E. coli 0157. Bakteri ini tahan dari asam lambung, menyebabkan keracunan yang berujung gagal ginjal, syok, dan kematian.

baca juga

2. Listeria, organisme di tanah yang dapat berkembang biak pada daging, lalu menginfeksi alian darah dan otak, atau masuk ke plasenta dan menyebabkan keguguran atau kematian janin.

3. Toxoplasmosis gondii pada daging sapi. Ini adalah parasit protozoa dari kucing yang bisa bertahan hidup di sapi dan manusia. Infeksi toksoplasmosis cenderung dapat menginvasi otak, retina, otot jantung, atau masuk ke plasenta dan menyebabkan kerusakan otak janin.

Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa makan daging mentah memiliki bahaya yang besar. Belum lagi infeksi Campylobacter dan Salmonella, serta parasit seperti cacing gelang dan cacing pita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bintang Serial AS 'The Hills' Heidi Montag Akui Suka Makan Daging Mentah, Padahal Sangat Berbahaya

Bintang Serial AS 'The Hills' Heidi Montag Akui Suka Makan Daging Mentah, Padahal Sangat Berbahaya

Health | Sabtu, 12 Maret 2022 | 13:28 WIB

Mainkan Karakter Perempuan Kerasukan, Nafa Urbach Rela Makan Daging Mentah

Mainkan Karakter Perempuan Kerasukan, Nafa Urbach Rela Makan Daging Mentah

Entertainment | Rabu, 09 Maret 2022 | 08:24 WIB

Makan Mata hingga Daging Mentah, Kebiasaan Pria Tampan Ini Bikin Publik Ngelus Dada

Makan Mata hingga Daging Mentah, Kebiasaan Pria Tampan Ini Bikin Publik Ngelus Dada

Lifestyle | Selasa, 02 November 2021 | 09:59 WIB

Terkini

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:30 WIB

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:28 WIB

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:19 WIB

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:01 WIB

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

DPR Sentil Pihak SPPG saat Rapat: 120 Juta Penerima Manfaat, Siapa yang Mau Diberi Makan?

DPR Sentil Pihak SPPG saat Rapat: 120 Juta Penerima Manfaat, Siapa yang Mau Diberi Makan?

Video | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

×