Mengenal Depresi Pasca Melahirkan, Masalah Mental yang Bisa Dialami Ibu Baru

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Minggu, 27 Maret 2022 | 12:05 WIB
Mengenal Depresi Pasca Melahirkan, Masalah Mental yang Bisa Dialami Ibu Baru
Ilustrasi depresi pasca melahirkan seorang ibu. (Foto oleh Pixabay dari Pexels)

Suara.com - Masa kehamilan tak hanya membawa perubahan yang masif untuk tubuh seorang wanita, tapi juga masalah mental. Maka tak jarang, kedua fase ini memicu munculnya depresi. Kali ini, mari mengenal depresi pasca melahirkan yang dialami seorang ibu baru.

Mengenal Depresi Pasca Melahirkan

Sindrom depresi pasca melahirkan berbeda dengan baby blues. Jika baby blues akan hilang atau mereda dalam hitungan hari atau minggu, depresi ini bisa bertahan hingga beberapa bulan setelah melahirkan. Tentu bukan kabar yang baik untuk ibu dan bayinya bukan?

Kondisi ini wajib segera ditangani oleh tenaga kesehatan yang berkompeten dalam bidang ini. Sebab jika tidak, ibu dan bayi akan menerima dampak paling besar. Mulai dari stabilitas emosi si ibu, produksi ASI, hingga tumbuh kembang bayi dari segi fisik dan mental.

Kenali Gejalanya, Lakukan Identifikasi Dini

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengetahui gejala yang muncul saat ibu mengalami depresi pasca melahirkan. Beberapa tandanya bisa dilihat di bawah ini.

  • Mulai kurang tidur.
  • Mudah merasa gelisah dan tersinggung, menjadi semakin sensitif.
  • Merasa khawatir dan berpikir ada yang salah dengan bayi.
  • Kehilangan minat pada hal yang disukai.
  • Kurang merawat diri.
  • Terus bersedih tanpa alasan jelas.
  • Sulit berinteraksi dengan bayi.
  • Ada rasa sedih dan tidak bersemangat terus-menerus.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Ada rasa bersalah dan merasa tidak pantas jadi ibu.

Ketika Anda mendeteksi ada tanda di atas, sebaiknya lekas melakukan konsultasi ke tenaga kesehatan terkait. Atau setidaknya, terus dampingi ibu sementara mencari tenaga kesehatan yang cocok.

Ilustrasi seorang ibu melahirkan (Shutterstock).
Ilustrasi seorang ibu pasca melahirkan (Shutterstock).

Pemicu Munculnya Hal Ini

Jika dilihat secara umum, depresi pasca melahirkan bisa disebabkan beberapa hal. Jelas yang pertama adalah perubahan hormon yang masif setelah anak lahir. Secara alami akan ada perubahan besar pada tubuh seorang wanita, sama seperti saat awal kehamilan.

Kemudian selanjutnya adanya tanggung jawab baru sebagai seorang ibu. Masalah psikologis yang muncul kemudian dapat memicu depresi yang bertahan lama. Senada dengan masalah psikologis, ada pula masalah sosial terkait status sosial dan harapan lingkungan pada peran ibu ini.

Lalu Bagaimana Cara Mengatasinya?

Mulai dari psikoterapi bersama nakes yang kompeten, obat-obatan sesuai resep dokter, banyak bercerita, hingga olahraga rutin dan menjaga pola hidup sehat, bisa jadi solusi dari keadaan ini. Tentu saja, pendampingan dari orang terdekat seorang ibu juga wajib dipastikan selama proses ini.

Demikian, sedikit artikel untuk mengenal depresi pasca melahirkan yang dialami seorang ibu. Semoga berguna, dan selamat beraktivitas!

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Penyebab Baby Blues dan Cara Mengatasi, Kondisi yang Kerap Dialami Ibu Pasca Melahirkan

Mengenal Penyebab Baby Blues dan Cara Mengatasi, Kondisi yang Kerap Dialami Ibu Pasca Melahirkan

Health | Rabu, 23 Maret 2022 | 16:09 WIB

Siti Badriah dan Krisjiana Baharudin Kompak Umumkan Nama Anak Pertamanya

Siti Badriah dan Krisjiana Baharudin Kompak Umumkan Nama Anak Pertamanya

Entertainment | Senin, 21 Maret 2022 | 14:09 WIB

Suami Siti Badriah Sebut Wajah Anaknya Mirip Artis Korea

Suami Siti Badriah Sebut Wajah Anaknya Mirip Artis Korea

Entertainment | Senin, 21 Maret 2022 | 08:39 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB