Pijat Nifas Bisa Percepat Kesembuhan Ibu Baru Melahirkan, Termasuk yang Lakukan Metode Caesar?

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Senin, 28 Maret 2022 | 13:26 WIB
Pijat Nifas Bisa Percepat Kesembuhan Ibu Baru Melahirkan, Termasuk yang Lakukan Metode Caesar?
Ilustrasi pijat nifas. (Shutterstock)

Suara.com - Pijat postpartum atau pijat pasca-melahirkan atau yang sering disebut pijat nifas, memiliki manfaat yang besar dan diyakini dapat mempercepat pemulihan ibu baru melahirkan.

Apalagi semua orang, termasuk ibu sendiri kerap lebih mengutamakan kenyamanan dan perlindungan bayi, dan lupa memerhatikan kenyamanan dan kesehatan diri yang lelah serta alami nyeri tubuh.

"Memang ini tergantung dari setiap orang, tapi untuk ibu yang melahirkan secara normal, pijat nifas bisa dilakukan sesegera mungkin," ujar Spesialis Pijat Nifas Alexa Dean mengutip Live Science, Senin (28/3/2022).

Dean menyarankan pijat nifas bisa dilakukan di minggu pertama setelah melahirkan, tapi jika kondisi ibu tidak memungkinkan pijat nifas perlu menunggu hingga beberapa bulan kemudian.

"Saya merekomendasikan pijat pascakelahiran segera setelah kelahiran bayi untuk berkonsentrasi pada otot-otot yang baru digunakan selama persalinan dan kelahiran," jelas Dean.

Bahkan kata Dean, Pijat Nifas juga aman untuk perempuan yang pernah jalani proses kelahiran traumatis, termasuk juga yang pernah menjalani operasi caesar.

"Setelah operasi caesar, saya biasanya merekomendasikan memulai dengan pijat bekas luka dari tiga minggu, selama sayatan telah sembuh dengan baik, bebas keropeng dan tidak ada tanda-tanda infeksi," katanya.

Khusus untuk ibu yang melahirkan secara caesar, biasanya ia mendapat luka bekas operasi dan pijat nifas mempercepat proses kesembuhan. Tapi umumnya akan diminta sudah melewati 3 bulan setelah tindakan operasi.

"Setelah operasi caesar, seorang perempuan akan dapat menerima pijatan seluruh tubuh, termasuk perut, sekitar enam hingga 10 minggu, tetapi saya terkadang merawat perempuan di sisi mereka dan tidak menyentuh area luka sama sekali," ungkap Dean.

Meski begitu, Dean tetap menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan prosedur pijat nifas ini.

Selain manfaat fisik, pijat setelah melahirkan juga bisa mengatasi stres sejak kelahiran bayi, ringankan masalah tidur, dan membuat tubuh lebih tenang.

Adapaun pijat nifas adalah sejenis pijat yang digunakan untuk membantu pemulihan tubuh setelah melahirkan.

Pijatannya bisa membantu otot yang sakit jadi lebih rileks, meningkatkan drainase limfatik dan dapat membantu mengendalikan hormon yang mempengaruhi kesehatan mental setelah melahirkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Rumah Patah Tulang Citapen yang Melegenda, Sudah Dikenal Sejak 1950-an

Mengenal Rumah Patah Tulang Citapen yang Melegenda, Sudah Dikenal Sejak 1950-an

Jabar | Sabtu, 26 Maret 2022 | 10:13 WIB

Meski Aman, Bidan Mengingatkan Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Pijat Prenatal

Meski Aman, Bidan Mengingatkan Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Pijat Prenatal

Health | Selasa, 22 Maret 2022 | 09:43 WIB

OMRON Hadirkan Solusi untuk Atasi Nyeri Kronis Secara Mudah dan Aman, Bebas Obat!

OMRON Hadirkan Solusi untuk Atasi Nyeri Kronis Secara Mudah dan Aman, Bebas Obat!

Health | Jum'at, 18 Maret 2022 | 06:30 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB