Bisa Jadi Masalah, Ini 6 Kesalahan Buang Air Kecil yang Banyak Dilakukan Perempuan

Risna Halidi | Dinda Rachmawati | Suara.com

Selasa, 29 Maret 2022 | 08:10 WIB
Bisa Jadi Masalah, Ini 6 Kesalahan Buang Air Kecil yang Banyak Dilakukan Perempuan
Ilustrasi buang air kecil

Suara.com - Buang air kecil mungkin tampak sederhana. Namun jika Anda adalah seorang perempuan, sebenarnya ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian saat mengosongkan kandung kemih.

Ya, perjalanan ke toilet bisa membuat Anda berisiko mengalami infeksi yang tidak menyenangkan, jika dilakukan dengan salah. Beberapa di antaranya bahkan dapat mengancam jiwa.

Dilansir The Sun, Prof Stergios Stelios Doumouchtsis seorang konsultan ahli kandungan dan ginekologi sekaligus seorang ahli terkemuka di bidang uroginekologi mengatakan, anatomi perempuan membuat mereka lebih rentan terhadap masalah karena beberapa alasan.

Pertama, uretra perempuan (saluran yang dilalui urine) lebih pendek, sehingga memudahkan kuman untuk naik. Perempuan juga memiliki uretra yang lebih pendek, yang dari sudut pandang biomekanik, memiliki dampak besar pada kontinensia.

"Jika seorang perempuan memiliki infeksi saluran kemih atau inkontinensia urine, mereka mungkin akan mengalami lebih banyak masalah dibandingkan lelaki," kata dia menjelaskan.

Ilustrasi Buang Air Kecil (Pexels/Miriam Alonso)
Ilustrasi Buang Air Kecil (Pexels/Miriam Alonso)

Kedua, Prof Stergios mengatakan bahwa perjalanan hidup perempuan juga dikaitkan dengan banyak perubahan di area yang terkait dengan hormon dan peristiwa reproduksi, seperti kehamilan , persalinan, pascakelahiran, dan menopause.

Ini, selain penuaan, juga dapat menyebabkan gangguan dasar panggul, seperti prolaps, yang dapat memengaruhi fungsi saluran kemih bagian bawah.

Untuk itu penting bagi perempuan untuk memerhatikan kebiasaan buang air kecil, agar mencegah gangguan dan memastikan mereka mendapat perawatan dengan cepat ketika itu terjadi.

Nah berikut beberapa cara penting yang harus dilakukan saat perempuan buang air kecil.

1. Mengusap dari Belakang ke Depan
Prof Stergios berkata, penting untuk menghindari menyeka area dari belakang ke depan.

“Ada flora bakteri yang kaya di sekitar anus dan daerah perianal, vagina, labia, dan saluran genital. Menyeka dapat memindahkan bakteri dari satu area ke area lain," ujarnya.

Menyeka dari belakang ke depan dapat memindahkan kotoran dan bakteri dari saluran belakang ke depan, di mana lubang uretra berada.

Ini adalah cara cepat untuk mengundang infeksi saluran kemih, yang dapat menyebabkan rasa terbakar saat buang air kecil, nyeri dan dorongan terus-menerus untuk menggunakan toilet. Kondisi ini perlu pengobatan dengan antibiotik.

2. Menyeka Terlalu Banyak
“Menyeka terkadang dapat menyebabkan iritasi pada kulit yang sangat sensitif,” kata Prof Stergios.

Sisa-sisa tisu toilet bisa tertinggal, yang jika kurang higienis, dapat menyebabkan iritasi dan berpotensi infeksi apalagi jika tertinggal selama berjam-jam.

“Ini karena menggunakan kertas berkualitas buruk atau menyeka secara berlebihan," ujar dia.

Tetap sederhana dan gunakan hanya beberapa lembar untuk menyeka dengan lembut (bukan dari belakang ke depan!)

Ilustrasi menahan pipis (buang air kecil) atau nyeri haid. (Shutterstock)
Ilustrasi buang air kecil (Shutterstock)

3. Mengatur Waktu untuk Buang Air Kecil
Cobalah untuk tidak membiasakan mengatur waktu ke toilet, kecuali jika telah diberitahu oleh spesialis. Hal ini disebut sebagai "kemih preventif". Prof Stergios mengatakan ini mungkin umum dalam pekerjaan tertentu.

Sebagai seorang guru, misalnya, seseoramg mungkin pergi ke toilet pada waktu yang sama setiap hari (sebelum masuk kelas), bahkan jika mereka tidak membutuhkannya, untuk menghindari keinginan untuk buang air kecil di dalam kelas.

Prof Stergios memperingatkan, kandung kemih mungkin terbiasa tidak menyimpan cukup urine. Kandung kemih biasanya menyimpan setidaknya 450-500ml.

Tetapi jika Anda pergi ke toilet setiap setengah jam, atau setiap jam, kandung kemih digunakan untuk menyimpan volume yang lebih kecil yang bisa menjadi 200ml atau kurang.

“Jadi peran kandung kemih sebagai reservoir, sebagai organ penyimpanan, bisa dikompromikan. Kemudian kandung kemih akan meminta Anda untuk pergi setiap jam bahkan jika Anda tidak mau," ujarnya.

Prof Stergios mengatakan tidak ada salahnya menahan kencing sampai Anda benar-benar harus pergi. Itu tidak menyebabkan infeksi saluran kemih, seperti yang ditakuti oleh beberapa orang.

Jika tidak, kondisi ini akan lebih sering terjadi pada orang-orang seperti perawat dan profesional perawatan kesehatan lainnya yang bekerja dalam shift dan tidak selalu dapat beristirahat secara teratur.

Pergi untuk buang air kecil sebelum perjalanan kereta api yang panjang atau sebelum menonton film, misalnya, dapat diterima.

“Tetapi melakukannya secara teratur sebagai kebiasaan bukanlah kebiasaan yang baik," ujar dia.

Terkadang kebiasaan berkemih dikaitkan dengan stres atau kecemasan, dan bukan hanya masalah kandung kemih secara langsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanda Infeksi Menular Seksual Tidak Hanya di Area Genital, Kenali juga Gejala Lainnya!

Tanda Infeksi Menular Seksual Tidak Hanya di Area Genital, Kenali juga Gejala Lainnya!

Health | Minggu, 27 Maret 2022 | 17:08 WIB

Benarkah Bintik Putih pada Kuku Menandakan Ada yang Rindu? Ini Fakta Sebenarnya

Benarkah Bintik Putih pada Kuku Menandakan Ada yang Rindu? Ini Fakta Sebenarnya

Health | Jum'at, 25 Maret 2022 | 19:40 WIB

Hati-Hati, Ini 3 Jenis Makanan dan Minuman yang Bisa Mengiritasi Kandung Kemih!

Hati-Hati, Ini 3 Jenis Makanan dan Minuman yang Bisa Mengiritasi Kandung Kemih!

Health | Kamis, 24 Maret 2022 | 20:29 WIB

Terkini

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:05 WIB

Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia

Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia

Health | Kamis, 12 Maret 2026 | 08:38 WIB

Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah

Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah

Health | Rabu, 11 Maret 2026 | 18:33 WIB