Perlu Tahu! Ini 6 Penyebab Dari Infeksi Jamur, Benarkah Karena Obat Antibiotik?

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Kamis, 31 Maret 2022 | 10:17 WIB
Perlu Tahu! Ini 6 Penyebab Dari Infeksi Jamur, Benarkah Karena Obat Antibiotik?
Ilustrasi (Foto: shutterstock)

Suara.com - Infeksi jamur merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada tubuh manusia. Dalam banyak kasus, infeksi jamur tumbuh di vagina perempuan, yang menyebabkan gejala vagina terbakar, gatal, dan keluarnya cairan.

Meski penyakit ini umum terjadi, infeksi jamur dapat diobati dengan mudah dengan menggunakan krim antijamur.

Untuk tahu lebih lanjut, ada enam penyebab infeksi jamur yang dilansir dari Insider. Ini dia!

Diabetes Yang Tidak Terkontrol

Ilustrasi diabetes. (Shutterstock)
Ilustrasi diabetes. (Shutterstock)

Karena disebabkan lonjakan gula darah, ini dapat menyebabkan tumbuhnya ragi. Menurut Ahli Urologi dari Center for Specialized Women’s Health, Michael Ingber, kadar gula darah yang tidak dikontrol dapat berdampak bagi urin, serta mengganggu keseimbangan candida di vagina.

Sistem Kekebalan Tubuh Yang Lemah

Sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat memicu berbagai macam penyakit, termasuk pertumbuhan jamur yang berlebihan di vagina. Pertumbuhan jamur ini juga disebabkan karena penyakit lain, antara lain penggunaan obat seperti antibiotik dan steroid, perawatan kanker, hingga HIV/AIDS.

Kebersihan Yang Tidak Memadai

Praktik kebersihan yang tidak konsisten seperti tidak mandi dan membersihkan area vagina dengan teratur, dapat menyebabkan infeksi jamur yang berulang. Bahkan, ragi dapat tumbuh subur dalam kondisi yang lembab. Biasanya, ini terjadi karena penggunaan pakaian yang ketat, sehingga dapat meningkatkan resiko infeksi jamur.

Faktor Kehamilan

Perubahan hormonal bagi perempuan hamil dapat mengganggu keseimbangan alami estrogen dan progesterone. Karena mengganggu keseimbangan, ini dapat memengaruhi pertumbuhan jamur candida.

Selain itu, perempuan hamil juga memiliki jumlah gula yang tinggi dalam cairan vagina mereka, di mana ini dapat memicu terjadinya pertumbuhan jamur.

Memiliki Jenis Infeksi Yang Berbeda

Jika seseorang mengalami infeksi jamur berulang, kemungkinan memiliki jenis infeksi yang berbeda, salah satunya vaginosis bakteri. Infeksi ini disebabkan karena pertumbuhan berlebih dari mikroba tertentu di vagina, yang menyebabkan peradangan, gatal, terbakar, dan keluarnya cairan.

Mengenai infeksi vaginosis bakteri, beberapa gejalanya meliputi vagina terbakar dan gatal, bau vagina yang tidak menyenangkan, hingga peningkatan keputihan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Cuma Bikin Bakteri Resisten, Menggunakan Antibiotik Dalam Jangka Panjang Bisa Mengurangi Kemampuan Kognitif

Tak Cuma Bikin Bakteri Resisten, Menggunakan Antibiotik Dalam Jangka Panjang Bisa Mengurangi Kemampuan Kognitif

Health | Selasa, 29 Maret 2022 | 16:59 WIB

Virus Corona Covid-19 Ditemukan Bisa Picu Diabetes, Peneliti Sebut Itu Hanya Sementara!

Virus Corona Covid-19 Ditemukan Bisa Picu Diabetes, Peneliti Sebut Itu Hanya Sementara!

Health | Senin, 28 Maret 2022 | 14:28 WIB

Gejala Diabetes, Waspadai 4 Tanda Peringatannya pada Mata!

Gejala Diabetes, Waspadai 4 Tanda Peringatannya pada Mata!

Health | Sabtu, 26 Maret 2022 | 15:33 WIB

Terkini

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB