Suara.com - Bau badan dapat terjadi pada siapa saja dan bisa membuat siapa saja tidak nyaman. Apabila baunya sangat menyengat, berarti ada kondisi yang perlu diperhatikan.
"Anda 'berutang' pada diri sendiri (dan orang di sekitar Anda) untuk mengidentifikasi penyebabnya secepat mungkin dan lakukan perawatan yang tepat," jelas apoteker utama Giulia Guerrini dari Digital Pharmacy Medino, Inggris.
Kepada The Sun, Giulia mengungkap tiga sumber bau di badan yang harus diwaspadai:
1. Smegma
Bau badan tidak hanya bersumber pada ketiak saja, tetapi juga aroma yang keluar dari organ intim.
Smegma merupakan bercak putih bertekstur seperti bubur atau keju yang berada di lipatan kulit penis atau kulup maupun lipatan labia atau sekitar klitoris.
Bercak ini berasal dari penumpukan minyak, sel kulit mati, serta keringat.
"Ini akibat pria yang tidak disunat tidak mencuci area di bawah kulupnya dengan cukup baik. Laki-laki dan perempuan harus mencuci alat kelamin mereka setidaknya sekali sehari dengan air hangat," jelas Giulia.
Ia juga memperingatkan wanita jika ingin membersihkan area intimnya menggunakan sabun khusus untuk melakukannya di bagian luar saja (vulva), bukan bagian dalam.
"Untuk menghindari iritasi yang dapat merusak keseimbangan pH dan menyebabkan infeksi jamur," sambungnya terkait penggunaan sabun organ intim wanita.

2. Bau kaki
Kaki merupakan 'surga' bagi bakteri. Terutama pada orang yang sering memakai sepatu dan kaos kaki.
"Ada 250.000 kelenjar keringat di kaki kita, yang merupakan rasio kelenjar per inci persegi yang lebih banyak dari tempat lain di tubuh. Semakin banyak sel kulit yang bisa dimakan bakteri, semakin menyebar," imbuh Giulia.
Ia menyarankan untuk mengindari sepatu yang tidak memiliki ruang untuk bernapas, yang dapat membuat kaki mudah berkeringat.
3. Bau badan