Selain XE, Ilmuwan Juga Temukan Varian Baru Virus Corona Lain, Mana yang Berbahaya dan Cepat Menular?

Risna Halidi, Lilis Varwati

Senin, 04 April 2022 | 11:22 WIB
Selain XE, Ilmuwan Juga Temukan Varian Baru Virus Corona Lain, Mana yang Berbahaya dan Cepat Menular?
Ilustrasi Covid-19 (Foto oleh cottonbro dari Pexels)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia WHO telah mengonfirmasi adanya temuan virus corona Covid-19 subvarian baru yaitu XE. Hingga saat ini temuan kasus dari infeksi tersebut tercatat kurang lebih 600 orang di dunia.

Kasus XE pertama kali ditemukan di Inggris pada Januari 2022. Tapi sebenarnya, peneliti di Inggris juga menemukan varian lain yang disebut XD dan XF.

Baik XE, XD, dan XF masih dalam pantauan Badan Kesehatan Nasional Inggris. Ketiganya sama-sama keturunan rekombinan atau mutasi gabungan genetik dari dua varian dan subvarian.

XD merupakan gabungan mutasi antara varian Delta dengan subvarian Omicron BA.1. Kasusnya ditemukan sebagian besar di Prancis, Denmark dan Belgia.

XE menjadi rekombinan dari dua subvarian Omicron, yakni BA.1 dan BA.2. Tetapi XE juga memiliki tiga mutasi yang tidak ada dalam urutan induknya. Kasus itu baru hanya ditemukan di Inggris.

XF adalah rekombinan antara varian Delta dengan subvarian Omicron BA.1. Infeksi varjan itu juga baru hanya terdeteksi di Inggris.

Ahli virologi dari Imperial College London Tom Peacock mengatakan, ketiga rekombinan itu harus diperhatikan karena penyebarannya ke beberapa negara.

Selain itu, adanya genetik Delta pada salah satu rekombinan kemungkinan menyebabkan hasil klinis yang lebih parah.

“Kekhawatirannya adalah jika ada perubahan non-struktural di Delta yang berkontribusi pada keparahan tau replikasi sel,” kata Tom, dikutip dari SCMP.

baca juga

Pada 22 Maret, Badan Kesehatan Nasional Inggris atau HSA telah mengidentifikasi 637 kasus XE di Inggris. Penyebaran kasus merata hampir di seluruh Inggris, menunjukkan telah terjadi penularan secara komunitas.

HSA membandingkannya dengan sampel genom subvarian Omicron BA.2, varian yang masih dominan di Inggris, hasilnya ditemukan bahwa XE 9,8 persen lebih mudah menular.

Namun, HSA memperingatkan bahwa data itu mungkin saja masih bias pada tahap awal.

Kepala penasihat HSA Profesor Susan Hopkins menambahkan bahwa XE telah menunjukkan tingkat pertumbuhan yang bervariasi. Tetapi belum dapat dikonfirmasi apakah akan memberikan 'keuntungan' dalam pertumbuhan.

“Sejauh ini tidak ada cukup bukti untuk menarik kesimpulan tentang penularan, tingkat keparahan atau efektivitas vaksin,” ujarnya.

Sedangkan varian rekombinan XF baru hanya 39 sekuens yang telah diidentifikasi di Inggris. Sampel pertama yang didaftarkan pada 7 Januari 2022, kemudian tidak ada temuan sampel baru sejak 14 Februari.

HSA menyimpulkan kalau varian XF tidak mungkin dikaitkan dengan pertumbuhan komunitas yang berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Fakta Subvarian Terbaru Virus Corona Omicron: Covid-19 XE

5 Fakta Subvarian Terbaru Virus Corona Omicron: Covid-19 XE

Health | Senin, 04 April 2022 | 11:04 WIB

Update Covid-19 Global: WHO Temukan Varian XE, Paling Menular dari Semua Mutasi Virus Corona

Update Covid-19 Global: WHO Temukan Varian XE, Paling Menular dari Semua Mutasi Virus Corona

Health | Senin, 04 April 2022 | 10:47 WIB

Hits Health: Apa Itu Megalomania, Kasus Covid-19 di Inggris Terbanyak Ketiga di Eropa

Hits Health: Apa Itu Megalomania, Kasus Covid-19 di Inggris Terbanyak Ketiga di Eropa

Health | Senin, 04 April 2022 | 10:08 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×