Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia WHO telah mengonfirmasi adanya temuan virus corona Covid-19 subvarian baru yaitu XE. Hingga saat ini temuan kasus dari infeksi tersebut tercatat kurang lebih 600 orang di dunia.
Kasus XE pertama kali ditemukan di Inggris pada Januari 2022. Tapi sebenarnya, peneliti di Inggris juga menemukan varian lain yang disebut XD dan XF.
Baik XE, XD, dan XF masih dalam pantauan Badan Kesehatan Nasional Inggris. Ketiganya sama-sama keturunan rekombinan atau mutasi gabungan genetik dari dua varian dan subvarian.
XD merupakan gabungan mutasi antara varian Delta dengan subvarian Omicron BA.1. Kasusnya ditemukan sebagian besar di Prancis, Denmark dan Belgia.
XE menjadi rekombinan dari dua subvarian Omicron, yakni BA.1 dan BA.2. Tetapi XE juga memiliki tiga mutasi yang tidak ada dalam urutan induknya. Kasus itu baru hanya ditemukan di Inggris.
XF adalah rekombinan antara varian Delta dengan subvarian Omicron BA.1. Infeksi varjan itu juga baru hanya terdeteksi di Inggris.
Ahli virologi dari Imperial College London Tom Peacock mengatakan, ketiga rekombinan itu harus diperhatikan karena penyebarannya ke beberapa negara.
Selain itu, adanya genetik Delta pada salah satu rekombinan kemungkinan menyebabkan hasil klinis yang lebih parah.
“Kekhawatirannya adalah jika ada perubahan non-struktural di Delta yang berkontribusi pada keparahan tau replikasi sel,” kata Tom, dikutip dari SCMP.
Pada 22 Maret, Badan Kesehatan Nasional Inggris atau HSA telah mengidentifikasi 637 kasus XE di Inggris. Penyebaran kasus merata hampir di seluruh Inggris, menunjukkan telah terjadi penularan secara komunitas.
HSA membandingkannya dengan sampel genom subvarian Omicron BA.2, varian yang masih dominan di Inggris, hasilnya ditemukan bahwa XE 9,8 persen lebih mudah menular.
Namun, HSA memperingatkan bahwa data itu mungkin saja masih bias pada tahap awal.
Kepala penasihat HSA Profesor Susan Hopkins menambahkan bahwa XE telah menunjukkan tingkat pertumbuhan yang bervariasi. Tetapi belum dapat dikonfirmasi apakah akan memberikan 'keuntungan' dalam pertumbuhan.
“Sejauh ini tidak ada cukup bukti untuk menarik kesimpulan tentang penularan, tingkat keparahan atau efektivitas vaksin,” ujarnya.
Sedangkan varian rekombinan XF baru hanya 39 sekuens yang telah diidentifikasi di Inggris. Sampel pertama yang didaftarkan pada 7 Januari 2022, kemudian tidak ada temuan sampel baru sejak 14 Februari.
HSA menyimpulkan kalau varian XF tidak mungkin dikaitkan dengan pertumbuhan komunitas yang berkelanjutan.