Terawan Tak Kunjung Buktikan Hasil Penelitian Metode Cuci Otak, IDI Singgung Beda Dokter dengan Dukun

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 05 April 2022 | 16:55 WIB
Terawan Tak Kunjung Buktikan Hasil Penelitian Metode Cuci Otak, IDI Singgung Beda Dokter dengan Dukun
Terapi cuci otak dokter Terawan (Antara)

Suara.com - Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto diduga telah melanggar kode etik kedokteran, yang berbuntut pada pemberhentiannya sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia atau IDI.

Terawan juga disebut tidak memiliki itikad baik dengan menjelaskan dan mengabaikan panggilan komisi etik IDI, yakni Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) terkait dugaan pelanggaran etik yang ia lakukan.

Dugaan pelanggaran etik itu meliputi tidak menghiraukan undangan diskusi MKEK IDI, mengiklankan diri secara berlebihan, menjanjikan kesembuhan dalam praktik DSA brainwashing (cuci otak), dan menarik bayaran dalam jumlah besar pada tindakan medis yang belum ada dasar ilmiahnya atau evidence based medicine (EBM).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bidang Hukum Pembelaan dan Pembinaan Anggota (BHP2A) IDI Dr. dr. Beni Satria, MH(Kes) menyinggung perbedaan dukun atau paranormal dengan dokter yang berlandaskan kaidah ilmiah.

Jubir Muktamar IDI, Dr. dr. Beni Satria.
Jubir Muktamar IDI, Dr. dr. Beni Satria.

"Yang membedakan dokter dengan dukun atau paranormal, karena apa yang dijelaskan oleh dokter harus berbasis pada basis ilmiah, harus ada pembuktian ilmiah dan empirisnya dan itu dibuktikan di persidangan akademik, sesuai dengan tingkatannya, publikasi ilmiahnya," ujar Bedi dalam acara diskusi khusus dengan Suara.com, Sabtu (3/4/2022).

Ia mengatakan dasar ilmiah berbeda dengan testimoni atau klaim dari perorangan. Dasar ilmiah memerlukan perhitungan matang dan berdasarkan ilmu pengetahuan sains yang bisa dipertanggungjawabkan.

"Sehingga masyarakat tidak dijelaskan hanya dengan testimoni satu atau dua yang berhasil tapi ada 100 orang yang tidak berhasil," ujar dokter yang fokus pada masalah etik kedokteran Indonesia ini.

Ini jugalah yang menurut Beni, menjadikan dokter sebagai profesi yang luhur dan mulia, karena tidak asal dan penuh perhitungan saat melakukan tindakan atau pengobatan medis.

"Hal inilah yang harus ditata dan dipahami oleh masyarakat, kami ini bukan paranormal atau dukun yang mengatakan hal-hal di luar science based," jelas Beni.

baca juga

Adapun terkait terapi cuci otak atau DSA yang selama ini jadi andalan Terawan dalam mengatasi masalah stroke iskemik, dikatakan Beni bukanlah ranah IDI, tapi ranah akademis atau para dokter di akademisi atau universitas yang melakukan pengujian.

Ilustrasi otak manusia (Elements Envato)
Ilustrasi otak manusia (Elements Envato)

"Ranah organisasi profesi hanya mengumpulkan, dan meminta klarifikasi pembuktian bahwa tindakan itu ada jurnal yang terbukti ilmiah," tutur dokter yang jadi Jubir Muktamar IDI ke-31 itu.

Namun hingga kini, Beni mengakui pihaknya belum mendapatkan dokumen pembuktian terapi DSA atau cuci otak, yang dilakukan di ranah akademis atau universitas tempat ia melakukan penelitian.

"Kita hanya minta dokumen itu, dan kita sudah pernah minta dokumennya, kita pernah layangkan surat resmi, kita sudah adakan forum, tetapi yang bersangkutan tidak memanfaatkan itu dan tidak menggubris," tutup Beni.

Sekadar informasi, hasil Muktamar IDI ke-31 menetapkan Terawan diberhentikan sebagai anggota IDI, dan IDI diminta mengeksekusi putusan tersebut dalam 28 hari setelah putusan Muktamar dikeluarkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Memanas! Universitas Hasanuddin Minta MKEK IDI Buktikan Tuduhan Terkait Disertasi Dokter Terawan

Memanas! Universitas Hasanuddin Minta MKEK IDI Buktikan Tuduhan Terkait Disertasi Dokter Terawan

Sulsel | Selasa, 05 April 2022 | 13:43 WIB

Anggota DPR RI Minta IDI Dibubarkan, Adib Khumaidi: Kita Akan Selalu Ada Untuk Masyarakat

Anggota DPR RI Minta IDI Dibubarkan, Adib Khumaidi: Kita Akan Selalu Ada Untuk Masyarakat

Bekaci | Selasa, 05 April 2022 | 11:29 WIB

Diduga Melanggar Etik Sejak 2013, IDI Beberkan Alasan Baru Berhentikan Terawan

Diduga Melanggar Etik Sejak 2013, IDI Beberkan Alasan Baru Berhentikan Terawan

Health | Selasa, 05 April 2022 | 11:27 WIB

Terkini

Hashim Sebut Petugas Pajak & Bea Cukai Lemah, RI Seharusnya Surplus Anggaran Rp 900 T

Hashim Sebut Petugas Pajak & Bea Cukai Lemah, RI Seharusnya Surplus Anggaran Rp 900 T

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:53 WIB

Banjir Rob Rendam Muara Angke Hampir Setiap Hari, Ketinggian Air Capai 60 Sentimeter

Banjir Rob Rendam Muara Angke Hampir Setiap Hari, Ketinggian Air Capai 60 Sentimeter

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:50 WIB

BRI Raih Empat Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026

BRI Raih Empat Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Lip Balm Himalaya untuk Umur Berapa? Cek Kandungan dan Cara Pakainya

Lip Balm Himalaya untuk Umur Berapa? Cek Kandungan dan Cara Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Raih Empat Penghargaan Pada 2026, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun

Raih Empat Penghargaan Pada 2026, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun

Malang | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:46 WIB

7 Film Dokumenter Netflix, Angkat Kasus Pembunuhan hingga Kehidupan Artis

7 Film Dokumenter Netflix, Angkat Kasus Pembunuhan hingga Kehidupan Artis

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Powder Foundation Somethinc Cocok untuk Kulit Apa? Diklaim Tahan Lama 24 Jam

Powder Foundation Somethinc Cocok untuk Kulit Apa? Diklaim Tahan Lama 24 Jam

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Jadi Bank Beraset di Atas Rp500 Triliun, BRI Raih Empat Penghargaan Bergengsi Pada 2026

Jadi Bank Beraset di Atas Rp500 Triliun, BRI Raih Empat Penghargaan Bergengsi Pada 2026

Jogja | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Kejar Penerimaan Negara, Hashim Sebut Pemerintah Akan Tarik Pajak Digital 9 November

Kejar Penerimaan Negara, Hashim Sebut Pemerintah Akan Tarik Pajak Digital 9 November

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita

Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita

Sumbar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:41 WIB

×