Peneliti Temukan Rutin Makan Stroberi Bisa Turunkan Risiko Demensia

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 09 April 2022 | 14:57 WIB
Peneliti Temukan Rutin Makan Stroberi Bisa Turunkan Risiko Demensia
Ilustrasi Stroberi. (freepik)

Suara.com - Demesia dalah gejala destruktif yang terkait dengan penurunan otak, seperti kehilangan memori. Jenis demensia yang paling umum adalah Alzheimer, yang diduga disebabkan oleh protein tidak normal, seperti beta-amiloid.

Sebuah penelitian pun berusaha menemukan cara untuk mengurangi akumulasi tumpukan beta-amiloid di otak guna mencegah demensia.

Penelitian baru yang berfokus pada komponen bioaktif dari stroberi menunjukkan kemampuannya untuk mengurangi agregasi beta-amiloid di otak yang memicu demensia.

Tapi, varietas stroberi Romina paling menonjol karena daya adaptasinya yang tinggi terhadap tanah yang tidak difumigasi dan budidaya lapangan terbuka dalam kondisi iklim dari Adriatik hingga Eropa tengah-utara.

Stroberi jenis ini juga terkenal ketahanannya terhadap penyakit dan kualitas nutrisinya.

Studi ini memverifikasi kekayaan ekstrak stroberi yang digunakan dalam penelitian, terutama kandungannya dalam senyawa fenolik.

Terlepas dari manfaat kesehatannya dilansir dari Express, penelitian ini menunjukkan hubungan antara stroberi dan penyakit neurodegeneratif, seperti penyakit Alzheimer.

Ilustrasi  demensia alzheimer (freepik)
Ilustrasi demensia alzheimer (freepik)

Penelitian ini bukan studi pertama yang menunjukkan manfaat stroberi untuk meningkatkan otak.

Sebuah studi tahun 2020 yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients menemukan bahwa orang dewasa yang lebih tua dapat mengurangi risiko demensia Alzheimer dengan meningkatkan asupan stroberi.

baca juga

Orang dewasa yang lebih tua dapat mengurangi risiko demensia Alzheimer dengan meningkatkan asupan stroberi, seperti yang ditentukan oleh para peneliti di Rush University.

Puja Agarwal dan menganalisis data yang dikumpulkan untuk Rush Memory and Aging Project (MAP) antara 2004 dan 2018.

Setelah meninjau data lengkap dari 925 peserta kuesioner frekuensi makanan tahunan (FFQs) dan evaluasi neurologis yang ekstensif, mereka menemukan hubungan antara konsumsi stroberi yang sering dan penurunan demensia Alzheimer.

Peserta berusia 58-98 tahun dan bebas demensia pada awal penelitian. Peneliti juga memiliki daftar pertanyaan khusus yang membantu memperkirakan frekuensi setiap peserta mengonsumsi stroberi.

Misalnya, peserta makan stroberi tidak pernah atau kurang dari sebulan sekali, satu sampai tiga kali sebulan, sekali seminggu atau dua sampai empat kali seminggu.

Selain itu, peserta juga dimintal menjalani tes kognitif dengan komputer, penilaian oleh ahli saraf dan klasifikasi diagnostik oleh dokter.

Asupan stroberi yang beragam, dari tidak sama sekali hingga 2 porsi seminggu. Tim peneliti menemukan peningkatan satu porsi dalam konsumsi stroberi, ada 24 persen penurunan risiko demensia Alzheimer yang terkait.

Hasil ini juga dikendalikan dari usia, jenis kelamin, pendidikan, aktivitas fisik dan kognitif, asupan buah-buahan, total kalori dan makanan lain yang mendukung kognisi.

Secara keseluruhan, peserta yang mengonsumsi satu atau lebih porsi stroberi per minggu memiliki risiko 34 persen lebih rendah terkena demensia Alzheimer. Berbeda dengan mereka tidak mengonsumsi stroberi atau kurang dari sekali per bulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Walau Sudah Dicuci dan Dikupas, Stroberi dan Bayam Masih Mengandung Pestisida

Walau Sudah Dicuci dan Dikupas, Stroberi dan Bayam Masih Mengandung Pestisida

Health | Kamis, 07 April 2022 | 18:40 WIB

Mengandung Antioksidan, Konsumsi Tinggi Minyak Zaitun Dapat Menurunkan Risiko Kematian Dini

Mengandung Antioksidan, Konsumsi Tinggi Minyak Zaitun Dapat Menurunkan Risiko Kematian Dini

Health | Kamis, 31 Maret 2022 | 20:38 WIB

Durasi Tidur Siang yang Lama pada Lansia Bisa Menjadi Tanda Awal Demensia

Durasi Tidur Siang yang Lama pada Lansia Bisa Menjadi Tanda Awal Demensia

Health | Kamis, 31 Maret 2022 | 16:07 WIB

Terkini

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB