Durasi Tidur Siang yang Lama pada Lansia Bisa Menjadi Tanda Awal Demensia

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Kamis, 31 Maret 2022 | 16:07 WIB
Durasi Tidur Siang yang Lama pada Lansia Bisa Menjadi Tanda Awal Demensia
Ilustrasi lansia tidur siang. (Shutterstock)

Suara.com - Pakar kesehatan selalu menyarankan untuk mengambil power nap, atau tidur siang singkat, untuk mengimbangi tidur malam yang buruk.

Tetapi pada orang lanjut usia atau lansia, tidur siang berlebihan bisa menjadi tanda awal demensia.

Untuk membuktikannya, Asisten Profesor Psikiatri Yue Leng dari Universitas California, San Francisco, mempelajari 1.401 lansia dengan usia rata-rata 81 tahun.

Para peserta mengenakan perangkat seperti jam tangan yang melacak mobilitas para peserta selama 14 tahun. Peneliti menafsirkan periode yang tidak aktif berkepanjangan sebagai tidur siang.

Di awal penelitian, sekitar 73% peserta tidak memiliki gangguan kognitif, 4% didagnosis Alzheimer dan 20% punya gangguan kognitif ringan, yang sering menjadi penyebab demensia.

Segelas kopi sebelum tidur siang bisa tingkatkan produktivitas (Shutterstock).
Ilustrasi tidur siang (Shutterstock).

Kebiasaan tidur siang meningkat di antara semua peserta, tetapi ada perbedaan antara peserta yang mengembangkan Alzheimer pada akhir penelitian dengan mereka yang tidak.

Peserta yang tidak mengalami gangguan kognitif memiliki durasi tidur siang rata-rata 11 menit ekstra per tahun. Durasi berlipat ganda (25 menit esktra per tahun) setelah diagnosis gangguan kognitif ringan, dan tiga kali lipat (68 menit ekstra per tahun) setelah didiagnosis Alzheimer.

"Kami menemukan lansia yang tidur siang setidaknya sekali atau lebih dari satu jam sehari memiliki risiko 40%lebih tinggi terkena Alzheimer," jelas Yue Leng, dilansir The Conversation.

Temuan tersebut tidak berubah setelah peneliti mengontrol faktor-faktor seperti aktivitas sehari-hari, penyakit, dan obat-obatan.

baca juga

Peneliti menemukan mereka yang menderita Alzheimer memiliki lebih sedikit neuron yang meningkatkan kesadaran di tiga wilayah otak.

Perubahan saraf tampaknya terkait dengan 'neurofibrillary tangles' (belitan-belitan neurofibriler), yang menghambat komunikasi antara sel-sel saraf dan menyebabkan sel mati.

Peningkatan durasi tidur siang bukan berarti menyebabkan penurunan kognitif, tetapi menjadi tanda untuk percepatan penuaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inovasi dan Riset Bidang Geriatri Dalam Negeri Harus Didorong untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia

Inovasi dan Riset Bidang Geriatri Dalam Negeri Harus Didorong untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia

Bisnis | Rabu, 30 Maret 2022 | 06:12 WIB

Plt Kepala Diskes Kaltim Klaim Cakupan Vaksinasi Lansia di Seluruh Kabupaten di Atas 60 Persen untuk Dosis Pertama

Plt Kepala Diskes Kaltim Klaim Cakupan Vaksinasi Lansia di Seluruh Kabupaten di Atas 60 Persen untuk Dosis Pertama

Kaltim | Rabu, 30 Maret 2022 | 07:00 WIB

Jerman Rekomendasikan Vaksin COVID-19 Dosis Keempat untuk Lansia, Indonesia Kapan?

Jerman Rekomendasikan Vaksin COVID-19 Dosis Keempat untuk Lansia, Indonesia Kapan?

Health | Rabu, 30 Maret 2022 | 06:10 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×