Diduga Mengandung Salmonella, Apakah Cokelat Telur Kinder Indonesia Sama Seperti yang Dijual di Inggris?

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Senin, 11 April 2022 | 16:30 WIB
Diduga Mengandung Salmonella, Apakah Cokelat Telur Kinder Indonesia Sama Seperti yang Dijual di Inggris?
Surprise egg kinderjoy. (Pixabay/rebeccaspictures)

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan atau Badan POM RI menegaskan bahwa cokelat Kinder yang ditarik di beberapa negara Eropa karena mengandung bakteri salmonella, bukan jenis produk yang sama yang beredar di Indonesia.

Hal ini dikonfirmasi Badan POM karena produk Kinder yang ditarik berdasarkan peringatan yang diterbitkan Food Standard Agency atau Badan POM Inggris, adalah yang diproduksi oleh Ferrero N.V/S.A di Belgia.

Jadi diketahui, cokelat Kinder yang beredar di Indonesia dan mendapat izin Badan POM, bukan produksi Belgia melainkan India yang dikenal dengan merek Kinder Joy.

"Produk merek Kinder yang terdaftar di Badan POM berasal dari India dengan nama varian produk antara lain Kinder Joy, Kinder Joy for Boys, dan Kinder Joy for Girls. Produk tersebut diproduksi oleh Ferrero India PVT, LTD," jelas Badan POM dalam keterangannya yang diterima suara.com, Senin (11/4/2022).

Kinder Surprise (Pexels/via Antara)
Kinder Surprise (Pexels/via Antara)

Cokelat Kinder di Indonesia dikenal sebagai Kinder Joy, camilan berbentuk bulat seperti telur yang berisi cokelat dan mainan untuk anak-anak.

Meski begitu, demi mengusung prinsip kehati-hatian, Badan POM akan menghentikan sementera peredaran cokelat Kinder yang beredar di Indonesia.

"Badan POM akan menghentikan peredaran produk merek Kinder untuk sementara waktu, sampai dipastikan produk tersebut tidak mengandung cemaran bakteri Salmonella," terang Badan POM.

Peredaran sementara ini akan dihentikan jika memang Badan POM sudah selesai melakukan tes acak atau random sampling, pada produk merek Kinder di seluruh wilayah Indonesia.

Badan POM juga menegaskan penghentian sementara peredaran cokelat Kinder ini sudah sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku di Indonesia.

Belum lama ini, Badan POM Inggris menerbitkan peringatan publik untuk menarik cokelat Kinder karena dugaan kontaminasi bakteri salmonella atau bakteri non-thypoid yang menyebabkan diare, demam, dan kram perut.

Ada sebanyak 63 anak-anak yang terdampak gejala infeksi bakteri salmonella, namun tidak sampai menyebabkan kematian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berisiko Tercemar Bakteri Salmonella, Produk Merek Kinder Joy Dihentikan dari Peredaran

Berisiko Tercemar Bakteri Salmonella, Produk Merek Kinder Joy Dihentikan dari Peredaran

Sumsel | Senin, 11 April 2022 | 15:08 WIB

Khawatir Kontaminasi Salmonella Seperti di Eropa, BPOM Hentikan Peredaran Produk Kinder

Khawatir Kontaminasi Salmonella Seperti di Eropa, BPOM Hentikan Peredaran Produk Kinder

Health | Senin, 11 April 2022 | 14:57 WIB

Penjualan Kinder Joy di Indonesia Dihentikan Sementara Terkait Temuan Bakteri

Penjualan Kinder Joy di Indonesia Dihentikan Sementara Terkait Temuan Bakteri

Bisnis | Senin, 11 April 2022 | 14:41 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB