Mengandung Ratusan Ton Bakteri Antraks dan Penyakit Eksotis Lain, Pulau Ini Jadi Tempat Paling Mematikan di Dunia

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Minggu, 17 April 2022 | 14:28 WIB
Mengandung Ratusan Ton Bakteri Antraks dan Penyakit Eksotis Lain, Pulau Ini Jadi Tempat Paling Mematikan di Dunia
Rumah penduduk di Vozrozhdeniya yang ditinggalkan (Facebook/Michael Anderson)

Suara.com - Vozrozhdeniya, sebuah pulau kecil di perbatasan laut Uzbekistan dan Kazakhstan, yakni Laut Aral, menjadi pulau mematikan di dunia karena keberadaan bakteri dan virusnya.

Laut Aral pernah menjadi laut terbesar keempat di Bumi. Namun setelah sungai yang mengalirkan air dialihkan oleh Soviet untuk mengairi kapas, airnya surut.

Kini, laut ini hanya berupa gurun pasir asin di mana suhu sering mencapai 60 derajat Celcius dan hampir tidak ada tanda kehidupan.

Tidak hanya itu, di balik tumpukan gurun yang tertutup garam, wilayah ini juga dipenuhi bakteri Bacillus anthracis penyebab antraks dan sejumlah penyakit eksotis lain yang dulunya menjadi uji coba Uni Soviet selama bertahun-tahun.

Dahulu ketika Laut Aral masih berupa perairan, Vozrozhdeniya merupakan wilayah terpencil yang oleh Soviet disebut Aralsk-7. Letaknya sangat terpencil hingga baru diketahui manusia pada abad ke-19.

Vozrozhdeniya (facebook/Oneg Danylov)
Vozrozhdeniya (facebook/Oneg Danylov)

Pulau kecil ini tidak muncul di peta Soviet, keberadaannya juga menjadi rahasia bagi sebagian besar penduduk. Jadi kemungkinan ditemukan oleh Intelijen Barat sangat kecil.

Inilah yang menjadikannya tempat sempurna untuk bereksperimen dengan beberapa senjata biologis.

Menurut Oddity Central, selama bertahun-tahun Aralsk-7 merupakan bagian dari program senjata biologis nasional dan digunakan sebagai uji coba banyak penyakit, seperti antraks, cacar, dan wabah penyakit tularemia, brucellosis, dan tifus.

Hingga pada 1988, Soviet memutuskan untuk tidak lagi bereksperimen dengan bakteri antraks dan ia membuang sekitar 100 hingga 200 ton bahan berisi antraks ke lubang besar dan melupakannya di pulau ini.

baca juga

Masalah dengan antraks adalah sporanya sangat sulit dibunuh dan dapat bertehan hidup di bahwa tanah selama ratusan tahun. Bahkan, spora terlihat tidak terganggu walau sudah disiram dengan diisnfektan dan dipaparkan ke suhu 180 derajat Celsius.

Rumah penduduk di Vozrozhdeniya yang ditinggalkan (Facebook/Michael Anderson)
Rumah penduduk di Vozrozhdeniya yang ditinggalkan (Facebook/Michael Anderson)

Uji coba kini telah tiada, penyakit-penyakit tersebut 'meresap' ke dalam pasir. Wilayah ini juga menjadi penyebab penyakit pada orang-orang yang melewatinya, bahkan jauh sebelum Soviet membuang bakteri antraks.

Pada 1971, seorang ilmuwan muda jatuh sakit setelah kapal penelitiannya melewati kabut kecoklatan di dekat pulau Vozrozhdeniya.

Dia didiagnosis menderita cacar air, meski telah divaksinasi. Lalu, ia menginfeksi 9 orang dan tiga di antaranya meninggal.

Satu tahun kemudian, mayat dua nelayan yang hilang ditemukan mengambang di perahu mereka di dekat pulau. Rupanya mereka meninggal karena wabah.

Ada kisah penduduk setempat yang terjadi pada Mei 1988, ketika 50.000 ekor antelop saiga merumput di padang rumput dekat Vozrozhdeniya mati dalam waktu sekitar satu jam karena penyebab misterius.

Reputasinya begitu terkenal, hingga akhirnya lokasi ini dievakuasi pada 1990-an.

Khawatir antraks bisa berakhir di tangan teroris, AS mengirim spesialis ke Vozrozhdeniya untuk melakukan beberapa tes, dan ketika mereka menemukan jejak antraks, jutaan dolar dijanjikan untuk operasi pembersihan.

Ribuan kilogram pemutih bubuk yang kuat digunakan oleh peneliti. Mereka mengenakan pakaian pelindung selama beberapa bulan untuk membasmi spora hingga hilang.

Namun, ahli masih yakin bahwa spora tidak sepenuhnya hilang dan masih ada di dalam dan sekitar lubang pembuangan.

Terlebih adanya lubang kuburan hewan yang terinfeksi, masing-masing menampung ratusan bangkai, atau kuburan manusia yang tidak bertanda. Wilayah ini masih menjadi ancaman terbesar yang harus dihindari dengan segala cara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fansign Terkeren: Suho EXO Bayari 30 Fans Terbang ke Pulau Jeju

Fansign Terkeren: Suho EXO Bayari 30 Fans Terbang ke Pulau Jeju

Your Say | Minggu, 17 April 2022 | 11:29 WIB

Riau Bakal Bangun Jembatan 1,5 Km Hubungkan Pulau Bengkalis dan Meranti

Riau Bakal Bangun Jembatan 1,5 Km Hubungkan Pulau Bengkalis dan Meranti

Riau | Minggu, 17 April 2022 | 05:27 WIB

Menggunakan Perahu Motor, Warga Pulau Sapudi Mudik Lebih Awal

Menggunakan Perahu Motor, Warga Pulau Sapudi Mudik Lebih Awal

Foto | Sabtu, 16 April 2022 | 17:21 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×