China Tolak Hidup Berdampingan Dengan Covid-19, Tetap Ngotot Lockdown Demi Nol Kasus

Bimo Aria Fundrika

Senin, 18 April 2022 | 15:02 WIB
China Tolak Hidup Berdampingan Dengan Covid-19, Tetap Ngotot Lockdown Demi Nol Kasus
Peneliti mengenakan pakaian pelindung lengkap sebelum masuk ke dalam sebuah laboratorium di pusat pengendalian dan pencegahan di tengah merebaknya wabah virus corona di Taiyuan, Provinsi Shanxi, China (Antara/cnsphoto via Reuters)

Suara.com - Otoritas kesehatan utama China mendesak pejabat lokal di seluruh negeri untuk melakukan pembatasan penyebaran virus corona. Mereka dengan tegas menentang klaim "Hdiup berdampingan dengan Covid-19" dan "virus menjadi flu".

Dikutip dari Global Times, mereka menyatakan tgas mematuhi nol kasus dinegara itu. Ma Xiaowei, direktur Komisi Kesehatan Nasional mengatakan bahwa kebijakan itu diambil untuk mengutamakan kehidupan kesehatan masyarakat.

"Dalam menghadapi kebangkitan epidemi yang berulang, jika kita hanya fokus pada "pengobatan" dan bersantai pada "pencegahan", sumber daya medis kita akan sangat dibebani, dan sejumlah besar orang dengan penyakit yang mendasarinya, orang tua, anak-anak, dan ibu hamil. perempuan akan sangat terancam," kata Ma.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Seperti diketahui, baru-baru ini, ada beberapa pernyatan yang keluar, menganjurkan bahwa Omicron hanyalah flu besar. Suara-suara itu mengutip contoh Inggris dan AS, mengklaim bahwa beberapa negara Barat berhasil hidup berdampingan dengan Covid-19.

Untuk melawan klaim yang salah itu, Ma mengatakan seluruh negara harus mengadopsi secara universal strategi nol kasus yang dinamis, membuat perbaikan dalam tindakan anti-epidemi dan mengadopsi tindakan yang paling tegas, tegas dan lengkap untuk mencapai target dengan menyaring kemungkinan infeksi dan penularan.

Daratan China melaporkan 2.723 kasus baru COVID-19 yang ditularkan di dalam negeri dan 20.639 kasus domestik tanpa gejala pada hari Minggu, menurut NHC. Shanghai, kota metropolitan terbesar di negara itu, telah menjadi yang paling parah terkena virus sejak wabah awal di Wuhan, mencatat lebih dari 300.000 infeksi COVID sejak Maret.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Shanghai Laporkan Kasus Kematian Pertama Sejak Diterpa Lonjakan Gelombang Varian Omicron

Shanghai Laporkan Kasus Kematian Pertama Sejak Diterpa Lonjakan Gelombang Varian Omicron

Health | Senin, 18 April 2022 | 14:56 WIB

Miris, Saat Pandemi Tahun 2020-2021 Ada 30 Kasus Korupsi Dana Covid-19, ICW: Paling Banyak Menyunat Dana Bansos

Miris, Saat Pandemi Tahun 2020-2021 Ada 30 Kasus Korupsi Dana Covid-19, ICW: Paling Banyak Menyunat Dana Bansos

News | Senin, 18 April 2022 | 14:24 WIB

Kemenkes Sebut Pemudik Antusias Lakukan Vaksinasi Jelang Mudik Lebaran 2022

Kemenkes Sebut Pemudik Antusias Lakukan Vaksinasi Jelang Mudik Lebaran 2022

Health | Senin, 18 April 2022 | 14:15 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×