Peneliti Temukan Hubungan Golongan Darah dan Kondisi Kesehatan Jantung, Seperti Apa?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 22 April 2022 | 21:02 WIB
Peneliti Temukan Hubungan Golongan Darah dan Kondisi Kesehatan Jantung, Seperti Apa?
Ilustrasi golongan darah. (Freepik)

Suara.com - Para peneliti telah mengaitkan hubungan antara golongan darah dengan beberapa parameter penyakit dan penuaan.

Mereka mengkategorikan setiap golongan darah dengan seberapa besar risikonya terkena penyakit jantung.

Mereka mengelompokkan golongan darah manusia dalam sistem ABO. Sistem ini mengkategorikan darah berdasarkan ada tidaknya antigen A dan B dalam darah.

Berdasarkan sistem ini, orang akan dikelompokkan sesuai golongan darahnya, baik A, B, O atau AB.

Faktor positif dan negatif dalam golongan darah berasal dari ada tidaknya protein dalam sel darah merah. Jika darah Anda memiliki protein maka Anda Rh positif, jika tidak ada maka Rh negatif.

Berdasarkan studi studi penelitian tahun 2020 yang diterbitkan dalam jurnal American Heart Association, orang dengan dengan golongan darah A dan B berisiko lebih tinggi terkena penyakit tromboemboli.

Tetapi, risiko mereka terkena hipertensi lebih rendah dibandingkan orang golongan darah O.

Ilustrasi penyakit jantung. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi penyakit jantung. (Sumber: Shutterstock)

"Individu dengan golongan darah A berisiko lebih tinggi terkena hiperlipidemia, aterosklerosis, dan gagal jantung dibandingkan dengan golongan darah O," kata studi dikutip dari Times of India.

Sedangkan, orang dengan golongan darah B berisiko lebih tinggi mengalami infark miokard dibandingkan dengan individu dengan golongan darah O.

Golongan darah A dikaitkan dengan risiko gagal jantung, aterosklerosis, hiperlipidemia, atopi yang lebih tinggi, serta risiko sleep apnea.

Selain peningkatan risiko penyakit tromboemboli dan hipertensi, golongan darah B dikaitkan dengan peningkatan risiko infark miokard dibandingkan dengan golongan darah O.

Karena perbedaan jumlah faktor non-Willebrand, protein pembekuan darah yang memainkan peran utama dalam kejadian trombotik.

Golongan darah non-O lebih mungkin mengembangkan pembekuan darah daripada individu golongan darah O karena konsentrasi faktor non-Willebrand yang lebih besar.

Hubungan antara golongan darah ABO dengan penyakit tromboemboli dan risiko perdarahan mungkin disebabkan oleh aktivitas glikosiltransferase.

Selain itu, ini juga dilihat dari kadar plasma dan aktivitas biologis VWF (faktor von Willebrand), dan protein pembawa faktor koagulasi VIII yang berkurang pada individu kelompok O.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Gejala Penyakit Jantung Paling Umum, Tak Cuma Nyeri Dada Kiri

6 Gejala Penyakit Jantung Paling Umum, Tak Cuma Nyeri Dada Kiri

Health | Kamis, 21 April 2022 | 12:02 WIB

Agar Puasa Lancar, Ini 5 Tips Berpuasa bagi Penderita Hipertensi

Agar Puasa Lancar, Ini 5 Tips Berpuasa bagi Penderita Hipertensi

Your Say | Rabu, 20 April 2022 | 18:51 WIB

Jaga Tubuh Tetap Terhidrasi Bantu Turunkan Risiko Gagal Jantung, Ini Sebabnya!

Jaga Tubuh Tetap Terhidrasi Bantu Turunkan Risiko Gagal Jantung, Ini Sebabnya!

Health | Selasa, 19 April 2022 | 20:30 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB