Jangan Pernah Mencampurkan Xanax dengan Alkohol, Dampaknya Sangat Mematikan, lho!

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Minggu, 24 April 2022 | 17:35 WIB
Jangan Pernah Mencampurkan Xanax dengan Alkohol, Dampaknya Sangat Mematikan, lho!
Ilustrasi mencampurkan Xanax dan alkohol (Pixabay/SocialButterflyMMG)

Suara.com - Xanax, yang mengandung alprazolam, umumnya digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan dan gangguan panik. Obat penenang ini aman jika digunakan sesuai dengan resep dokter.

Namun, jangan pernah mencampurkannya dengan alkohol karena dapat menyebabkan komplikasi medis serius, seperti risiko kecanduan, overdosis, kesulitan bernapas, hingga kematian.

Apa tujuan mencampurkan Xanax dan alkohol?

Pencampuran Xanax dan alkohol untuk rekreasi biasanya dilakukan untuk:

1. Efek kesenangan

"Menggunakan Xanax dan alkohol secara bersamaan pada awalnya dapat mengurangi gejala kecemasan dan
depresi sambil meningkatkan perasaan euforia bagi pengguna," kata perawat Erin Hillers, dilansir Insider.

Namun, ketika efek alkohol habis, efek kecemasan dapat kembali pada tingkat yang lebih tinggi, mengakibatkan pengguna lebih banyak Xanax.

"Seiring waktu ini dapat menciptakan lingkaran setan," sambungnya.

2. 'Melarikan diri'

baca juga

Xanax dapat meningkatkan efek alkohol. Jadi, beberapa orang mencampur keduanya untuk memperkuat efek alkohol dalam tubuh.

"Sebagian besar pasien saya menggunakan Xanax untuk melarikan diri dari kehidupan mereka yang bergejolak, kecemasan yang tidak terkendali, atau gangguan tidur," psikiater Cheol "Sunny" Kim.

Ilustrasi obat cacing. (Pixabay)
Ilustrasi obat Xanax (Pixabay)

Efek mencampurkan Xanax

Xanax dan alkohol adalah depresan. Artinya, keduanya memengaruhi reseptor yang sama di otak untuk mengontrol sistem saraf pusat.

Depresan memperlambat fungsi sistem saraf, yang dapat meningkatkan perasaan rileks dan mengantuk, sekaligus menganggu koordinadi serta kemampuan bicara.

Penggabungan Xanax dan alkohol akan menimbulkan risiko:

  • Kantuk parah
  • Kelemahan otot
  • Masalah jantung
  • Kesulitan bernapas
  • Penurunan kesadaran
  • Gangguan memori

Salah satu bahaya jangka pendek terbesar dari menggabungkan alkohol dan Xanax adalah risiko depresi pernapasan, atau hipoventilasi, merupakan gangguan pernapasan yang ditandai dengan pernapasan lambat dan tidak efektif.

Hipoventilasi menyebabkan penumpukan karbon dioksida dan pasokan oksigen yang tidak memadai di paru-paru, pada akhirnya dapat memicu serangan jantung, kerusakan otak, koma, atau kematian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terpopuler Kesehatan: MKEK IDI Ungkap Kecacatan Cuci Otak Dokter Terawan, Efek Samping Penggunaan Xanax

Terpopuler Kesehatan: MKEK IDI Ungkap Kecacatan Cuci Otak Dokter Terawan, Efek Samping Penggunaan Xanax

Health | Rabu, 06 April 2022 | 20:37 WIB

Xanax Dapat Mengobati Kecemasan dalam Jangka Pendek, Tapi Ketahui Efek Sampingnya!

Xanax Dapat Mengobati Kecemasan dalam Jangka Pendek, Tapi Ketahui Efek Sampingnya!

Health | Rabu, 06 April 2022 | 19:51 WIB

Xanax, Aprazolam, hingga Puntung Ganja jadi Barang Bukti Kasus Narkoba Ojan Sisitipsi

Xanax, Aprazolam, hingga Puntung Ganja jadi Barang Bukti Kasus Narkoba Ojan Sisitipsi

News | Jum'at, 18 Maret 2022 | 10:41 WIB

Terkini

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:41 WIB

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

×