Ini Pantangan dan Anjuran Setelah Mengalami Operasi Tulang Belakang

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 26 April 2022 | 18:33 WIB
Ini Pantangan dan Anjuran Setelah Mengalami Operasi Tulang Belakang
Ilustrasi tulang belakang. (Pixabay)

Suara.com - Operasi tulang belakang atau bedah ortopedi dibutuhkan oleh orang dengan cidera kecelakaan, patah tulang osteoporosis, skoliosis hingga saraf terjepit atau HNP (Herniated Nucleus Pulposus).

Proses bedah ortopedi ini, mengharuskan dokter membuka tubuh di antara salah satu bagian belakang leher, punggung, hingga pinggang agar keseimbangan dan proporsi tulang tubuh kembali seperti sedia kala.

Dokter Spesialis Bedah Saraf dan Ortopedi, Dr. dr. Luthfi Gatam, Sp.OT mengingatkan pasien yang baru menjalani operasi tulang belakang memiliki berbagai pantangan yang harus dipatuhi selama tiga bulan pertama. 

"Memang ada bebarapa tahapan di mana setelah operasi tulang belakang itu ada gerakan tertentu yang dibatasi, sampai kurang lebih 3 bulan lamanya, kita batasi."

"Setelahnya biasanya sudah lebih bebas lagi, dan setelah 6 bulan biasanya udah normal gerakannya," ujar  Dr. Luthfi saat konferensi pers di RS Eka Hospital BSD, Tangerang, Banten, Selasa (26/4/2022).

Pantangan atau larangan yang perlu dibatasi salah satunya adalah menggerakan tubuh berlebihan, seperti melakukan aktivitas meloncat dan olahraga intensitas tinggi.

"Ada beberapa olahraga yang berat, agresif, misalnya loncat basketball, panjang tebing, karate, bela diri, itu kita nggak bolehin dulu sampai waktu tertentu, setelah itu pelan-pelan akan kita tingkatkan," jelasnya.

Chairman of Gatam Institute Eka Hospital Orthopedic & Spine Center itu juga mengatakan, pasien pascaoperasi tulang belakang disarankan banyak mengonsumsi makanan berprotein karena baik untuk pemulihan cidera.

Contoh protein yang bisa dimakan seperti telur, kacang-kacangan, hati ayam hingga daging sapi.

Selebihnya, kata Dr. Lutfhi tidak ada pantangan makan untuk pasien pasca operasi tulang belakang, kecuali ada penyakit penyerta atau komorbiditas yang juga dideritanya.

"Karena tidak ada yang spesifik, operasi tulang belakang meningkatkan protein, kecuali dia ada hubungan dengan diabetes, pantangan tertentu atau asam urat, atau ada kadar tertentu tidak memperbolehkan dan segala macam," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Permintaan Naik Jelang Lebaran, Gunungkidul Ajukan Tambahan Kuota Operasi Pasar Minyak Goreng Curah

Permintaan Naik Jelang Lebaran, Gunungkidul Ajukan Tambahan Kuota Operasi Pasar Minyak Goreng Curah

Jogja | Selasa, 26 April 2022 | 17:52 WIB

Harus Dipotong, Begini Proses Penyambungan Kembali Tulang Setelah Dioperasi

Harus Dipotong, Begini Proses Penyambungan Kembali Tulang Setelah Dioperasi

Health | Selasa, 26 April 2022 | 17:55 WIB

Menderita Pendarahan Otak, Ini Kondisi Terkini Tukul Arwana Setelah Dioperasi

Menderita Pendarahan Otak, Ini Kondisi Terkini Tukul Arwana Setelah Dioperasi

Batam | Selasa, 26 April 2022 | 17:30 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB