Studi Sebut Wanita Lebih Berisiko Alami Banyak Gejala Long Covid-19 daripada Pria

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 02 Mei 2022 | 17:25 WIB
Studi Sebut Wanita Lebih Berisiko Alami Banyak Gejala Long Covid-19 daripada Pria
Ilustrasi virus corona, Long covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Infeksi virus corona Covid-19 bisa menyebabkan sejumlah gejala Long Covid-19 setelah, baik pada orang dengan gejala ringan maupun berat.

Long Covid-19 ini bisa menyebabkan berbagai gejala dan cukup mengganggu dari semua kelompok usia, mulai dari kabut otak hingga rambut rontok.

Tapi dilansir dari Times of India, sebuah studi baru mengatakan wanita mungkin akan mengalami lebih banyak gejala Long Covid-19 dibandingkan dengan pria.

Sebuah laporan yang diterbitkan dalam Journal of Women's Health mengungkapkan bahwa wanita cenderung menunjukkan gejala seperti kesulitan menelan, kelelahan dan nyeri dada sebagai gejala Long Covid-19 dibandingkan pria.

Meskipun wanita kurang rentan untuk mengembangkan infeksi virus corona dan memiliki risiko kematian yang lebih rendah daripada pria. Tapi, penelitian telah memperhatikan dampak perbedaan jenis kelamin pada risiko Long Covid-19.

Ilustrasi virus corona Covid-19, Long Covid-19 (Pixabay/Engin_Akyurt)
Ilustrasi virus corona Covid-19, Long Covid-19 (Pixabay/Engin_Akyurt)

Berdasarkan temuan penelitian pada orang dengan Long Covid-19, perempuan 97 persen lebih bergejala dibandingkan dengan 84 persen laki-laki.

Masalah kesehatan seperti sesak napas, lemas, nyeri dada, jantung berdebar-debar dan gangguan tidur sering terjadi pada wanita.

Namun, tidak banyak yang mengeluh nyeri otot dan batuk. Selain itu, gangguan tidur juga lebih sering terjadi pada wanita dan pria cenderung mengalami penurunan berat badan sebagai dampak Long Covid-19.

Virus corona dapat menyerang beberapa organ dalam satu waktu. Tanda-tanda ini dapat muncul dalam urutan apa pun dan dapat bertahan selama beberapa bulan.

Tidak ada cara khusus untuk memprediksi siapa yang akan menderita Long Covid-19 dan tidak. Berikut adalah beberapa tanda umum Long Covid-19 lainnya, seperti:

  1. Kelelahan
  2. Sesak napas
  3. Batuk
  4. Sakit sendi
  5. Sakit dada
  6. Masalah memori
  7. Masalah tidur
  8. Nyeri otot
  9. Palpitasi
  10. Kehilangan bau atau rasa
  11. Depresi atau kecemasan
  12. Demam

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kesulitan Tidur Bisa Jadi Pertanda Long Covid-19, Ini Kata Ahli

Kesulitan Tidur Bisa Jadi Pertanda Long Covid-19, Ini Kata Ahli

Health | Minggu, 01 Mei 2022 | 19:15 WIB

Sakit Perut akibat Virus Corona Covid-19 vs Penyakit Lain, Ini Perbedaannya!

Sakit Perut akibat Virus Corona Covid-19 vs Penyakit Lain, Ini Perbedaannya!

Health | Sabtu, 30 April 2022 | 08:15 WIB

Studi: Hampir 60 Persen Orang Amerika Sudah Pernah Terinfeksi Virus Corona Covid-19

Studi: Hampir 60 Persen Orang Amerika Sudah Pernah Terinfeksi Virus Corona Covid-19

Health | Kamis, 28 April 2022 | 13:48 WIB

Terkini

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB