Mesti Hati-hati, Ini 2 Alasan Pasien Talasemia Lebih Berisiko Terinfeksi Hepatitis

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 10 Mei 2022 | 13:23 WIB
Mesti Hati-hati, Ini 2 Alasan Pasien Talasemia Lebih Berisiko Terinfeksi Hepatitis
Ilustrasi Hepatitis Akut. (Elements Envato)

Suara.com - Pada 8 Mei 2022 lalu baru saja diperingati sebagai World Thalassemia Day atau Hari Talasemia sedunia. Belakangan diketahui penyakit kronik ini bisa menyebabkan peradangan hati atau hepatitis.

Talasemia adalah penyakit kronik keturunan, dimana tubuhnya tidak bisa memproduksi sel darah merah yang normal, sehingga ia harus bergantung pada transfusi darah seumur hidup.

Menurut Pakar Ilmu Kesehatan Anak, Prof.Dr.dr. Pustika Amalia Wahidiyat bahwa hepatitis adalah dampak terberat yang berisiko dialami pasien talasemia. 

Risiko pertama, karena zat besi pada tubuh terus menerus membebani kinerja hati atau liver sehingga berisiko sebabkan peradangan atau rusaknya sel hati.

Ilustrasi penyakit talasemia. (Shutterstock)
Ilustrasi penyakit talasemia. (Shutterstock)

"Zat besi- zat besi itu yang akan melekat kepada organ di dalamnya, terutama jatung, hati, dan kelenjar endoktrin yang membuat hormon-hormon tubuh. Jadi organ hati dia akan rusak, sel hatinya rusak," ujar Prof. Pustika dalam acara diskusi Kemenkes, Selasa (10/5/2022)

Penumpukan zat besi di tubuh pasien talasemia terjadi karena ia harus mendapatkan transfusi darah terus menerus. Sedangkan tubuh manusia umumnya tidak bisa mengeluarkan zat besi dalam jumlah banyak sekaligus.

Apalagi dalam satu kantong darah, umumnya mengandung 200 miligram (mg) zat besi, dan umumnya minimal pasien talasemia harus mendapatkan transfusi darah 1 hingga 4  kali dalam seminggu.

"Sementara yang keluar dari tubuh kita hanya 1 sampai 2 mg per hari, jadi kalau sebulan hanya 30 hingga 60 mg, sedangkan yang masuk satu kantong 200 mg. Sehingga akan terjadi kelebihan zat besi di dalam tubuhnya," terangnya.

Risiko kedua, pasien talasemia juga bisa terinfeksi hepatitis dari darah yang ditransfusikan ke tubuhnya. Meski pemeriksaan darah terbilang maju, namun masih saja ada peluang ditemukannya darah dari pendonor penderita hepatitis.

"Lalu kedua adalah walaupun skrining darah di kita sudah baik, tapi tidak ada skrining yang 100 persen. Artinya 99 persen mungkin tidak bisa tertular dengan hepatitis. Tapi ada 1 persennya, yang kena hepatitis C, hepatitis B, atau bahkan HIV," tutup Prof. Pustika.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dinkes Sebut Kasus Hepatitis Misterius Belum Terdeteksi di Sumbar

Dinkes Sebut Kasus Hepatitis Misterius Belum Terdeteksi di Sumbar

Sumbar | Selasa, 10 Mei 2022 | 12:05 WIB

Hepatitis Akut Menyerang Dunia, Pemerintah Didesak Buat Protokol Demi Cegah Korban Jiwa

Hepatitis Akut Menyerang Dunia, Pemerintah Didesak Buat Protokol Demi Cegah Korban Jiwa

News | Selasa, 10 Mei 2022 | 11:19 WIB

Hits Kesehatan: Selebgram Alami Infeksi Implan Hidung, Gejala Gula Darah Tinggi

Hits Kesehatan: Selebgram Alami Infeksi Implan Hidung, Gejala Gula Darah Tinggi

Health | Selasa, 10 Mei 2022 | 10:06 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB