Faktor yang Meningkatkan Rasa Kesepian di Usia Lanjut, Salah Satunya Punya Sedikit Teman atau Saudara Kandung

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 19 Mei 2022 | 11:49 WIB
Faktor yang Meningkatkan Rasa Kesepian di Usia Lanjut, Salah Satunya Punya Sedikit Teman atau Saudara Kandung
Ilustrasi lelaki sedang menyendiri. (sumber: Visualphotos)

Suara.com - Tingkat kesepian di usia lanjut ternyata dapat dilatarbelakangi oleh kondisi kesehatan serta lingkungan, dan bagaimana ia diasuh sejak masih kanak-kanak, menurut sebuah penelitian yang terbit di PLOS ONE.

Dalam penelitian tersebut, faktor yang meningkatkan rasa kesepian seseorang adalah:

  • Memiliki sedikit teman dan saudara kandung
  • Kualitas hubungan dengan orang tua rendah
  • Kesehatan yang buruk
  • Tumbuh dalam rumah tangga yang sangat miskin

Kesepian menjadi topik menarik selama puluhan tahun terakhir karena berhubungan dengan kesehatan yang buruk dan meningkat seiring bertambahnya usia.

Selain itu, kesepian juga berkolerasi dengan risiko tinggi mengembangkan gangguan mental, penurunan kesehatan fisik, serta kematian.

Ilustrasi lansia kesepian. (Unsplash.com/ Artem Labunsky)
Ilustrasi lansia kesepian. (Unsplash.com/ Artem Labunsky)

Hasil dari studi ini menyebut peluang kesepian di usia 50 tahun ke atas:

  • Sebanyak 1,24 kali lebih tinggi pada orang yang jarang atau tidak pernah memiliki teman di masa kanak-kanak
  • Menjadi 1,34 kali lebih tinggi pada orang yang mempunyai hubungan buruk dengan ibu
  • Sebanyak 1,21 kali lebih tinggi ketika dibesarkan di rumah tangga miskin

Kesepian juga cenderung banyak terjadi pada orang dengan kepribadian neurotik dan kurang umum pada mereka yang memiliki sifat ekstrovert, ramah, dan terbuka.

Dilansir Medical Xpress, studi oleh peneliti Shopie Guthmuller dari Universitas Ekonomi dan Bisnis Wina, Austria, ini menunjukkan bahwa temuan riset ini mengonfirmasi pentingnya jaringan sosial dan dukungan di usia lanjut.

Peran ciri-ciri kepribadian dan keadaan di masa kanak-kanak juga penting dalam mencegah kesepian di usia tua.

"Intervensi awal adalah kunci untuk menargetkan masalah kesepian di kemudian hari. Namun, intervensi untuk meningkatkan dukungan sosial perlu disesuaikan dengan semua tipe kepribadian," kata Guthmuller.

Ia melanjutkan, "Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi hidup untuk mengatasi efek jangka panjang pada kesepian."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bakal Lebaran Tanpa Suami, Elma Theana Kesepian

Bakal Lebaran Tanpa Suami, Elma Theana Kesepian

Entertainment | Minggu, 01 Mei 2022 | 03:30 WIB

Merasa Kesepian, Lansia Ini Pesan Delapan Porsi Makanan agar Seperti Bersama Keluarga

Merasa Kesepian, Lansia Ini Pesan Delapan Porsi Makanan agar Seperti Bersama Keluarga

Your Say | Kamis, 28 April 2022 | 19:38 WIB

Curhat ke Denny Sumargo, Aming Sebut Tuhan Kesepian

Curhat ke Denny Sumargo, Aming Sebut Tuhan Kesepian

Banten | Rabu, 27 April 2022 | 14:10 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB