facebook

World Health Summit 2022: Menkes Budi Gunadi Bahas Promotif dan Preventif di Sektor Kesehatan

M. Reza Sulaiman
World Health Summit 2022: Menkes Budi Gunadi Bahas Promotif dan Preventif di Sektor Kesehatan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (tengah) dalam Keterangan Pers Menteri terkait Hasil Ratas PPKM, Kantor Presiden 18 April 2022 yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (18/4/2022). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

World Health Summit 2022 yang digelar hari ini, Sabtu (21/5/2022) di Geneva, Swiss, membahas berbagai permasalah dan kondisi kesehatan di dunia.

Suara.com - World Health Summit 2022 yang digelar hari ini, Sabtu (21/5/2022) di Geneva, Swiss, membahas berbagai permasalah dan kondisi kesehatan di dunia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang menjadi salah satu panelis dalam diskusi Hearth Health for Development menyampaikan pentingnya upaya pencegahan dalam menghindari pencegahan penyakit.

“Sangat penting untuk dibicarakan soal upaya promotif preventif. Ini jauh lebih murah dibandingkan menjalani pengobatan,” katanya dalam siaran pers yang diterima Suara.com.

Upaya pencegahan, menurut Budi, harus dilakukan intervensi yang lebih serius. Pola hidup setiap orang berbeda-beda, perlu pendekatan yang tepat dalam memberikan pemahaman soal upaya promotif dan preventif.

Baca Juga: Menkes Budi Gunadi Sadikin: Indonesia Bertransisi Menuju Endemi COVID-19

Memanfaatkan teknologi misalnya, memberikan edukasi secara digital akan memudahkan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi dan memudahkan masyarakat mendapatkan edukasi terkait upaya promotif dan preventif.

“Jadi cara orang berperilaku berbeda. Cara sektor kesehatan memberikan pendidikan kesehatan kita harus menggunakan teknologi dan mengidentifikasi dengan baik,” ucap Menkes Budi.

World Heart Summit merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh World Heart Federation. Ajang ini mempertemukan para pembuat kebijakan, peneliti, perusahaan dan konsultan kesehatan, serta komunitas global kardiovaskular dengan tujuan memperkuat respon global terhadap penyakit tidak menular.

Menkes Budi dan delegasi lain antara lain pembuat kebijakan, diplomat, peneliti, mitra sektor swasta, dan advokat kesehatan, menjalin hubungan dengan para pemimpin dan inovator dalam komunitas kardiovaskular global akan terlibat untuk memperkuat respons global terhadap penyakit kardiovaskular dan membantu orang hidup lebih sehat.

Tahun ini, untuk pertama kalinya, KTT akan disiarkan langsung, memungkinkan orang di setiap sudut dunia untuk mengikuti sesi, berinteraksi dengan peserta lain, dan terinspirasi saat kita bekerja sama untuk menciptakan dunia yang lebih sehat dan lebih adil.

Baca Juga: Menkes Budi: Indonesia sedang Proses Transisi Menuju Endemi

Komentar