facebook

Update Covid-19 Global: Selamat dari Lonjakan Infeksi Selama Musim Dingin, AS Mulai Waspada Kenaikan Kasus

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati
Update Covid-19 Global: Selamat dari Lonjakan Infeksi Selama Musim Dingin, AS Mulai Waspada Kenaikan Kasus
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Koordinator tanggap Covid-19 Gedung Putih Dr. Ashish Jha mendukung penggunaan masker yang berkelanjutan saat dalam ruangan.

Suara.com - Sebanyak 473.859 kasus baru Covid-19 tercatat dalam sehari pada Senin (23/5/2022) pagi. Di waktu yang sama, kematian juga bertambah 470 jiwa, data dikutip dari worldometers.

Kasus positif baru terbanyak masih terjadi di Korea Utara dengan jumlah 186.090 kasus. Sedangkan kematian harian didominasi Rusia yang melaporkan 80 orang meninggal. Lalu bagaimana update Covid-19 global hari ini?

Akumulasi data Covid-19 global hingga saat ini tercatat ada 527,47 juta kasus positif dengan lebih dari 6,3 juta orang meninggal selama pandemi terjadi. 

Ilustrasi virus corona. (Unsplash/CDC)
Ilustrasi virus corona. (Unsplash/CDC)Lebih dari 497,47 juta kasus telah sembuh dari infeksi. Sehingga tercatat 23,69 juta orang di seluruh dunia yang masih positif Covid-19 saat ini atau disebut juga sebagai kasus aktif. 

Kasus aktif di dunia paling banyak terdapat di Amerika Serikat dengan jumlah 2,34 juta orang. AS disebut selamat dari lonjakan kasus saat musim dingin. Tahun lalu, negara itu sempat alami peningkatan infeksi tertinggi dengan rata-rata sekitar 800.000 kasus per minggu. 

Baca Juga: Kehilangan Almarhum Achmad Yurianto, Menko PMK: Tak Kelihatan Sakit, Selalu Ceria

Musim dingin tahun ini levelnya turun ke jumlah kasus yang jauh lebih mudah dikelola selama beberapa bulan terakhir. Tetapi selama Mei, tren kasus mulai terlihat ada kenaikan dengan rata-rata kasus lebih dari 100.000 per minggu untuk pertama kalinya sejak Februari.

Koordinator tanggap Covid-19 Gedung Putih Dr. Ashish Jha mendukung penggunaan masker yang berkelanjutan saat berada di dalam ruangan karena kasus terus meningkat lagi. 

"Saya setuju dengan Walikota Adams bahwa ketika Anda berada di dalam ruangan, Anda harus mengenakan masker," kata Jha saat tampil di "This Week", dikutip dari Fox News.

Tetapi fokusnya yang lebih besar tetap untuk meningkatkan akses ke vaksin, terapi, dan pengujian. Dia menekankan bahwa pemerintah tetap prihatin atas sekitar 300 orang per hari yang masih meninggal akibat Covid-19, mengacu pada rata-rata kematian per tujuh hari. 

"(Alat tes) yang berfungsi, vaksinasi, terapi, pengujian, dan peningkatan kualitas udara dalam ruangan, itu adalah alat utama," kata Jha. 

Baca Juga: Lebih dari 200.000 Orang Dilaporkan Demam di Korea Utara, Gara-gara COVID-19?

Jha menjelaskan bahwa pemerintah AS sedang mempersiapkan sejumlah skenario, termasuk untuk menghadapi gelombang infeksi baru di musim gugur dan musim dingin serta kemungkinan varian baru yang akan terus muncul. Salah satu metode untuk mempersiapkan acara tersebut adalah dengan mengembangkan generasi baru vaksin. 

Komentar