Inggris Konfirmasi Kasus Penularan Lokal Cacar Monyet Pertama, Bakal Jadi Pandemi Selanjutnya?

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Senin, 23 Mei 2022 | 10:55 WIB
Inggris Konfirmasi Kasus Penularan Lokal Cacar Monyet Pertama, Bakal Jadi Pandemi Selanjutnya?
Ilustrasi Cacar - Sudah Masuk Singapura, Waspadai Penyebaran Cacar Monyet di Indonesia (Pexels)

Suara.com - Inggris mengonfirmasi kasus penularan lokal cacar monyet langka atau monkeypox, yang tidak terkait perjalanan ke Afrika Barat.

Seperti diketahui, Afrika Barat adalah tempat endemik penyakit tersebut bermula. Temuan ini dikonfirmasi Kepala Penasihat Medis UKHSA Susan Hopkins pada Minggu, 22 Mei 2022.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris atau UKHSA, tercatat ada 20 kasus cacar monyet hingga Jumat, 20 Mei 2022.

"Kami menemukan kasus pada orang yang tidak berkontak langsung dari orang di Afrika Barat, dan kami mendeteksi lebih banyak kasus setiap hari," ujar Hopskins mengutip Channel News Asia, Senin (23/5/2022).

Ia tidak menjelaskan bagaimana kondisi orang dengan kasus penularan lokal itu apakah tengah dirawat intensif atau tidak. Namun ia memastikan wabah umumnya terjadi di perkotaan, di antara lelaki gay atau biseksual.

Cacar monyet (Antara)
Cacar monyet (Antara)

"Meski risiko pada populasi umum sangat rendah saat ini, tapi saya pikir orang perlu mewaspadainya," katanya.

Ia menambahkan, rerata dan kebanyakan kasus cacar monyet ini terjadi pada orang dewasa, dengan gejala yang relatif ringan.

Kasus pertama cacar monyet diumumkan pemerintah Inggris pada 7 Mei 2022, dan terjadi pada pasien yang baru saja bepergian ke Nigeria. Ditambah penyakit ini juga menyebar di Eropa dan Amerika Utara.

Adapun cacar monyet bisa ditularkan melalui kontak langsung dengan lesi kulit dan cairan orang yang terkontaminasi seperti darah, serta bisa ditularkan melalui barang yang digunakan bersama seperti tempat tidur dan handuk.

baca juga

Gejala cacar monyet bisa berupa demam, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, kedinginan, kelelahan, dan ruam seperti cacar air di tangan dan wajah tapi cacar monyet cenderung berisi nanah putih. 

Cacar monyet juga umumnya bisa hilang dalam waktu 2 hingga 4 minggu.

Belum ada obat khusus terkait penyakit ini, tapi vaksinasi cacar yang sudah ditemukan efektif 85 persen mencegah cacar monyet.

Organisasi Kesehatan Dunia menggambarkan wabah cacar monyet sebagai "tidak biasa", tetapi dua ilmuwan mengatakan itu bukan pandemi berikutnya.

Profesor David Heymann, seorang ahli epidemiologi penyakit menular di The London School of Hygiene & Tropical Medicine dan rekan di lembaga pemikir urusan internasional Chatham House, mengatakan itu tidak akan menyebar dengan cara yang sama seperti virus corona.

“Ini tidak akan menjadi pandemi seperti yang kita ketahui pandemi, tetapi tentu saja penyakit ini mungkin telah menyebar di berbagai belahan dunia dan kami baru mulai mengidentifikasinya,” katanya kepada kantor berita PA.

"Itu tidak menular melalui udara, kami tidak percaya, jadi itu bukan infeksi pernapasan seperti Sars-Coronavirus-2 [yang mengarah ke Covid-19], jadi tidak akan menyebar dengan cara yang sama."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gejala Sakit yang Disebabkan Virus Seperti Komedian Kiwil dan Berita Populer Kesehatan Lainnya

Gejala Sakit yang Disebabkan Virus Seperti Komedian Kiwil dan Berita Populer Kesehatan Lainnya

Health | Minggu, 22 Mei 2022 | 22:26 WIB

Apakah Cacar Monyet Menyerupai Cacar atau Smallpox? Simak Penjelasan Lengkapnya

Apakah Cacar Monyet Menyerupai Cacar atau Smallpox? Simak Penjelasan Lengkapnya

Health | Minggu, 22 Mei 2022 | 16:02 WIB

Pengertian Cacar Monyet, Cara Penularan, Tanda Serta Gejalanya

Pengertian Cacar Monyet, Cara Penularan, Tanda Serta Gejalanya

Health | Minggu, 22 Mei 2022 | 15:56 WIB

Terkini

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

×