facebook

Jaga Tren Kasus Covid-19 Tetap Turun, Dokter Usul Vaksin Booster Kedua Untuk Nakes

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati
Jaga Tren Kasus Covid-19 Tetap Turun, Dokter Usul Vaksin Booster Kedua Untuk Nakes
Ilustrasi vaksin booster. [ANTARA]

dr. Koko itu menjelaskan bahwa berdasarkan beberapa penelitian ditemukan bahwa angka antibodi yang dipicu oleh vaksinasi sudah berkurang sekitar 8 bulan pasca disuntikan.

Suara.com - Pemerintah RI diminta untuk mulai melakukan program vaksinasi booster Covid-19 kedua, terutama terhadap tenaga kesehatan yang termasuk kelompok rentan terinfeksi. Hal itu lantaran efektivitas vaksin akan menurun secara alami setelah beberapa bulan. 

"Saya ingin mengusulkan kepada teman-teman semua, terutama pihak pemerintah, mungkin sudah saatnya untuk memulai program vaksinasi keempat yaitu vaksinasi booster kedua, dalam hal ini untuk tenaga kesehatan," kata dokter spesialis penyakit dalam dr. Andi Khomeini Takdir, Sp.PD., melalui pernyataan yang diterima suara.com, Minggu (22/5/2022).

Program vaksinasi booster di Indonesia pertama kali dilakukan pada Agustus 2021. Dokter yang akrab disapa dr. Koko itu menjelaskan bahwa berdasarkan beberapa penelitian ditemukan bahwa angka antibodi yang dipicu oleh vaksinasi sudah berkurang sekitar 8 bulan pasca disuntikan.

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Pixabay)

Sehingga, pada pertengahan tahun 2022 saat ini, menurut dr. Koko sudah saatnya Indonesia memulai vaksin booster Covid-19 kedua. 

Baca Juga: BIN Riau Target Suntik 9.000 Dosis Vaksin Setiap Hari Meski Kasus Covid-19 Melandai

"Saya merasa untuk menjaga populasi rentan dalam hal ini dokter dan tenaga kesehatan yang lain agar tetap aman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Juga kedua, kita perlu untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi," ujarnya.

Dalam masa transisi dari pandemi menuju endemi, dr. Koko menyampaikan bahwa tren penurunan kasus positif infeksi virus corona harus tetap dipertahankan dengan cara memperkuat antibodi kelompok rentan. 

"Fase transisi dari pandemi menuju endemi yang sebetulnya tidak menghilangkan virus covid itu sendiri, maka kita sebaiknya tetap berhati-hati. Termasuk juga dengan penerapan vaksinasi booster yang kedua," sarannya. 

Komentar