Andai Diperlukan, Wamenkes Dante Siap Bentuk Satgas Khusus Hepatitis Akut

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 24 Mei 2022 | 06:10 WIB
Andai Diperlukan, Wamenkes Dante Siap Bentuk Satgas Khusus Hepatitis Akut
ilustrasi hepatitis akut pada anak //pixabay.com

Suara.com - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono berjanji akan membuat tim satgas hepatitis akut andai kasus hepatitis misterius itu merebak di masyarakat.

Hal ini ia ungkap dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR-RI, Senin (23/5/2022).

Ia mengatakan, tim satgas hepatitis akut misterius akan sangat diperlukan untuk melakukan survailens atau pelacakan kasus di masyarakat.

"Nanti kalau memang kita rasa cukup bahwa kasus ini akan merebak cepat atau memang kita perlu melakukan pembentukan Satgas, untuk melakukan evaluasi survailens, maka kita akan melakukan pembentukan satgas," ujar Wamenkes Dante.

Hepatitis sendiri merupakan penyakit peradangan yang menginfeksi hati atau liver.
Kondisi ini biasanya disebabkan oleh berbagai hal seperti infeksi virus, infeksi cacing hati, kebiasaan minum alkohol, obat-obatan hingga penyakit komorbiditas seperti autoimun.

Meski begitu, saat ini Kemenkes dan pakar di Komite Hepatologi Indonesia terus melakukan evaluasi di masyarakat, untuk meninjau temuan kasus di rumah sakit maupun di berbagai fasilitas kesehatan Indonesia.

"Sumbangan kasus Indonesia, kita update dan melakukan pekerjaan ini bersama-sama, dan ini terus dikoordinasikan dengan komite hepatologi di Indonesia, kepada instansi dunia terkait," ungkapnya.

Wakemenkes Dante mengerti banyak masyarakat khawatir dengan kasus hepatitis akut yang ditemukan di Indonesia dan di dunia.

Apalagi penyakit ini kebanyakan menyerang anak usia 16 tahun ke bawah yang belum divaksinasi Covid-19. Ditambah sekolah tatap muka sudah dimulai, dengan jadwal yang cukup padat.

baca juga

"Tetapi kondisi belum diketahui bagaimana cara penularannya, apakah melalui reparasi melalui droplet, apakah melalui oral makanan pada kasus hepatitis," ungkap Menkes Dante.

Inilah yang sedang jadi fokus Kemenkes, untuk memantau cara penularan hepatitis akut agar nantinya bisa dilakukan tindakan pencegahan.

"Ataukah ini bagian dari Covid-19, yang pasca Covid-19 yang sudah ada sebelumnya, ini yang belum diketahui," tutupnya.

Sebelumnya, hepatitis akut diduga disebabkan adenovirus yang menular melalui permukaan terkontaminasi, masuk ke saluran pernapasan atas hingga akhirnya menginfeksi hati atau liver.

Namun hingga kini adenovirus belum bisa dipastikan 100 persen jadi penyebabnya, dan masih sebatas dugaan yang terus diteliti para pakar di luar dan dalam negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

31 Negara Laporkan Hepatitis Akut, di Indonesia ada 14 Kasus Sejak Minggu Kemarin

31 Negara Laporkan Hepatitis Akut, di Indonesia ada 14 Kasus Sejak Minggu Kemarin

News | Senin, 23 Mei 2022 | 19:45 WIB

Dear Parents, Begini Tips Agar Anak Tetap Aman dari Hepatitis Akut Saat Sekolah Tatap Muka

Dear Parents, Begini Tips Agar Anak Tetap Aman dari Hepatitis Akut Saat Sekolah Tatap Muka

Health | Senin, 23 Mei 2022 | 15:43 WIB

Eks Jubir Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto Meninggal Dunia Setelah Berjuang Melawan Kanker Usus

Eks Jubir Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto Meninggal Dunia Setelah Berjuang Melawan Kanker Usus

News | Sabtu, 21 Mei 2022 | 20:18 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×