facebook

Kasus COVID-19 Turun, Dokter Ingatkan Masyarakat untuk Tidak Lengah

M. Reza Sulaiman
Kasus COVID-19 Turun, Dokter Ingatkan Masyarakat untuk Tidak Lengah
Sejumlah pekerja berjalan melintas di jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (7/12/2021). FOTO/Rivan Awal Lingga

Turunnya kasus COVID-19 di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir patut disyukuri. Meski begitu, dokter mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah.

Suara.com - Turunnya kasus COVID-19 di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir patut disyukuri. Meski begitu, dokter mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah dan mengendurkan protokol kesehatan.

Dijelaskan Ketua Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas–FKUI Dr. dr. Retno Asti Werdhani, M.Epid., risiko penularan COVID-19 tetap mengintai meskipun saat ini jumlah kasus rendah.

"Kalau kita katakan kondisinya saat ini terkontrol, sudah terkontrol, tapi jangan lengah," kata dr. Asti dikutip dari ANTARA.

Pihaknya menjelaskan jumlah kasus COVID-19 di Indonesia sudah sangat menurun dan cenderung terkontrol.

Baca Juga: Update Covid-19 Global: Korea Utara Lakukan Tes Covid-19 di Sungai, Danau, dan Sampah

Ilustrasi Covid-19 (Pixabay)
Ilustrasi Covid-19 (Pixabay)

"Dari angka tertinggi sekitar Maret, itu kita sudah turun sekitar lebih dari 50 persen dan sudah kita pertahankan terus sampai dengan minimum tiga sampai empat pekan," katanya.

Dia juga mengatakan tantangan yang dihadapi saat masa mudik Lebaran sudah berhasil dilewati tanpa ada tambahan kasus yang berarti.

"Cenderung stabil malah, ya, sekitar 300, 200 kasus tapi tetap masih ada kasus," kata Tim Pemberdayaan Masyarakat Bidang Dukungan Darurat Kesehatan Satgas Penanganan COVID-19 ini.

Oleh karena itu, Asti meminta masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan karena virus COVID-19 masih ada.

Pihaknya mengatakan COVID-19 yang memasuki fase endemi bukan berarti tidak ada lagi kasus baru COVID-19 namun masyarakat akan hidup bersama virus ini.

Baca Juga: Indonesia Bukan Pionir Vaksin Sel Dendritik, Pakar Minta Nama Vaksin Nusantara Diubah

"Jadi dikatakan kita endemi berarti kita memang harus hidup bersama COVID karena lingkungan kita memang belum bebas virus 100 persen," katanya.

Komentar