Kasus Campak Meningkat, Dokter Sarankan Waspadai 5 Gejalanya pada Anak!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Minggu, 29 Mei 2022 | 17:49 WIB
Kasus Campak Meningkat, Dokter Sarankan Waspadai 5 Gejalanya pada Anak!
campak. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang dokter telah memperingatkan semua orangtua mengenai gejala campak paling berbahaya yang harus diwaspadai pada anak-anak.

Saat ini, kasus campak ini sedang meningkat dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengonfirmasi epidemi campak global di awal bulan Mei 2022.

Vaksin campak pun sangat penting untuk mencegah penyakit dan menurunkan risiko kematian akibat campak.

Dr Stuart Sanders, dari The London General Practice menyarankan semua orang untuk mewaspadai 5 gejala utama campak, termasuk demam terus-menerus atau berkepanjangan, tidak ingin makan atau minum, gejala pernapasan yang parah dan penurunan kesehatan.

Selain itu dilansir dari The Sun, gejala meningitis juga penting untuk diwaspadai, termasuk sakit kepala, leher kaku, muntah dan tidak suka cahaya terang.

Campak [shutterstock]
Campak [shutterstock]

Dr Sanders memperingatkan jika Anda menemukan salah satu dari lima gejala serius ini, Anda harus mengisolasi pasien sampai gejalanya hilang.

Saat ini belum ada obat untuk mengatasi dua kondisi medis tersebut. Tapi, siapa pun yang memiliki kutu harus memastikan mereka minum banyak cairan bersama dengan parasetamol pada interval yang tepat.

Dr Sanders sendiri sudah sering mengingatkan bahwa campak termasuk penyakit yang bisa menyebabkan dampak buruk jangka panjang, bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Awal Mei 2022 ini, Organisasi Kesehatan Dunia memperingatkan bahwa sekitar 73 juta orang di seluruh dunia yang seharusnya sudah mendapatkan vaksin MMR belum memilikinya.

baca juga

Hal ini berarti masih banyak orang yang bisa berisiko menderita campak. Karena itu, Dr Sanders mengingatkan semua orang untuk mewaspadai epidemi campak secara global, yang mana penyakit ini sangat berbahaya.

Vaksin MMR, yang melindungi anak-anak dari campak, gondok, dan rubella, telah digunakan selama lima dekade. Tapi, masih banyak orang belum mendapatkannya karena meningkatnya skeptisisme terhadap vaksin.

Vaksinasi pertama biasanya diberikan kepada anak berusia satu tahun. Kemudian, vaksin kedua diberikan pada usia tiga tahun empat bulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demam Berdarah Menyerang 238 Warga di Kabupaten Pasuruan, Empat Orang Meninggal

Demam Berdarah Menyerang 238 Warga di Kabupaten Pasuruan, Empat Orang Meninggal

Malang | Sabtu, 28 Mei 2022 | 22:41 WIB

Hati-Hati, 5 Makanan Ini Justru Memperburuk Gejala Demam

Hati-Hati, 5 Makanan Ini Justru Memperburuk Gejala Demam

Health | Jum'at, 27 Mei 2022 | 10:29 WIB

Mengenal Kandungan Willow, Tanaman yang Digunakan Warga Korea Utara untuk Menyembuhkan Covid-19

Mengenal Kandungan Willow, Tanaman yang Digunakan Warga Korea Utara untuk Menyembuhkan Covid-19

Health | Sabtu, 21 Mei 2022 | 14:21 WIB

Terkini

Prudential Syariah Kantongi Rp4,2 T, Bisnis Baru Melonjak 31%

Prudential Syariah Kantongi Rp4,2 T, Bisnis Baru Melonjak 31%

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 11:34 WIB

Shubh Diwali Selection: Menghadirkan Cita Rasa India untuk Momen Berbagi di Jakarta

Shubh Diwali Selection: Menghadirkan Cita Rasa India untuk Momen Berbagi di Jakarta

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 11:27 WIB

John Herdman Sebut Suporter Jadi Faktor Kunci Timnas Indonesia Kalahkan Bangladesh

John Herdman Sebut Suporter Jadi Faktor Kunci Timnas Indonesia Kalahkan Bangladesh

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 11:27 WIB

Winter aespa Absen Konser di Dallas karena Didiagnosis Shingles

Winter aespa Absen Konser di Dallas karena Didiagnosis Shingles

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 11:26 WIB

5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan

5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan

News | Rabu, 30 September 2026 | 11:24 WIB

'Pernah Nyantet Orang?', Kelakar Hakim MK yang Bikin Pemohon Pasal Santet Tarik Gugatan

'Pernah Nyantet Orang?', Kelakar Hakim MK yang Bikin Pemohon Pasal Santet Tarik Gugatan

News | Rabu, 30 September 2026 | 11:24 WIB

1 Oktober Hari Apa? Makna, Sejarah, dan Peringatan Penting di Tanggal Ini

1 Oktober Hari Apa? Makna, Sejarah, dan Peringatan Penting di Tanggal Ini

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 11:20 WIB

'Tokoh' Pesantren di Way Kanan Diciduk di Kaltim Usai Bertahun-tahun Cabuli Santriwati

'Tokoh' Pesantren di Way Kanan Diciduk di Kaltim Usai Bertahun-tahun Cabuli Santriwati

Lampung | Rabu, 30 September 2026 | 11:18 WIB

Dua Kata Shin Tae-yong Usai Namanya Diteriakkan Suporter Timnas Indonesia

Dua Kata Shin Tae-yong Usai Namanya Diteriakkan Suporter Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 11:13 WIB

KPK Geledah Bela Parahyangan, Dalami Dugaan Pemberian Uang untuk Pengurusan HGB

KPK Geledah Bela Parahyangan, Dalami Dugaan Pemberian Uang untuk Pengurusan HGB

News | Rabu, 30 September 2026 | 11:12 WIB

×