facebook

Berat Badan Indra Bruggman Turun Drastis Akibat Hipertiroid, Ternyata Ini Hubungannya!

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni
Berat Badan Indra Bruggman Turun Drastis Akibat Hipertiroid, Ternyata Ini Hubungannya!
Unggahan Indra Bruggman (Instagram)

Indra Bruggman mengalami penurunan berat badan drastis akibat menderita hipertiroid.

Suara.com - Indra Bruggman mengalami penurunan berat badan drastis akibat menderita hipertiroid. Mulanya, ia mengira penurunan berat badannya hanya faktor kelelahan.

Bahkan sebelumnya, warganet menduga Indra Bruggman sedang mengonsumsi obat-obatan hingga mengidap penyakit menular yang membuat berat badan menurun hingga kurus.

"Mereka sempat heboh kan, yang saya jadi kurus," ungkap Indra Bruggman di kawasan Mampang, Jakarta, Senin (30/5/2022).

Indra Bruggman baru menyadari penurunan berat badan yang dialaminya merupakan gejala hipertiroid, setelah mengalami gejala yang tidak biasa, seperti mudah ketakutan ketika berinteraksi dengan orang lain.

Baca Juga: Penyebab Gagal Jantung dan Kelompok yang Paling Berisiko Mengalaminya

Anda perlu tahu bahwa laju metabolisme basal penderita hipertiroid yang meningkat menyebabkan banyak penderitanya mengalami penurunan berat badan.

Ilustrasi Berat Badan. [pexels.com]
Ilustrasi Berat Badan. [pexels.com]

Selanjutnya dilansir dari Thyroid Clinic, penurunan berat badan terkait dengan tingkat keparahan tiroid yang terlalu aktif. Misalnya, jika tiroid sangat aktif, laju metabolisme basal (BMR) mereka akan meningkat yang mengarah pada peningkatan kalori yang dibutuhkan untuk mempertahankan berat badan.

Jika orang tersebut tidak meningkatkan jumlah kalori yang dimakan untuk mengimbangi kelebihan kalori yang terbakar, maka akan terjadi penurunan berat badan. Rata-rata, bila hipertiroid semakin parah, maka semakin besar pula penurunan berat badannya.

Penurunan berat badan juga diamati pada kondisi lain, di mana hormon tiroid meningkat, seperti pada fase toksik tiroiditis atau bila dosis pil hormon tiroid terlalu tinggi.

Karena hipertiroidisme juga meningkatkan nafsu makan, beberapa pasien mungkin tidak mengalami penurunan berat badan. Lalu, beberapa mungkin mengalami kenaikan berat badan, tergantung pada seberapa banyak mereka meningkatkan asupan kalori.

Baca Juga: WHO Tidak Khawatir Cacar Monyet Jadi Pandemi Global, Apa Alasannya?

Karena hipertiroidisme adalah keadaan abnormal, kita dapat memprediksi bahwa setiap penurunan berat badan yang disebabkan oleh kondisi ini akan teratasi bilsa berhasil disembuhkan.

Rata-rata, berat badan yang menurun selama hipertiroid dapat kembali semula ketika hipertiroidisme diobati.

Bahkan, kenaikan berat badan bisa terjadi ketika ada sedikit atau tidak ada penurunan berat badan karena pasien mungkin sudah terbiasa makan lebih banyak kalori untuk pengeluaran energi ekstra selama hipertiroidisme.

Komentar