Ini Hal yang Harus Dihindari Orangtua Saat Melatih Stimulasi Multisensorik pada Anak

Risna Halidi

Rabu, 01 Juni 2022 | 10:45 WIB
Ini Hal yang Harus Dihindari Orangtua Saat Melatih Stimulasi Multisensorik pada Anak
Ilustrasi anak bermain (Pexels/Eren Li)

Suara.com - Istilah stimulasi sensorik dan multisensorik mungkin belum terlalu akrab di telinga banyak orangtua yang memiliki bayi atau balita. Padahal stimulasi multisensorik sangat penting dalam mendukung perkembangan anak terutama di dua tahun pertama usia mereka.

Dikatakan dr. Melia Yunita SpA dalam acara Live IG bersama akun Teman Parenting beberapa waktu lalu, stimulasi multisensorik adalah stimulasi yang dilakukan bersamaan pada lima indera yaitu indera penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan, dan peraba atau taktil.

"Kelima indera ini yang perlu dieskplor dengan stimulasi tepat, dikenal dengan stimulasi multisensorik. Artinya, dalam satu kali kegiatan dan satu waktu, orangtua bisa sekaligus melakukan stimulasi pada seluruh indera si Kecil."

Selain dapat menstimulasi otak melalui panca indera, kegiatan stimulasi multisensorik juga terbuki dapat menguatkan bonding antara orangtua dengan bayi. Namun hal yang terpenting, kata dr. Lia, lakukan dengan konsisten.

Stimulasi multisensorik bisa dimulai segera setelah bayi lahir yakni melalui Inisiasi Menyusui Dini (IMD). IMD ini adalah aktivitas stimulasi multisensorik yang sangat lengkap, dan dapat menstimulasi semua indera bayi.

Setelah IMD, stimulasi multisensorik seharusnya terus berlanjut melalui semua kegiatan sehari-hari selama pengasuhan bayi.

"Kedua orangtuanya harus meluangkan waktu dan hadir di setiap aktivitas bersama anak, dan lakukan interaksi dua arah. Tidak ada gunanya memberikan banyak mainan tetapi anak dibiarkan bermain sendiri," jelasnya.

Ia pun menjelaskan hal yang sebaiknya dihindari dalam melakukan stimulasi multisensorik yaitu overstimulasi atau melakukannya secara berlebihan.

Contohnya paparan layar baik televisi, komputer, maupun gagdet sebelum anak berusia 2 tahun. Menurur dr. Lia, semua tayangan di layar, memang dibuat sangat menarik untuk anak.

baca juga

"Namun bila dipaparkan pada anak yang usianya belum seharusnya terpapar layar, tetap disebut overstimulasi. Ada batasan kapasitas anak menerima stimulasi dan jika berlebihan akan berbahaya. Efek paling sering akibat screen time berlebihan adalah speech delay," jelas dr. Lia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Bagikan Cara dan Manfaat Mengeksplor Stimulasi Multisensorik pada Bayi Baru Lahir

Dokter Bagikan Cara dan Manfaat Mengeksplor Stimulasi Multisensorik pada Bayi Baru Lahir

Health | Rabu, 01 Juni 2022 | 09:02 WIB

Ayu Thalia Dituntut Minta Maaf Usai Ngaku Jadi Korban Nicholas Sean, Pengacara: Mengerikan Sekali

Ayu Thalia Dituntut Minta Maaf Usai Ngaku Jadi Korban Nicholas Sean, Pengacara: Mengerikan Sekali

Entertainment | Rabu, 01 Juni 2022 | 08:51 WIB

Lindungi Anak dari Kejahatan Seksual, Ulasan 'Anakku Sayang Anakku Aman'

Lindungi Anak dari Kejahatan Seksual, Ulasan 'Anakku Sayang Anakku Aman'

Your Say | Rabu, 01 Juni 2022 | 08:40 WIB

Terkini

BRI Peduli Buka Peluang Bagi Penyandang Disabilitas di Makassar Dengan Pembekalan Kewirausahaan

BRI Peduli Buka Peluang Bagi Penyandang Disabilitas di Makassar Dengan Pembekalan Kewirausahaan

Jogja | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Emana Wedari Ubud, Vila Privat untuk Menikmati Sisi Tenang Pulau Dewata

Emana Wedari Ubud, Vila Privat untuk Menikmati Sisi Tenang Pulau Dewata

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Belanja di Delipark Pakai BRI Berhadiah BMW 218i Gran Coupe

Belanja di Delipark Pakai BRI Berhadiah BMW 218i Gran Coupe

Bri | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:09 WIB

BRI Peduli Dorong Keterampilan dan Kemandirian Disabilitas  Dengan Bekali 90 Peserta di Makassar

BRI Peduli Dorong Keterampilan dan Kemandirian Disabilitas Dengan Bekali 90 Peserta di Makassar

Bogor | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Indonesia Menang 9-2, Mitchell Baker Samai Rekor Dua Legenda Gareng dan Iswadi Idris

Indonesia Menang 9-2, Mitchell Baker Samai Rekor Dua Legenda Gareng dan Iswadi Idris

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06 WIB

FMLK Dukung Perampasan Aset, tapi Minta Kewenangan Negara Dibatasi dan Diawasi

FMLK Dukung Perampasan Aset, tapi Minta Kewenangan Negara Dibatasi dan Diawasi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Dukung Kewirausahaan, BRI Peduli Latih 90 Penyandang Disabilitas di Makassar

Dukung Kewirausahaan, BRI Peduli Latih 90 Penyandang Disabilitas di Makassar

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:03 WIB

RUU Perampasan Aset Dibahas, PERMAHI Dorong Penilaian Aset Objektif dan Proporsional

RUU Perampasan Aset Dibahas, PERMAHI Dorong Penilaian Aset Objektif dan Proporsional

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:00 WIB

BRI KPR Solusi Buka Akses Hunian Terjangkau Lewat Platform Digital

BRI KPR Solusi Buka Akses Hunian Terjangkau Lewat Platform Digital

Bri | Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Mahasiswa Minta RUU Perampasan Aset Lindungi Pihak Ketiga yang Beritikad Baik

Mahasiswa Minta RUU Perampasan Aset Lindungi Pihak Ketiga yang Beritikad Baik

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:54 WIB

×