Jangan Konsumsi Makanan Pedas Berlebihan, Ini 5 Tanda Anda Harus Berhenti!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 09 Juni 2022 | 10:23 WIB
Jangan Konsumsi Makanan Pedas Berlebihan, Ini 5 Tanda Anda Harus Berhenti!
Ilustrasi makanan pedas (Pixabay/RitaE)

Suara.com - Konsumsi makanan pedas memang sangat menggugah selera makan dan membuat ketagihan. Apalagi, makanan pedas juga memberikan sejumlah manfaat kesehatan.

Tapi, tak semua orang mampu toleran terhadap makanan pedas. Konsusmi makanan pedas terlalu banyak justru bisa menyebabkan masalah kesehatan.

Berikut ini dilansir dari Insider, tanda-tanda yang harus diwaspadai ketika Anda konsumsi makanan pedas berlebihan dan harus segera menghentikannya.

1. Perut mulas

Mulas terjadi ketika asam lambung Anda mengalir kembali ke pipa makanan Anda, yang menyebabkan perasaan terbakar di dada Anda.

"Cabai pedas, kari pedas, dan makanan pedas lainnya memicu refluks cairan lambung ke kerongkongan, yang menyebabkan mulas," kata Dr. Janette Nesheiwat , MD dikutip dari Insider.

Ilustrasi sakit perut, mulas (Freepik)
Ilustrasi sakit perut, mulas (Freepik)

Banyak makanan pedas mengandung senyawa capsaicin, yang memperlambat laju pencernaan. Senyawa inilah yang tinggal di perut lebih lama dan meningkatkan risiko mulas.

2. Diare

Diare bisa disebabkan oleh makanan yang mengandung minyak, stimulan, bahan buatan, dan rempah-rempah. Faktanya, makanan pedas adalah salah satu sumber paling umum dari diare.

Capsaicin dalam beberapa makanan pedas dapat mengiritasi lapisan lambung atau usus, yang mungkin memiliki efek pencahar pada beberapa orang saat makanan masuk ke sistem pencernaan mereka.

3. Insomnia

Karena makanan pedas bisa menyebabkan mulas, kondisi ini dapat diperparah saat Anda mencoba untuk tidur . Berbaring memudahkan asam di perut Anda mengalir kembali ke dan membakar lapisan kerongkongan.

Karena itu, rasa tidak nyaman akibat mulas bisa membuat Anda sulit tidur. Lebih baik tidak mengonsumsi makanan pedas terlalu larut malam dan juga jangan duduk terlalu lama setelahnya.

4. Sakit tenggorokan dan kehilangan suara

Konsumsi makanan pedas dapat menyebabkan pita suara Anda meradang, sehingga menyebabkan suara serak. Selain mengiritasi tenggorokan, makanan pedas dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan karena refluks asam yang dapat dipicunya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Irfan Hakim Masuk IGD karena Makan Keripik Pedas, Begini Pertolongan Pertama Atasi Kepedasan!

Irfan Hakim Masuk IGD karena Makan Keripik Pedas, Begini Pertolongan Pertama Atasi Kepedasan!

Health | Kamis, 09 Juni 2022 | 09:34 WIB

Irfan Hakim Dilarikan ke IGD karena Makan Keripik Pedas, Ini Lho Bahayanya!

Irfan Hakim Dilarikan ke IGD karena Makan Keripik Pedas, Ini Lho Bahayanya!

Health | Kamis, 09 Juni 2022 | 08:18 WIB

5 Cara Atasi Perut Panas setelah Makan Pedas, Tak Cuma Minum Susu

5 Cara Atasi Perut Panas setelah Makan Pedas, Tak Cuma Minum Susu

Health | Senin, 11 April 2022 | 15:39 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB