Kemenkes Ungkap Sebab Cakupan Vaksinasi Covid-19 Masih di Bawah 70 Persen

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Senin, 13 Juni 2022 | 16:10 WIB
Kemenkes Ungkap Sebab Cakupan Vaksinasi Covid-19 Masih di Bawah 70 Persen
Vaksinasi COVID-19 di Kupang (Antara)

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI masih mengejar cakupan vaksinasi Covid-19 agar bisa mencapai target dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga 70 persen pada akhir Juni 2022. 

Namun demikian, diakui Kemenkes bahwa laju vaksinasi Covid-19 di masyarakat telah menurun selama beberapa waktu terakhir.

"Jadi memang sampai saat ini kalau kita lihat kurang lebih baru sekitar 168 juta masyarakat yang mendapatkan vaksinasi dosis 2 secara lengkap. Ini adalah 62 persen dari total populasi. Memang kita lihat harus sedikit melakukan kembali percepatan untuk pencapaian vaksinasi. Kita cukup yakin bahwa 70 persen ini bisa coba kita kejar pada akhir Juni 2022," kata Sekretariat Direktorat Jenderal kesehatan masyarakat dr Siti Nadia, M.Epid., dalam webinar Satgas Covid-19, Senin (13/6/2022).

Kemenkes memfokuskan percepatan vaksinasi dilakukan di daerah dengan penyumbang kasus Covid-19 paling besar. Nadia menyampaikan, sebenarnya tersisa 6 provinsi yang angka cakupan vaksinasi masih di bawah 70 persen.

Tetapi, dilihat dari Kabupaten/Kota juga masih banyak yang belum mencapai 70 persen populasi tervaksinasi dua dosis. Nadia mengatakan, terdapat tiga faktor penyebab laju vaksinasi Covid-19 turun.

1. Baru Positif Covid-19

Vaksin Nusantara yang dikembangkan oleh mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto makin dikenal publik. Tak tanggung-tanggung, vaksin tersebut diulas oleh jurnal Internasional. (pixabay/ilustrasi vaksin)
Vaksin Nusantara yang dikembangkan oleh mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto makin dikenal publik. Tak tanggung-tanggung, vaksin tersebut diulas oleh jurnal Internasional. (pixabay/ilustrasi vaksin)

Nadia mengatakan masih banyak masyarakat yang belum bisa mendapatkan suntikan dosis kedua karena baru sembuh dari infeksi Covid-19. Walaupun saat terinfeksi gejalanya ringan, tapi masih membutuhkan waktu untuk mendapatkan dosis kedua.

2. Kondisi Membaik di Indonesia 

Landainya kasus Covid-19 di Indonesia turut pengaruhi keputusan masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi dosis kedua. Lantaran kondisi yang membaik dan aturan yang makin dilonggarkan, masyarakat merasa tidak perlu untuk mendapatkan perlindungan dari vaksin sampai dengan dosis kedua.

baca juga

"Artinya edukasi harus terus kita tingkatkan bahwa situasi pandemi Covid belum selesai," kata Nadia.

3. Kendala Geografis Wilayah

Diakui Nadia kalau masih ada beberapa wilayaj yang terisolir sehingga sulit mendapatkan pasokan dosis vaksin. Selain itu, keterbatasan jumlah tenaga kesehatan juga turut menjadi kendala. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Omicron BA.4 dan BA.5 Terdeteksi di Bali, Menparekraf Sandiaga Optimistis Pariwisata Bisa Bangkit

Omicron BA.4 dan BA.5 Terdeteksi di Bali, Menparekraf Sandiaga Optimistis Pariwisata Bisa Bangkit

Health | Senin, 13 Juni 2022 | 12:58 WIB

Wagub DKI Imbau Warga Segera Vaksinasi Booster untuk Antisipasi Dampak Varian Baru Omicron

Wagub DKI Imbau Warga Segera Vaksinasi Booster untuk Antisipasi Dampak Varian Baru Omicron

News | Senin, 13 Juni 2022 | 12:17 WIB

BRI Terus Terapkan Prinsip Kehati-hatian dalam Salurkan Kredit

BRI Terus Terapkan Prinsip Kehati-hatian dalam Salurkan Kredit

Jogja | Senin, 13 Juni 2022 | 13:30 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×