Dokter Jantung: Makin Sering Dirawat di RS, Harapan Hidup Pasien Gagal Jantung Makin Kecil

Risna Halidi, Lilis Varwati

Jum'at, 17 Juni 2022 | 05:10 WIB
Dokter Jantung: Makin Sering Dirawat di RS, Harapan Hidup Pasien Gagal Jantung Makin Kecil
Ilustrasi jantung (Elements Envato)

Suara.com - Gagal jantung menjadi kondisi paling akhir dari penyakit jantung. Kondisi tersebut menandakan jantung tidak lagi bisa berfungsi dengan normal untuk memompa darah, sehingga pasien harus ditopang dengan mengonsumsi obat tertentu.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Vebiona Kartini Primaputri, mengatakan bahwa pasien gagal jantung harus disiplin mengonsumsi obat agar tidak terjadi perburukan kesehatan hingga memerlukan perawatan di rumah sakit. 

Sebab, semakin sering pasien gagal jantung dirawat di rumah sakit, harapan hidupnya juga semakin sedikit. 

"Setiap pasien itu dirawat karena gagal jantung, maka angka harapan hidup akan menurun. Makanya gimana caranya harus mengusahakan agar obat-obatan gagal jantung pada pasien harus optimal."

"Bagaimana caranya agar restriksi (penumpukan) cairan tidak terjadi. Sehingga tidak perlu perawatan di rumah sakit," kata dokter Vebi dalam webinar Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) beberapa waktu lalu.

Dokter Vebi mengungkapkan, berdasarkan data Kelompok Kerja Gagal Jantung dan Penyakit Kardiometabolik PERKI tercatat bahwa 17,2 persen pasien gagal jantung yang dirawat di rumah sakit akan meninggal.

Dari jumlah tersebut, 11,3 persen di antaranya meninggal pada 1 tahun pertama pasca dirawat. Selain itu, 17 persen lainnya memerlukan perawatan berulang.

"Jantung yang sudah melebar kemungkinan besar tidak bisa kembali normal. Tapi yang bisa kita lakukan adalah mengontrol tanda dan gejala gagal jantung dengan pengobatan yang tepat," ujarnya.

Pasien gagal jantung biasanya akan diberikan empat pilar obat yang wajib dikonsumsi untuk mengontrol penyakitnya.

baca juga

Dari berbagai penelitian kesehatan di dunia, keempat obat tersebut telah terbukti efektif mengatasi gagal jantung dan memperpanjang harapan hidup pasien.

Keempat obat tersebut, yakni Betablocker, ACE-i/ARNI, MRA, dan SGLT2-i. 

"Ini dapat meningkatkan angka harapan hidup dari pasien gagal jantung, menurunkan angka kematian, memperbaiki kualitas hidup, kemudian juga dapat menurunkan angka hospitalisasi atau angka ke rumah sakit," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penumpukan Cairan Pada Pasien Gagal Jantung Tidak Hanya Disebabkan Terlalu Banyak Minum

Penumpukan Cairan Pada Pasien Gagal Jantung Tidak Hanya Disebabkan Terlalu Banyak Minum

Health | Kamis, 16 Juni 2022 | 13:05 WIB

Anak Muda Juga Tak Luput Dari Risiko Serangan Jantung! Yuk Lakukan Hal Ini Sebagai Pencegahan

Anak Muda Juga Tak Luput Dari Risiko Serangan Jantung! Yuk Lakukan Hal Ini Sebagai Pencegahan

Health | Rabu, 15 Juni 2022 | 21:15 WIB

Pasien Gagal Jantung Perlu Waspada jika Naik BB 2kg dalam Seminggu, Dokter Ungkap Alasannya

Pasien Gagal Jantung Perlu Waspada jika Naik BB 2kg dalam Seminggu, Dokter Ungkap Alasannya

Health | Rabu, 15 Juni 2022 | 13:15 WIB

Terkini

LBH Yogyakarta di BET 2026: Krisis Ekologi Picu Kekerasan Gender

LBH Yogyakarta di BET 2026: Krisis Ekologi Picu Kekerasan Gender

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:32 WIB

BRI-KPK Dorong Agen Perubahan Antikorupsi lewat PELOPOR 2026

BRI-KPK Dorong Agen Perubahan Antikorupsi lewat PELOPOR 2026

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:31 WIB

Dikasih Numpang Nginap 2 Hari, Pria di Tamansari Malah Gondol Motor Teman Demi HP Baru!

Dikasih Numpang Nginap 2 Hari, Pria di Tamansari Malah Gondol Motor Teman Demi HP Baru!

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:31 WIB

Kekerasan Seksual Dominasi Kasus di Sekolah, Pelaku Didominasi Orang Dewasa

Kekerasan Seksual Dominasi Kasus di Sekolah, Pelaku Didominasi Orang Dewasa

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:31 WIB

Review Reborn Rookie: Ketika Kehilangan Segalanya Membawa Perubahan Baik

Review Reborn Rookie: Ketika Kehilangan Segalanya Membawa Perubahan Baik

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:30 WIB

PELOPOR 2026, BRI dan KPK Cetak Agen Perubahan Antikorupsi

PELOPOR 2026, BRI dan KPK Cetak Agen Perubahan Antikorupsi

Sumbar | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:29 WIB

6 Fakta Sapi Madura Berkaki Enam Juara Kontes APPSI Piala Presiden 2026

6 Fakta Sapi Madura Berkaki Enam Juara Kontes APPSI Piala Presiden 2026

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:28 WIB

BGN Uji Coba MBG Model Prasmanan di 60 Dapur, Klaim Makanan Masih Hangat dan Habis

BGN Uji Coba MBG Model Prasmanan di 60 Dapur, Klaim Makanan Masih Hangat dan Habis

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:27 WIB

100 Kasus Kekerasan di Sekolah Selama 2026, FSGI Minta Permendikdasmen Nomor 6/2026 Dievaluasi

100 Kasus Kekerasan di Sekolah Selama 2026, FSGI Minta Permendikdasmen Nomor 6/2026 Dievaluasi

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:26 WIB

BRI dan KPK Perkuat Gerakan Antikorupsi melalui PELOPOR 2026

BRI dan KPK Perkuat Gerakan Antikorupsi melalui PELOPOR 2026

Jogja | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:25 WIB

×