Tanda Gagal Jantung Kronis Bisa Ditunjukkan dari Kondisi Lidah, Seperti Apa?

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 21 Juni 2022 | 14:51 WIB
Tanda Gagal Jantung Kronis Bisa Ditunjukkan dari Kondisi Lidah, Seperti Apa?
Ilustrasi lidah (Shutterstock)

Suara.com - Menjaga kesehatan jantung merupakan hal penting. Ini sama pentingnya dengan memperhatikan kondisinya yang mungkin menjadi tanda adanya masalah jantung.

Menurut sebuah penelitian kita bisa mengetahui ada tidaknya masalah jantung hanya dari lidah. Lidah merah dengan lapisan kuning dapat menunjukkan bahwa seseorang punya risiko tinggi terkena penyakit jantung.

Peneliti dari Hospital of Guangzhou University of Chinese Medicine, Tianhui Yuan, mengklaim bahwa pasien gagal jantung kronis memiliki lidah yang lebih merah dengan lapisan kuning.

Penampilannya juga akan berubah ketika penyakitnya menjadi kondisi lanjut. Warnanya berbeda jauh dengan kondisi lidah normal.

"Lidah normal atau lidah orang sehat memiliki warna merah pucat dengan lapisan putih pucat," kata Yuan, dilansir The Health Site.

Ia juga menemukan bahwa komposisi, jumlah dan jenis bakteri yang dominan pada lapisan lidah berbeda antara pasien gagal jantung dengan orang sehat.

Ilustrasi lidah berbulu hitam (American Academy of Oral Medicine)
Ilustrasi lidah bermasalah (American Academy of Oral Medicine)

Mengapa lidah pasien gagal jantung mengalami perubahan?

Dalam studi yang terbit di European Society of Cardiology ini, peneliti memeriksa lidah relawan yang didiagnosis dan tanpa gagal jantung kronis.

Tak satu pun dari peserta memiliki masalah mulut atau gigi, sudah meminum antibiotik atau imunosupresan dalam seminggu sebelumnya.

Mereka mengambil sampel dari lapisan lidah sebelum partisipan mengikat gigi atau sarapan.

Hasilnya mereka menemukan bahwa setiap pasien gagal jantung memiliki jenis mikroorganisme yang sama di lapisan lidah mereka, membuatnya terlihat lebih gelap atau lebih merah.

Menurut Yuan, pengujian pada mikroba di lidah dapat membantu skrining dan diagnosis dan pemantauan kondisi gagal jantung jangka panjang.

Namun, Yuan juga mencatat bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi hubungan mikrooganisme di lapisan lidah dengan fungsi jantung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada, Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Tidak Hanya Serang Lansia, Namun Juga Kaum Milenial

Waspada, Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Tidak Hanya Serang Lansia, Namun Juga Kaum Milenial

Sumut | Selasa, 21 Juni 2022 | 12:40 WIB

Nyaris Meninggal karena Serangan Jantung, Nyawa Pesepakbola Ini Selamat Berkat Kekasihnya!

Nyaris Meninggal karena Serangan Jantung, Nyawa Pesepakbola Ini Selamat Berkat Kekasihnya!

Health | Selasa, 21 Juni 2022 | 08:02 WIB

Ahli Jantung Peringatkan Orang yang Memasuki Usia Paruh Baya untuk Setop Merokok Segera, Ini Sebabnya

Ahli Jantung Peringatkan Orang yang Memasuki Usia Paruh Baya untuk Setop Merokok Segera, Ini Sebabnya

Health | Senin, 20 Juni 2022 | 22:31 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB