Dokter Ungkap Alasan Mengapa Orangtua Tidak Boleh Memberikan Dot atau Empeng pada Bayi Baru Lahir

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 22 Juni 2022 | 11:19 WIB
Dokter Ungkap Alasan Mengapa Orangtua Tidak Boleh Memberikan Dot atau Empeng pada Bayi Baru Lahir
Ilustrasi bayi mengisap empeng (Pixabay/Ben_Kerckx)

Suara.com - Dokter Spesialis Anak, dr. Lucky Yogasatria, Sp.A ingatkan orangtua agar tidak sembarang memberi dot atau empeng pada bayi baru lahir.

Hal itu, kata dr. Lucky, bisa menyebabkan bayi mengalami kondisi yang disebut dengan istilah bingung puting.

Bayi bingung puting adalah kondisi di mana bayi sudah terbiasa diberikan dot ataupun empeng oleh ibu, ayah, nenek ataupun kakeknya meski baru berusia beberapa minggu lahir.

Hal itu akan membuat bayi kebingungan dan sulit membedakan mana puting asli yang mengeluarkan ASI, dan mana puting artifisial atau bohongan.

"Hal itu akan berdampak pada bayi yang kemudian diberikan puting akan bingung 'eh ini apa ya?', 'eh kok beda dan rasanya beda ya' ataupun  'eh aku gak suka nih mah, aku nyusunya susah kalo dari sini'," ujar dr. Lucky melalui konten YouTubenya, dikutip Suara.com, Rabu (22/6/2022).

Dan jika sudah terbiasa minum susu dari dot pada botol, bayi bisa menolak puting ibu. Bahkan jika bayi masih mau minum ASI dari puting ibu, gerakan mulutnya sudah seperti 'mencucuk' persis seperti saat minum dari dot.

"Bahkan beberapa kali isapannya sering lepas, hal inilah yang dinamakan 'bingung puting'," ungkap dr. Lucky.

Dokter yang sering memberikan edukasi di platform Klinik Kecil itu menegaskan bahwa, bentuk dot yang diklaim dibuat semirip mungkin dengan puting ibu tetap akan berbeda, dan tidak bisa disamakan.

Ini karena puting ibu lebih kompleks, dan membuat kualitas menyusu anak jadi maksimal, bahkan bisa lebih melatih saraf motorik, fungsi mulut dan gusi anak jadi lebih baik.

baca juga

"Menyusu dari puting itu prosesnya luas biasa karena butuh koordinasi yang kompleks dari si bayi untuk memerah susu dari payudara si ibu, si bayi perlu mengatur cara membuka mulut, gerakan lidah, posisi mulut, hingga cara menghisap agar susunya bisa keluar," jelas dr. Lucky.

Kondisi ini berbeda dengan dot, karena bayi tidak perlu usaha lebih, sehingga otot mulut dan rahangnya tidak terlatih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wajib Tahu! Ini Usia yang Tepat untuk Memberikan MPASI

Wajib Tahu! Ini Usia yang Tepat untuk Memberikan MPASI

Video | Rabu, 22 Juni 2022 | 08:00 WIB

Bhayangkara Borneo Off-road Adventure Berlangsung Lima Hari, Siap Melahap Rute 1.500 km dari Ibu Kota Nusantara

Bhayangkara Borneo Off-road Adventure Berlangsung Lima Hari, Siap Melahap Rute 1.500 km dari Ibu Kota Nusantara

Otomotif | Selasa, 21 Juni 2022 | 14:13 WIB

Ini Tahapan Tekstur MPASI yang Tepat untuk Bayi Berdasarkan Kemampuan Usianya, Orangtua Wajib Tahu Ya!

Ini Tahapan Tekstur MPASI yang Tepat untuk Bayi Berdasarkan Kemampuan Usianya, Orangtua Wajib Tahu Ya!

Health | Senin, 20 Juni 2022 | 19:36 WIB

Terkini

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:00 WIB

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Sport | Rabu, 23 September 2026 | 21:59 WIB

Eliano Reijnders: Persib Sudah Move On dari Kekalahan Persija, Kami Bangkit

Eliano Reijnders: Persib Sudah Move On dari Kekalahan Persija, Kami Bangkit

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 21:59 WIB

Soal MBG, Sosiolog Nilai Rakyat Sengaja Diadu di Isu Marjinal agar Akar Masalah Tak Tersentuh

Soal MBG, Sosiolog Nilai Rakyat Sengaja Diadu di Isu Marjinal agar Akar Masalah Tak Tersentuh

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:52 WIB

PT KEL Ditertibkan Satgas PKH, Kuasa Hukum Minta Prabowo Evaluasi

PT KEL Ditertibkan Satgas PKH, Kuasa Hukum Minta Prabowo Evaluasi

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:40 WIB

4 Rekomendasi Tablet untuk Kerja di Bawah Rp5 Juta, Memori Luas RAM Besar

4 Rekomendasi Tablet untuk Kerja di Bawah Rp5 Juta, Memori Luas RAM Besar

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 21:34 WIB

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:32 WIB

Pendidikan Gratis di PTN Makin Serius Dikaji, Prabowo Bentuk Tim Khusus

Pendidikan Gratis di PTN Makin Serius Dikaji, Prabowo Bentuk Tim Khusus

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:26 WIB

×