Stigma Kutukan Bisa Sebabkan Pengidap Vitiligo Alami Gangguan Psikologis

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Kamis, 23 Juni 2022 | 10:10 WIB
Stigma Kutukan Bisa Sebabkan Pengidap Vitiligo Alami Gangguan Psikologis
Bedanya Vitiligo dengan Albino (Elements Envato)

Suara.com - Pengidap vitiligo akan mengalami perubahan warna kulit dan rambut yang menyebabkan timbul bercak putih juga uban tidak merata akibat adanya kelainan pada melanin. 

Dokter spesialis kulit dan kelamin di RSUP Hasan Sadikin Bandung DR. dr. Reiva Farah Dwiyana, Sp.KK(K ), M.Kes., mengatakan bahwa jumlah pengidap Vitiligo di Indonesia berkisar  0,2-2 persen atau sekitar 5 juta orang. 

Diakui dokter Reiva kalau pasien vitiligo masih kerap menerima stigma dari masyarakat akibat warna fisik yang berbeda. Bahkan menganggap penyakit tersebut sebagai kutukan. 

"Memang masih ada salah kaprah dengan pasien vitiligo dianggap mendapat kutukan. Kalau untuk yang pendidikan sudah cukup baik, mereka tidak berpandangan kalau itu kutukan, tapi khawatir bisa menular atau tidak," kata dokter Reiva saat webinar Hari Vitiligo sedunia bersama Regenesis, Rabu (22/6/2022).

Bedanya Vitiligo dengan Albino (Elements Envato)
Bedanya Vitiligo dengan Albino (Elements Envato)

Stigma tersebut ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia. Dokter Reiva mengatakan bahwa pada salah satu penelitian di India terungkap kalau masih ada mitos yang sangat kuat di salah satu desa di India yang mengucilkan pengidap vitiligo hingga tidak boleh menikah dan harus tinggal di hutan.

Stigma seperti itu bisa menyebabkan pasien vitiligo alami gangguan psikologis. Data dari D.Vernwal pada 2020 tercatat risiko gangguan psikologist pada pasien vitiligo 62 persen lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidak vitiligo.

Dampak dari gangguan psikologis itu bisa menyebabkan kelainan vitiligo semakin meluas. Dokter Reiva menjelaskan bahwa gangguan stres saja bisa menyebabkan bercak putih pada pasien vitiligo semakin banyak.

"Vitiligo bikin stres karena (bercak putih) jelas banget terlihat, apalagi kalau di bagian yang mudah terekspos. Karena stres, vitiligo jadi makin luas, akhirnya pasien tambah stres. Begitu terus polanya jadi seperti lingkaran setan," ujarnya.

Sebagai upaya edukasi kepada masyarakat sekaligus dukungan terhadap pengidap vitiligo, Regenesis Indonesia kembali hadirkan Selflove Movement yang telahbdilakukan sejak 2021.

baca juga

Kampanye itu diharapkan dapat menjadi wadah para vitiligan (sebutan untuk pengidap vitiligo), keluarganya, juga para dokter untuk berbagi cerita dan menginspirasi satu sama lain.

Selama lebih dari setahun terakhir, kampanye Selflove Movement Regenesis itu telah menjangkau kurang lebih 1.700 vitiligan di Indonesia melalui platform digital.

Corporate Brand Manager Regenesis Gita Thomdean mengatakan, sejak adanya gerakan Selflove Movement tersebut beberapa vitiligan mulai membuka diri dan percaya diri dengan keadaan dirinya.

"Bahkan ada yang melakukan postingan spot vitiligo untuk pertama kalinya dengan harapan bisa menginpirasi banyak orang. Ada juga orang tua dari balita vitiligan yang terbantu dengan informasi-informasi yang kami berikan dalam digital platform ini," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Obat untuk Kaki Pecah-Pecah, agar Tumit Kembali Lembut

4 Obat untuk Kaki Pecah-Pecah, agar Tumit Kembali Lembut

Health | Kamis, 23 Juni 2022 | 07:48 WIB

Cegah Bercak Putih Tak Makin Menyebar, Pasien Vitiligo Harus Bisa Kelola Stres

Cegah Bercak Putih Tak Makin Menyebar, Pasien Vitiligo Harus Bisa Kelola Stres

Health | Rabu, 22 Juni 2022 | 17:25 WIB

Bagaimana Membedakan Vitiligo dengan Bercak Putih Tanda Lahir pada Anak?

Bagaimana Membedakan Vitiligo dengan Bercak Putih Tanda Lahir pada Anak?

Health | Rabu, 22 Juni 2022 | 16:41 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×