Muncul Tanda Hitam Seperti Ini, Waspadai Tanda Kanker Kulit Berbahaya

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 24 Juni 2022 | 16:03 WIB
Muncul Tanda Hitam Seperti Ini, Waspadai Tanda Kanker Kulit Berbahaya
Diidap menantu Hatta Rajasa, apa penyebab kanker kulit?

Suara.com - Kanker hingga kini masih menjadi salah satu penyakit mematikan di dunia. Sayangnya seringkali banyak masyarakat tidak tahu cara mengenalinya. 

Termasuk ketika mengalami kanker kulit. Padahal  kanker kulit dapat diobati, terutama jika ditemukan lebih awal, tetapi sayangnya ribuan masih meninggal setiap tahun di Inggris.

Ada berbagai bentuk kanker kulit yang umumnya termasuk dalam kategori non-melanoma dan melanoma.

Melanoma, sementara itu, didiagnosis 16.000 kali setahun, tetapi merupakan jenis paling serius yang memiliki kecenderungan untuk menyebar ke seluruh tubuh.  Para ahli merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaan rutin pada kulit mereka untuk menemukan tanda-tanda potensi penyakit kembali, atau melanoma baru muncul.

Kanker kulit non-melanoma

Ilustrasi pemeriksaan kanker kulit. (Shutterstock)
Ilustrasi pemeriksaan kanker kulit. (Shutterstock)

Kanker kulit non-melanoma mengacu pada sekelompok kanker yang berkembang secara perlahan di lapisan atas kulit. Sel-sel di epidermis (lapisan atas kulit) paling berisiko mengalami kerusakan akibat sinar matahari.

Di epidermis, sel yang paling umum disebut keratinosit.

Sel-sel terus-menerus ditumpahkan sebagai bentuk yang baru. Namun, ketika kulit terkena terlalu banyak sinar matahari, itu menyebabkan kerusakan DNA.

Seiring waktu, ini menjadi masalah. Ini menyebabkan sel-sel tumbuh secara tidak terkendali, yang mengarah ke tumor kanker.

baca juga

Kanker kulit melanoma

Melanoma adalah jenis kanker kulit yang dapat menyebar ke organ lain di dalam tubuh.

Melanosit adalah sel-sel di kulit yang memberi kita warna kulit kita karena mereka menghasilkan pigmen, yang dikenal sebagai melanin.

Saat Anda duduk di bawah sinar matahari, melanosit menghasilkan lebih banyak pigmen (coklat matahari), yang menyebar ke sel-sel kulit lain untuk melindungi mereka dari sinar matahari.

Tapi melanosit juga tempat kanker dimulai. Terlalu banyak sinar UV menyebabkan kulit terbakar, dan ini merupakan tanda kerusakan DNA kulit. UV memicu perubahan pada melanosit, yang membuat materi genetik menjadi rusak dan menyebabkan pertumbuhan sel abnormal.

Orang yang mudah terbakar lebih berisiko terkena kanker kulit karena sel mereka tidak menghasilkan banyak pigmen untuk melindungi kulit mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berkat Mendiang Rima Melati, Rina Hasyim Terjun ke Dunia Akting

Berkat Mendiang Rima Melati, Rina Hasyim Terjun ke Dunia Akting

Entertainment | Jum'at, 24 Juni 2022 | 14:02 WIB

Duh, Orang Dengan Golongan Darah Ini Lebih Berisiko Alami Kanker Pankreas

Duh, Orang Dengan Golongan Darah Ini Lebih Berisiko Alami Kanker Pankreas

Health | Jum'at, 24 Juni 2022 | 15:10 WIB

Hati-hati! Konsumsi Vitamin Ini Ternyata Tingkatkan Risiko Kanker Paru-paru

Hati-hati! Konsumsi Vitamin Ini Ternyata Tingkatkan Risiko Kanker Paru-paru

Health | Jum'at, 24 Juni 2022 | 10:35 WIB

Terkini

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:13 WIB

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:08 WIB

×