Masalah Gizi pada Lansia, Salah Satu Pemicunya Adalah Kesepian!

Vania Rossa

Jum'at, 24 Juni 2022 | 22:28 WIB
Masalah Gizi pada Lansia, Salah Satu Pemicunya Adalah Kesepian!
Ilustrasi lansia kesepian. (Unsplash.com/ Artem Labunsky)

Suara.com - Lansia termasuk salah satu kelompok yang memiliki kekebalan tubuh rendah, sehingga sangatlah penting untuk memerhatikan asupan gizinya. Pasalnya, kekurangan gizi pada lansia bisa berdampak serius yang bahkan bisa membahayakan kesehatannya.

Dan tahukah Anda, ternyata salah satu penyebab masalah gizi pada lansia adalah kesepian. Saat merasa kesepian, lansia cenderung menjadi malas makan, sehingga asupan makanannya jadi berkurang.

Dan menurut Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia, Prof. Dr. dr. Siti Setiati, Sp.PD-KGer, M. Epid, FINASIM, masalah kesepian ini umumnya dialami oleh lansia yang hidup sendirian.

"Kesepian menyebabkan orang kehilangan nafsu makan, karena makan itu kegiatan sosial," jelas Prof. Siti, mengutip dari Antara

Rasa kesepian, dapat mendorong lansia untuk menghabiskan waktu dengan berdiam diri, seperti tidur atau menonton televisi.

Itu sebabnya, masyarakat diminta untuk waspada bila tubuh lansia jadi semakin kurus dari waktu ke waktu, terutama bila pola makan yang diterapkan bukan untuk mengurangi berat badan.

Jika berat badan turun dalam tiga kurun tiga bulan dan nafsu makan berkurang, ada kemungkinan terjadi gangguan nutrisi.

Di Indonesia, sebanyak 34,71 persen lansia tinggal bersama keluarga tiga generasi. Namun, nilai ini menurun sebesar 6 persen dari tahun sebelumnya.

Padahal berinteraksi dengan keluarga merupakan salah satu kunci penting dalam meningkatkan kualitas hidup lansia karena mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk merasakan keterlibatan sosial yang dapat menghadirkan perasaan bahagia. Kondisi ini dapat menurunkan risiko lansia untuk merasa kesepian atau diabaikan.

baca juga

Prof. Siti menyarankan agar lansia tidak hidup sendirian, melainkan tinggal bersama dengan keluarga, seperti anak dan cucu, agar bisa terus berinteraksi dengan banyak orang dan mengusir risiko kesepian.

Bila memungkinkan, dia menganjurkan tiga generasi hidup di atas atap yang sama agar lansia tidak merasa terasing atau ditinggalkan.

"Tapi tidak mudah, karena di era sekarang anak-anak ingin mandiri dan itu tantangan," katanya.

Ia menegaskan yang penting harus ada interaksi antar anggota keluarga yang menciptakan kebahagiaan bagi para lansia. Interaksi bersama anak atau cucu dapat menyuntikkan rasa bahagia, membuat lansia lebih bersemangat untuk menjalani hari dan mengonsumsi makanan bergizi.

"Keterlibatan sosial itu salah satu faktor lebih penting dari gen. Orang panjang umur faktornya bukan semata-mata gen, tapi kebahagiaan," papar Prof. Siti.

Ia pun berpesan kepada masyarakat agar tetap melibatkan lansia dalam aktivitas sehari-hari agar mereka tidak merasa tertinggal, apalagi terisolasi. Berikan informasi dan hal-hal baru kepada lansia, ajaklah orang tua untuk memberikan pendapat dalam kehidupan sehari-hari, hingga bepergian bersama untuk menghibur diri di luar rumah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seberapa Sering Sih Lansia Berhubungan Seks? Ini Kata Studi

Seberapa Sering Sih Lansia Berhubungan Seks? Ini Kata Studi

Lifestyle | Jum'at, 24 Juni 2022 | 20:55 WIB

Merasa Kesepian dan Tak Punya Siapa-siapa? Kurangi Melakukan 5 Hal Ini!

Merasa Kesepian dan Tak Punya Siapa-siapa? Kurangi Melakukan 5 Hal Ini!

Your Say | Jum'at, 24 Juni 2022 | 07:52 WIB

5 Tips agar Kamu Tak Lagi Merasa Kesepian, Jangan Turuti Keinginan Mager!

5 Tips agar Kamu Tak Lagi Merasa Kesepian, Jangan Turuti Keinginan Mager!

Your Say | Kamis, 23 Juni 2022 | 15:14 WIB

Terkini

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

×